Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Manfaat Memelihara Hewan bagi Kesehatan Mental Pekerja Kantoran

3 min read
5 Manfaat Memelihara Hewan bagi Kesehatan Mental Pekerja Kantoran
ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/ Mr Catographer)
  • Interaksi dengan hewan peliharaan, seperti mengelus atau mengamati mereka, disebut membantu menurunkan kortisol serta merangsang oksitosin dan dopamin setelah tekanan kerja.
  • Hewan peliharaan memberi kasih sayang tanpa menghakimi, mengurangi rasa kesepian, sekaligus mendorong rutinitas sehat seperti memberi makan, membersihkan area, dan berjalan-jalan.
  • Aktivitas bersama hewan dapat melatih mindfulness melalui fokus pada momen kini serta membuka interaksi sosial baru dengan sesama pemilik hewan dan komunitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menghadapi tumpukan tenggat waktu pekerjaan, rapat marathon tanpa henti, hingga riuk-pikuk kemacetan jalanan saban hari kerap kali menyisakan rasa lelah luar biasa bagi para pekerja kantoran. Tidak jarang, kombinasi tekanan ini memicu beban mental yang merayap perlahan tanpa disadari.

Di tengah hiruk-pikuk rutinitas urban yang melelahkan, keberadaan anabul atau hewan peliharaan di rumah kerap menjadi suaka tersendiri. Kehadiran mereka yang polos bukan sekadar hiburan visual semata, melainkan penyokong emosional yang ampuh menjaga kestabilan jiwa. Simak lima alasan ilmiah dan praktis mengapa memelihara hewan sangat efektif memulihkan kesehatan mental pekerja kantoran.

  1. 1. Menurunkan hormon stres setelah seharian bekerja

    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/cottonbro studios)
    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/cottonbro studios)

    Rasa cemas dan tekanan pekerjaan memicu pelepasan hormon kortisol dalam tubuh. Menariknya, aktivitas sederhana seperti mengelus bulu kucing, mengusap anjing, atau sekadar menyaksikan ikan berenang santai di akuarium terbukti secara klinis mampu menurunkan kadar kortisol sekaligus merangsang pelepasan hormon oksitosin dan dopamin. Seketika rasa tegang di pundak melarut, merelaksasi pikiran yang kalut setelah seharian menatap layar komputer.

  2. 2. Menghadirkan dukungan tanpa menghakimi saat kesepian

    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Pet Foto)
    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Pet Foto)

    Setelah menghabiskan energi untuk menavigasi dinamika profesional yang serba formal dan penuh tuntutan, terkadang kamu hanya butuh ruang aman untuk menjadi diri sendiri. Hewan peliharaan menghadirkan unconditional love atau kasih sayang tanpa syarat. Mereka tidak akan peduli seberapa berantakan harimu di kantor atau berapa banyak kesalahan kecil yang kamu buat. Sambutan hangat mereka di ambang pintu saat kamu pulang melunturkan rasa isolasi dan kesepian.

  3. 3. Membantu membangun rutinitas sehat di luar jam kerja

    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Canan YAŞAR )
    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Canan YAŞAR)

    Batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan sering kali kabur akibat kebiasaan lembur atau burnout. Keberadaan hewan peliharaan memaksamu memiliki struktur rutinitas yang sehat di luar urusan pekerjaan. Menyiapkan makanan di pagi hari, membersihkan area bermain, hingga mengajak anjing berjalan-jalan sore menuntut kamu untuk sebentar mengalihkan perhatian dari urusan kantor. Aktivitas fisik ringan ini membuat tubuh bergerak aktif dan pikiran terbebas dari overthinking.

  4. 4. Melatih kesadaran diri (mindfulness) melalui interaksi sederhana

    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/ Tranmautritam)
    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/ Tranmautritam)

    Berbeda dengan manusia yang kerap cemas memikirkan tenggat waktu besok pagi atau menyesali hasil presentasi tadi siang, hewan hidup sepenuhnya di saat ini (present moment). Mengamati polah anabul yang ketiduran lelap, mengajak bermain tali, atau mendengarkan suara dengkuran (purring) kucing secara alami membawa pikiran kembali ke momen saat ini. Momen-momen mindfulness kecil inilah yang mengisi ulang energi mental secara efektif.

  5. 5. Memperluas interaksi sosial di luar lingkaran kantor

    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Helena Lopes )
    ilustrasi binatang peliharaan (pexels.com/Helena Lopes )

    Terjebak dalam lingkaran sosial yang itu-itu saja di area perkantoran kadang membuat sudut pandang menjadi terbatas. Memelihara hewan membuka kesempatan luas untuk berinteraksi dengan komunitas baru. Mulai dari bertegur sapa dengan sesama pemilik hewan saat berjalan-jalan di taman kota, bertukar tips di grup komunitas, hingga berkunjung ke klinik hewan. Interaksi sosial yang kasual dan hangat ini menjadi penyegaran berharga untuk menjaga keseimbangan jiwa.

    Menjaga kesehatan mental di tengah gempuran kesibukan dunia kerja memang membutuhkan perhatian ekstra. Jika situasi tempat tinggal dan finansial memungkinkan, menghadirkan anggota keluarga berbulu atau bersisik di rumah bisa jadi salah satu investasi kebahagiaan terbaik untuk menyeimbangkan hidupmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More