Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Alena Darmel)
Pembagian tugas rumah akan lebih mudah dijalankan jika setiap anak mengetahui apa yang perlu dilakukan. Kamu bisa membuat jadwal mingguan sederhana menggunakan kertas atau papan tulis yang ditempel di tempat mudah terlihat. Cantumkan nama anak, jenis tugas, serta waktu pelaksanaannya agar mereka gak kebingungan ketika harus membantu.
Jadwal tersebut gak harus kaku karena kebutuhan keluarga bisa berubah setiap hari. Jika anak sedang sakit, menghadapi ujian, atau memiliki kegiatan sekolah yang padat, tugasnya dapat dikurangi atau disesuaikan. Kamu juga bisa mengadakan evaluasi singkat setiap akhir pekan untuk membicarakan pekerjaan yang terasa terlalu berat atau perlu diganti. Dengan melibatkan anak dalam penyusunan jadwal, mereka akan lebih memahami bahwa menjaga rumah merupakan tanggung jawab bersama.
Melibatkan tiga anak dalam pekerjaan rumah tangga gak berarti orangtua harus menyerahkan seluruh pekerjaan kepada mereka. Sebaliknya, pembagian tugas bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan membiasakan anak berkontribusi sesuai usia serta kemampuannya. Mulailah dari pekerjaan sederhana, berikan contoh yang jelas, dan dampingi anak ketika mereka masih membutuhkan bantuan.
Orangtua juga perlu mengingat bahwa rumah yang nyaman gak harus selalu terlihat sempurna. Anak mungkin membutuhkan waktu untuk belajar dan terkadang melakukan kesalahan ketika menyelesaikan tugasnya. Selama pekerjaan yang diberikan aman, proporsional, dan gak mengganggu kebutuhan dasar anak, kebiasaan ini bisa menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari. Dengan kerja sama yang baik, pekerjaan rumah dapat terasa lebih ringan sekaligus membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.