Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Menata Kamar Anak agar Lebih Semangat Bersekolah, Ada Zona Khusus

Tips Menata Kamar Anak agar Lebih Semangat Bersekolah, Ada Zona Khusus
Ilustrasi anak menyusun puzzle (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Decluttering kamar anak dengan menyingkirkan barang rusak, tak terpakai, atau tidak disukai dapat mengurangi kekacauan visual, membuat ruang terasa lega, dan memberi ruang mental.

  • Pembagian zona tidur, belajar, dan bermain membantu rutinitas lebih terstruktur serta meningkatkan fokus; tiap sudut dapat diisi perlengkapan seni, buku, atau permainan pendukung perkembangan.

  • Orangtua perlu melibatkan perspektif dan kebutuhan anak dalam penataan, termasuk dekorasi, agar kamar terasa tenang, nyaman, aman untuk emosi, serta mendukung belajar dan pengembangan keterampilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Membangun semangat belajar anak dapat didorong melalui penataan kamar yang rapi, lingkungan yang kondusif, serta suasana yang nyaman. Memahami kebutuhan ini, sepatutnya area belajar dirancang untuk mendorong fokus anak. Tak perlu melakukan renovasi besar-besaran, hanya dengan penataan yang tepat, kamar anak dapat menjadi area yang menunjang aktivitas.

Perubahan sederhana atau penambahan furnitur yang esensial, akan memberikan pengaruh positif terhadap rutinitas belajar buah hati. Berikut beberapa tips menata kamar supaya anak lebih semangat bersekolah dan menikmati waktu belajarnya di rumah.

1. Meminimalisir barang yang tidak diperlukan

ilustrasi anak bermain (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi anak bermain (pexels.com/cottonbro studio)

Merapikan kamar anak dengan melakukan decluttering adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Mengutip laman Homes & Garden, mengurangi kekacauan visual bisa membuat ruangan terasa lebih lega dan bisa menjadikan pikiran lebih fresh.

Disarankan untuk mengurangi barang yang tidak diperlukan, misalnya barang yang telah rusak, buku teks lama, pakaian yang sudah tidak cukup, dan mainan yang mungkin sudah tidak disukai lagi. Psikolog Bayu Prihandito dalam Homes & Garden menegaskan, merapikan kamar anak tak hanya penting untuk membersihkan area fisik, namun juga memberi ruang untuk mental anak-anak. Dengan mengurangi barang yang tidak diperlukan, anak akan memahami nilai setiap benda yang dimiliki sehingga mereka akan menjaganya dan cenderung menjaganya tetap teratur.

2. Membuat zona yang spesifik agar anak fokus

ilustrasi anak berdiri di atas kasur (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi anak berdiri di atas kasur (pexels.com/RDNE Stock project)

Bagi kamar anak dalam zona tertentu berdasarkan fungsi agar memudahkan mereka melakukan aktivitas. Tentukan dengan jelas area untuk tidur, belajar, hingga bermain. Dalam Home & Garden disebutkan, pemisahan visual ini akan membuat rutinitas anak menjadi lebih terstruktur dan membantu mereka mengasosiasikan ruang tertentu dengan aktivitas yang sesuai sehingga lebih fokus.

Bayu menyarankan agar setiap sudut ruangan diisi dengan barang yang menunjang tumbuh kembang anak. Misalnya, perlengkapan seni agar buah hati lebih kreatif, buku-buku untuk meningkatkan intelektualitas, serta permainan untuk menunjang kemampuan kognitif. Tujuan dari dipisahkannya setiap area dalam beberapa zona adalah mendukung anak agar menghabiskan waktu untuk meningkatkan self development dan skill.

3. Melihat suatu ruangan dari sudut pandang anak-anak

ilustrasi anak berjalan di depan rak buku (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi anak berjalan di depan rak buku (pexels.com/Mikhail Nilov)

Seringkali orangtua membangun suatu ruangan hanya mengedepankan perspektif orang dewasa. Akibatnya, anak-anak yang menghuni area tersebut menjadi kurang nyaman dan produktif. Melansir laman School House, cara terbaik untuk mencapai level anak-anak adalah melalui sudut pandang mereka. Artinya, harus memperhatikan kebutuhan dan minat anak.

Komunikasikan dengan anak apa saja yang mereka butuhkan dalam sebuah ruangan. Termasuk dekorasi di dalamnya, apakah ruangan tersebut terlalu banyak dekorasi sehingga mengganggu fokus anak, atau sebaliknya.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menciptakan ruangan yang tenang dan nyaman. Terapis Keluarga Jane Nelsen menyebut bahwa kamar tidur yang tenang untuk anak-anak akan menjadi tempat yang aman untuk melepaskan emosi, menghabiskan waktu sendirian, dan bersantai. Selain itu, ruang yang tenang juga membantu untuk meningkatkan bakat dan skill anak.

Tips di atas bisa diterapkan untuk membangun ruangan yang membantu anak meningkatkan minat belajar. Ternyata sebuah ruangan sangat berpengaruh pada banyak aspek kehidupan buah hati.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More