Comscore Tracker

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!

Jadi bisa lebih dekat dengan si kecil

Mendongeng jadi cara mudah orangtua untuk membangun kedekatan dengan si kecil. Kebiasaan mendongeng di malam hari, bisa mendorong imajinasi anak. Saat malam, anak kerap tidak memiliki aktivitas. Ini bisa jadi kegiatan pengantar tidur yang seru.

Kamu bisa memilih cerita dongeng anak yang memiliki pesan moral supaya bisa memberikan inspirasi bagi anak. Berikut ini 7 dongeng anak sebelum tidur terbaik yang memiliki banyak pesan moral.

1. Mengajarkan anak untuk selalu menghargai kemampuan orang lain dari cerita "Si Kancil yang Sombong dan Kura-Kura"

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Picsea

Merasa memiliki kemampuan berlari cepat, Kancil lantas menyombongkan diri dengan mengajak Kura-Kura untuk lomba lari. Si Kura-Kura yang rendah hati, menyambut dengan gembira ajakan Kancil. Keesokan harinya, Kancil dan Kura-Kura menuju hutan yang menjadi lokasi lomba.

Sesuai dengan rencana jahat Kancil, ia berhasil lari lebih cepat dibandingkan Kura-Kura yang berjalan amat lambat. Saat mendekati garis finish, Kancil memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon yang rindang. Kancil yakin, Kura-kura pasti masih lama. Kancil pun tertidur pulas hingga tak menyadari Kura-Kura telah sampai lebih di garis finish.

Dari dongeng tersebut, kita bisa memetik pelajaran bahwa sehebat apa pun kamu, tak boleh meremehkan kemampuan yang dimiliki orang lain. 

2. Jika kamu menanam suatu kebaikan, percayalah kebaikan tersebut pasti akan berbalik padamu. Seperti yang terjadi pada dongeng "Tikus dan Singa"

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Annie Spratt

Seekor tikus menjahili Singa yang tengah menikmati tidur siang. Sontak, Singa marah dan ingin memakan Tikus karena merasa terganggu. Sambil meringis ketakutan, Tikus memohon pada Singa untuk melepaskan dan memaafkan kejahilannya.

Merasa kasihan, Singa melepaskan Tikus. Tikus berterima kasih dan berjanji untuk membalas semua kebaikan Singa.

Hingga suatu hari, Tikus mendengar Singa mengaung keras. Rupanya, Singa terperangkap di sebuah jaring yang sengaja dipasang oleh pemburu. Singa memohon bantuan Tikus untuk melepaskan jaring tersebut. Dengan sigap, Tikus langsung menggerogoti jaring hingga putus. Beruntung, keduanya bisa kabur dan menyelamatkan diri.

Kisah persahabatan Tikus dan Singa bisa memberikan inspirasi pada anak untuk selalu mengingat dan membalas semua kebaikan yang kita terima.

3. Pikiran yang cerdik bisa membantumu melewati segala rintangan hidup. Inilah yang terjadi pada "Si Kancil dan Pak Buaya"

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Jerry Wang

Kamu sudah tahu dong tentang kecerdikan seekor kancil? Suatu hari di sebuah hutan belantara, Kancil merasa sangat lapar. Sayangnya, Kancil harus menyeberangi sungai untuk mendapatkan makanan.

Diselimuti perasaan takut, akhirnya Kancil memberanikan diri mendekati seekor buaya yang sedang menepi. Tak disangka, buaya langsung menyergap Kancil. Kancil berteriak ketakutan dan memohon agar tidak dimakan oleh buaya.

Berkat kecerdikannya, Kancil mengajukan kesepakatan pada buaya untuk tidak memakannya. Kancil memohon agar buaya dan teman-temannya bisa mengantarkannya ke seberang sungai untuk mencari makanan. Jika sudah kenyang dan gemuk, para buaya ini boleh menikmati daging Si Kancil.

Buaya-buaya tersebut langsung berbaris membentuk jembatan agar bisa dilewati Kancil. Setelah sampai di seberang sungai, Kancil langsung bergegas menyelamatkan diri.

Baca Juga: Lewat Dongeng, KPK Ajak Anak-Anak Belajar Nilai Antikorupsi 

4. Dongeng "Semut dan Belalang" membuktikan bahwa kerja keras tak akan pernah membohongi hasil

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Jonathan Borba

Seekor Belalang bersantai sambil bernyanyi di bawah pohon yang rindang. Ia memperhatikan kawanan semut dari kejauhan, yang tengah bekerja keras mengumpulkan bahan makanan. Sesekali, Belalang mentertawakan apa yang sedang dikerjakan kawanan semut.

Kemudian Belalang mendekati kawanan semut. "Untuk apa bersusah payah mengumpulkan makanan? Toh, makanan melimpah ruah di sini," kata Belalang. "Musim dingin akan segera tiba. Kami mempersiapkan diri agar bisa bertahan hidup," jawab semut.

Belalang tak peduli dengan apa yang dikatakan semut. Musim dingin pun tiba. Belalang menangis dan meringis karena kelaparan serta kedinginan. Seluruh wilayah yang sebelumnya menyediakan banyak bahan makanan, kini tak terlihat karena tertutup salju tebal.

Belalang baru menyadari usaha keras yang dilakukan kawanan semut. Ia menyesali kesombongannya di hari yang lalu.

5. Kisah pohon apel mengajarkan kita tentang kesetiaan seorang sahabat yang tak lekang oleh waktu

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Annie Spratt

Ada seorang anak kecil yang senang sekali bermain di bawah pohon apel yang rindang. Hampir setiap hari, anak kecil itu menghabiskan waktunya untuk memanjat sembari menikmati manisnya buah apel.

Menginjak usia remaja, anak itu tak lagi bermain di bawah pohon apel. Pohon apel merasa sedih karena merasa sepi. Tiba-tiba, anak itu datang lagi. Ia lapar. Lantas, pohon apel mengizinkan sang anak mengambil buah apel dan menjualnya ke pasar untuk mendapatkan uang.

Tahun berikutnya, rumah anak itu kebakaran. Ia kebingungan bagaimana caranya untuk membangun rumahnya kembali. Lagi-lagi, pohon apel menolongnya. Diambillah beberapa batang pohon apel sebagai pondasi rumah yang baru.

Tahun terus berganti, si anak kecil yang dulu ceria, kini sudah renta di makan usia. "Akhirnya kamu kembali," sapa pohon apel. "Kini aku sebatang kara, tak tahu harus ke mana. Hatiku menuntunku berjalan ke sini. Aku tak lagi butuh buahmu, aku hanya perlu bersandar," kata sosok paruh baya.

Kemudian, anak kecil yang sudah tua itu menghembuskan nafas terakhirnya di bawah pohon apel. Bahkan, ia dimakamkan tepat di samping pohon apel tersebut. Kamu harus tahu, sahabat sejati gak akan pernah meninggalkanmu. Bersama kesetiaan, ia akan selalu ada di tempat yang sama untuk menunggumu kembali lagi.

6. Sebuah ketulusan sanggup mengalahkan kejahatan seperti yang terjadi pada kisah "Putri Rambut Merah dan Burung Emas"

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!unsplash/Josh Applegate

Di sebuah kerajaan, hiduplah seorang putri berambut merah yang baik hati. Keindahan rambut sang putri, menarik burung emas untuk bertandang ke balkon kamarnya. Putri dan burung emas melantunkan lagu pengantar tidur untuk seluruh rakyatnya.

Berkat senandung sang putri, rakyatnya selalu bermimpi indah hingga fajar menyingsing. Namun, semua berubah ketika penyihir jahat mengubah rambut merah putri menjadi hitam. Putri sangat sedih dan mencurahkan segala isi hatinya pada burung emas. Nasib buruk itu terus terulang hingga 2 kali.

Suatu hari, ada seorang pangeran datang ke istana. Ia memberikan sehelai rambut merah milik sang putri. Rupanya, pangeran ini adalah teman semasa kecil putri. Beruntung, keajaiban datang. Rambut putri berubah jadi warna merah lagi, setelah direndam oleh sang pangeran.

Berkat ketulusan Pangeran, kekuatan penyihir jahat sirna. Pangeran dan putri memutuskan untuk menikah. Seluruh rakyat pun menyambut gembira.

7. Kisah "Putri dan Katak" mengajarkan kita untuk selalu menepati janji yang telah diucapkan

7 Dongeng Anak Terbaik untuk Pengantar Tidur, Banyak Pesan Moral!imdb.com

Seorang Putri kerajaan yang memesona tengah asik bermain bola di pinggir sungai. Tanpa sengaja, ia menjatuhkan bola kesayangannya hingga masuk ke sungai. Putri sedih karena tak bisa mengambil bola. "Terlalu dalam, bahkan nyaris tak terlihat," gumam Putri.

Tiba-tiba, seekor Katak muncul ke permukaan. Ia menanyakan apa yang membuat Putri murung. Putri menceritakan apa yang terjadi pada Katak dan berjanji akan melakukan apa saja apabila bolanya kembali.

Katak segera mengambil bola ke dasar sungai. Sayangnya, Putri memilih pergi dan meninggalkan Katak usai mendapatkan bolanya kembali. Di suatu malam, Katak mendatangi istana untuk menagih janji Putri. Mau gak mau, Putri akhirnya menepati janjinya dengan Katak.

Pada malam ketiga, Katak buruk rupa berubah menjadi sosok pangeran dambaan. Putri sangat terkejut! Akhirnya, pangeran itu menjelaskan kronologi kutukan yang terjadi padanya beberapa waktu lalu. "Aku dikutuk oleh penyihir jahat menjadi seekor katak. Beruntung, aku bertemu denganmu yang menjadi syarat untuk melepaskan kutukan penyihir jahat itu," cerita pangeran.

Singkat cerita, pangeran mengajak Putri pulang ke istana milik sang ayah. Keduanya memutuskan menikah di sana dan hidup bahagia.

Dan itulah referensi 7 dongeng anak sebelum tidur terbaik yang bisa kamu jadikan sebagai pengantar sebelum tidur. Semoga dapat bermanfaat untuk kamu yang memang sedang mencari referensi bacaan dongeng anak.

Baca Juga: 4 Lokasi Asli Film Frozen di Dunia Nyata, Indah bak Negeri Dongeng

Topic:

  • Syarifah Noer Aulia
  • Febriyanti Revitasari
  • Wendy Novianto
  • Pinka Wima
  • Jumawan Syahrudin
  • SEO Intern
  • Antonius Putu Satria

Berita Terkini Lainnya