"Jika kamu ingin anak belajar tentang investasi, kamu perlu melibatkan mereka secara langsung. Biarkan mereka mengambil beberapa keputusan investasi dalam skala kecil untuk mulai belajar. Mulailah dengan perusahaan yang memang mereka sukai dan membuat mereka antusias," ujar Wang.
5 Pelajaran Finansial yang Diinginkan Gen Z dari Orangtuanya

Memasuki dunia orang dewasa memang tidak mudah, terutama ketika harus mulai mengatur keuangan sendiri. Mulai dari menabung, mengelola pengeluaran, hingga memahami investasi menjadi hal yang sering kali baru dipelajari Gen Z setelah mereka beranjak dewasa.
Padahal, berbagai pelajaran finansial tersebut bisa mulai diajarkan oleh orangtua sejak dini. Bekal sederhana ini dapat membantu anak lebih siap menghadapi tantangan finansial di masa depan. Nah, berikut beberapa pelajaran finansial yang diinginkan Gen Z dari orangtuanya.
1. Berinvestasi

Banyak yang menganggap bahwa berinvestasi hanya bisa dilakukan oleh orang yang paham tentang keuangan. Padahal, menurut Victor Wang, CEO platform edukasi investasi Stockpile, dikutip dari Parents, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.
Membimbing anak untuk berinvestasi melalui hal yang mereka sukai dapat membuat mereka lebih tertarik mempelajari cara kerja investasi. Menurut Wang, pengalaman melihat nilai investasi yang naik maupun turun juga dapat membantu anak memahami risiko dan keuntungan yang menyertai investasi.
2. Belajar mengurus pajak

Anak-anak juga perlu diperkenalkan pada konsep pajak sejak menerima penghasilan pertamanya. Mengutip Parents, CJ MacDonald, pendiri platform keuangan untuk Gen Z, Step, menyarankan agar orangtua mengajak anak memahami berbagai konsep dasar pajak secara bertahap.
"Pajak bukanlah sesuatu yang dipelajari sekali lalu selesai. Dampingi anak sepanjang tahun untuk memahami hal-hal mendasar seperti kelompok tarif pajak, cara kerja potongan pajak, termasuk keringanan pajak bagi pelajar, serta bagaimana melaporkan pajak dengan benar dan tanpa biaya," ungkapnya.
Memberikan pelajaran tentang pajak bukan bertujuan menjadikan anak ahli perpajakan. Sebaliknya, hal ini membantu mereka memahami bahwa pajak merupakan bagian dari kehidupan orang dewasa yang perlu dipahami dan dikelola dengan baik.
3. Memahami dan menggunakan kredit dengan bijak

Memahami kredit sejak dini dapat membantu anak belajar mengelola keuangan dengan lebih aman sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum mengambil keputusan finansial yang lebih besar di masa depan. Menurut MacDonald, kredit merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan finansial orang dewasa.
Selain itu, MacDonald juga menyoroti bahwa anak-anak saat ini sudah mulai terpapar berbagai informasi tentang uang melalui media sosial sejak usia yang sangat muda. Di era informasi yang begitu cepat, peran orangtua sangat penting untuk membantu anak memahami cara menggunakan uang secara bijak.
"Anak-anak sekarang sudah melihat konten tentang uang di TikTok sejak usia 11 atau 12 tahun. Ada yang memberikan saran yang baik, tetapi tidak sedikit pula yang menyesatkan. Jika orangtua mulai mengajarkannya sejak usia tersebut, mereka dapat membangun rasa percaya diri anak sebelum terpapar informasi yang keliru," jelas MacDonald.
4. Menyusun anggaran dan menabung

Mengajarkan anak mengelola uang tidak harus selalu terasa serius. Menurut JR Williams, seorang ayah sekaligus Senior Director di Ally Invest, dikutip dari Parents, orangtua justru bisa membuat pelajaran finansial menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami melalui aktivitas sehari-hari. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
- Pisahkan uang sesuai tujuannyaGunakan wadah transparan yang diberi label "belanja", "tabungan", dan "berbagi". Selain membantu anak memahami fungsi uang, cara ini juga mengajarkan mereka untuk lebih bijak dalam menentukan prioritas keuangan.
- Ajarkan anak mendapatkan uangnya sendiriMemberikan uang saku sebagai imbalan atas pekerjaan rumah dapat membantu anak memahami bahwa uang diperoleh melalui usaha. Dengan begitu, mereka juga akan lebih berhati-hati saat menggunakannya.
- Kenalkan konsep pemasukan dan pengeluaranAktivitas sederhana seperti berjualan minuman atau camilan bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengajarkan anak tentang keuntungan, modal, dan pentingnya mengelola pengeluaran.
- Buat menabung terasa lebih seruGunakan stiker atau papan progres untuk menunjukkan perkembangan tabungan anak menuju barang atau aktivitas yang mereka inginkan. Jangan lupa memberikan apresiasi saat mereka berhasil mencapai targetnya.
- Ajarkan pentingnya dana daruratOrangtua juga bisa memanfaatkan permainan seperti The Game of Life untuk mengenalkan bahwa kehidupan penuh dengan hal tak terduga. Dari sini, anak dapat belajar mengapa dana darurat menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan.
5. Belajar mencari penghasilan tambahan

Memiliki penghasilan tambahan atau side hustle menjadi salah satu keterampilan yang banyak diinginkan Gen Z untuk dipelajari lebih awal. Pengalaman mencari uang sendiri dapat membantu anak memahami nilai kerja keras dan tanggung jawab terhadap uang yang mereka miliki.
Orangtua bisa mengajarkan anak melakukan pekerjaan sederhana yang menghasilkan uang sesuai usianya. Pengalaman tersebut tidak hanya mengajarkan cara memperoleh penghasilan, tetapi juga membantu membangun rasa percaya diri dan keterampilan sosial mereka.
Pada akhirnya, literasi keuangan bukan hanya soal menabung atau berinvestasi, tetapi juga membekali anak dengan keterampilan mengelola uang secara bijak. Semakin dini diajarkan, semakin siap mereka menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab secara finansial.








![[QUIZ] Apakah yang Diam-diam Menguras Energimu?](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202516-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-5a44734b85c8b188169eddc8560450aa.png)

![[QUIZ] Kamu Lebih Takut Kehilangan Orang Lama atau Sulit Menerima Orang Baru?](https://image.idntimes.com/post/20250110/pexels-timur-weber-8559962-5d6f08b51929b8e333126ddaadc00dcf-762f58fd6f05abd17ca34afc7abffec0.jpg)

![[QUIZ] Kamu Tipe yang Mengejar Kepastian atau Pilih Memendam Perasaan?](https://image.idntimes.com/post/20250404/1000364572-8e6cdbaa65f4e71fa923a95a4e3ce8a4-8ba1a3a484596e7419cd493aaff26824.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu sedang Terjebak Hubungan yang Tidak Sehat?](https://image.idntimes.com/post/20250426/hubungan-toxic-cover-image-50bc9cb60838c5875f508ad207ab0b0d-d19386cbdb33e3bc15efd05818de5d10.jpg)
![[QUIZ] Kuis Gambar Ini Temukan Apa Pemicu Overthinking Terbesarmu?](https://image.idntimes.com/post/20250526/1000257441-1758a0692afbc8274363a550b6365bae-7a6ee3e898cdcd72553f08b80e5681ae.jpg)







