Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Rekomendasi Buku Tentang Kesunyian untuk Jiwa yang Tenang

4 Rekomendasi Buku Tentang Kesunyian untuk Jiwa yang Tenang
ilustrasi rekomendasi buku tentang kesunyian (pexels.com/ArtHouse Studio)
Intinya Sih
  • Artikel ini membahas empat buku bertema kesunyian yang membantu pembaca menemukan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang melelahkan secara mental.
  • Keempat buku tersebut mencakup karya nonfiksi, spiritual, fiksi melankolis, hingga klasik filosofis yang menyoroti pentingnya menikmati waktu sendiri dan berdamai dengan keheningan.
  • Melalui rekomendasi ini, pembaca diajak menjadikan membaca sebagai terapi mandiri untuk memahami diri, memperlambat ritme hidup, serta menemukan makna sejati dari kesendirian dan kedamaian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang semakin berisik dan menuntut perhatian, mencari ketenangan batin menjadi sebagai sebuah kemewahan. Gak sedikit dari kita yang merasa sangat lelah secara mental dan mencari pelarian yang sehat, seperti membaca buku dalam rekomendasi buku tentang kesunyian yang dapat menenangkan jiwa yang penat. 

Buku-buku bertema ini gak hanya menawarkan jeda sejenak dari keramaian, tetapi juga memberikan perspektif baru yang mendalam tentang bagaimana caranya menikmati waktu sendiri dengan lebih bermakna dan produktif, lho. Guys, membaca literatur yang membahas tentang sepi atau solitude bisa menjadi terapi mandiri yang sangat ampuh bagi kamu yang sedang merasa terasing atau sekadar butuh istirahat. Nah, berikut ini adalah ulasan  lima buku pilihan yang bisa menemani waktu santaimu dan membantumu berdamai dengan keheningan.

1. Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking

buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking oleh Susan Cain
buku Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking oleh Susan Cain (goodreads.com/Susan Cain)

Buku pertama yang wajib masuk dalam daftar bacaanmu adalah sebuah karya non-fiksi fenomenal yang mengubah cara pandang dunia terhadap kepribadian yang tenang. Alasan utama buku ini dipilih karena mampu memvalidasi perasaan kamu yang mungkin sering merasa salah tempat di dunia yang ‘menyukai’ orang ekstrovert. Melalui buku ini, penyuka diam akan mendapatkan penerimaan diri seutuhnya, di mana kamu akan sadar bahwa menjadi pendiam dan menyukai kesunyian merupakan penerimaan diri yang utuh, bukan kekurangan yang harus diperbaiki.

Dalam buku ini, Susan Cain menulis dengan gaya yang menggabungkan riset psikologi mendalam namun tetap sangat renyah. Seakan-akan kamu memiliki teman hening saat membaca buku ini. Alur pembahasannya juga sangat rapi, dimulai dari sejarah mengapa dunia memuja ekstrover hingga tips praktis bagi kamu untuk bertahan dan bersinar tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain yang berisik.


2. The Things You Can See Only When You Slow Down

ilustrasi buku The Things You Can See Only When You Slow Down oleh Haemin Sunim
ilustrasi buku The Things You Can See Only When You Slow Down oleh Haemin Sunim (goodreads.com/Haemin Sunim)

Jika kamu merasa hidupmu berjalan terlalu cepat hingga kamu lupa caranya jeda, buku ini adalah obat penawar yang paling tepat untukmu. Buku ini dipilih karena menawarkan kebijaksanaan sederhana namun membuat pembacanya sadar tentang pentingnya melambat di tengah tuntutan zaman yang serba instan dan memburu. Bertema mindfulness dan spiritualitas secara universal, mengajarkan kamu untuk menemukan kedamaian batin tidak peduli seberapa kacaunya situasi di sekitarmu saat ini.

Haemin Sunim, seorang biksu Zen asal Korea Selatan yang sangat populer, menyajikan buku ini dengan gaya penulisan unik berupa esai-esai pendek dan aforisme yang menenangkan hati. Buku yang diterbitkan di Indonesia oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ini merupakan terjemahan dari karya yang aslinya terbit tahun 2012, dan sejak itu telah menjadi teman tidur bagi jutaan orang. Apalagi ditambah dengan ilustrasi cantik yang menyertai setiap babnya menambah nilai estetika, sehingga menjadikannya bacaan yang ringan tapi sangat membekas di hati.


3. Norwegian Wood (Noruwei no Mori)

buku Norwegian Wood (Noruwei no Mori) oleh Haruki Murakami
buku Norwegian Wood (Noruwei no Mori) oleh Haruki Murakami (goodreads.com/Haruki Murakami)

Bagi kamu yang lebih menyukai fiksi, novel klasik modern ini menghadirkan nuansa kesunyian yang melankolis, indah, sekaligus menyayat hati tapi artistik. Alasan buku ini direkomendasikan adalah karena kemampuannya menggambarkan rasa sepi dan kehilangan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses menjadi dewasa yang pasti dialami oleh setiap manusia. 

Buku ini memberikan pemahaman bahwa kesedihan dan kesendirian harus dihadapi dan direngkuh, bukan dihindari, agar kita bisa terus melangkah maju meski dengan hati yang terluka. Haruki Murakami, sang penulis legendaris, meramu kisah cinta, kematian, dan pencarian jati diri ini dengan gaya realisme yang memikat pembaca sejak halaman pertama. 

Novel yang diterbitkan di Indonesia oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) ini sebenarnya sudah terbit sejak tahun 1987 di Jepang, namun tetap nyaman dibaca hingga detik ini. Melalui tokoh Toru Watanabe, kamu akan diajak menyelami alur maju-mundur yang penuh dengan dialog filosofis tentang hidup dan bagaimana musik serta buku menjadi teman setia dalam kesunyian.


4. Walden; or, Life in the Woods

buku Walden or, Life in the Woods oleh Henry David Thoreau
buku Walden or, Life in the Woods oleh Henry David Thoreau (goodreads.com/Henry David Thoreau)

Rekomendasi terakhir jatuh kepada sebuah karya klasik yang dianggap sebagai "buku wajib" bagi para pencinta alam dan mereka yang mendambakan hidup sederhana jauh dari peradaban. Buku ini dipilih karena merupakan manifestasi nyata dari eksperimen dalam kesunyian total, di mana penulisnya benar-benar pergi ke hutan untuk mencari esensi kehidupan yang sejati. Nilai utama yang ditawarkan adalah kebahagiaan gak terletak pada materi atau keramaian sosial, melainkan pada kedalaman hubungan manusia dengan alam semesta dan diri sendiri.

Henry David Thoreau menyusun catatan harian ini dengan gaya bahasa yang puitis, filosofis, dan deskriptif, merekam setiap detail perubahan musim dan perenungan batinnya selama tinggal di pinggir danau Walden. Meski pertama kali diterbitkan pada tahun 1854, buku ini tetap terasa relevan bagi kamu yang merasa tercekik oleh materialisme modern, kok. Alurnya berjalan lambat mengikuti ritme alam, mengajak kamu untuk benar-benar berhenti sejenak dan merenungkan apa arti sebenarnya dari kata "hidup" itu sendiri.

Menemukan buku yang tepat seperti menemukan cermin yang memperlihatkan bagian terdalam yang seringkali tersembunyi. Semoga ulasan di atas membantu kamu menemukan sahabat duduk yang paling pas untuk menemani hari-harimu di kala sepi melanda. Jangan lupa untuk menyimpan dan membagikan rekomendasi buku tentang kesunyian ini kepada teman-temanmu, agar mereka juga bisa menemukan ketenangan di tengah riuhnya dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More