Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Tanda Hubungan Mulai Kehilangan Batas dengan Lawan Jenis

4 min read
6 Tanda Hubungan Mulai Kehilangan Batas dengan Lawan Jenis
ilustrasi pasangan sedang berkonsultasi (pexels.com/ai25studioai)
Share Article

Memiliki teman lawan jenis saat sedang menjalin hubungan romantis sebenarnya bukan hal yang perlu dipermasalahkan. Pertemanan tetap bisa menjadi bagian dari kehidupan sosial selama batasnya tetap terjaga dan tidak mengganggu hubungan yang sedang dijalani.

Namun, kedekatan tertentu bisa membuat batas tersebut perlahan menjadi samar. Psikolog Jennice Vilhauer, Ph.D., dikutip dari Psychology Today, menjelaskan bahwa pertemanan lawan jenis dapat menjadi ancaman bagi hubungan intim jika tidak dikelola dengan baik. Yuk, ketahui lebih lanjut tanda hubungan mulai kehilangan batas dengan lawan jenis lewat artikel berikut!

  1. 1. Aktivitas bersama teman lawan jenis mulai disembunyikan

    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama
    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)

    Salah satu tanda batas mulai bergeser adalah ketika aktivitas bersama teman lawan jenis sengaja disembunyikan dari pasangan. Misalnya, pertemuan, perjalanan, atau intensitas komunikasi tidak lagi dibicarakan karena khawatir memicu masalah.

    Menurut Jennice Vilhauer, menyembunyikan perilaku dari pasangan termasuk bentuk penipuan yang dapat merusak kepercayaan. Apalagi jika aktivitas tersebut sengaja dirahasiakan karena sudah disadari berpotensi mengganggu hubungan.

    “Kebohongan melalui penghilangan informasi tetap merupakan kebohongan, dan ketika seseorang mulai menyembunyikan perilakunya dari pasangan, ia melakukan bentuk penipuan yang bertujuan mengendalikan persepsi pasangannya,” jelas Jennice Vilhauer.

  2. 2. Teman lawan jenis mulai menjadi tempat utama mencari dukungan emosional

    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi
    ilustrasi pasangan sedang berdiskusi (pexels.com/gustavo-fring)

    Kedekatan perlu diperhatikan ketika teman lawan jenis menjadi orang yang paling sering dicari saat sedang sedih, stres, atau menghadapi masalah. Percakapan yang awalnya ringan bisa berkembang menjadi tempat utama untuk mencurahkan persoalan pribadi dan mencari kenyamanan.

    Dr. Jared Tan, Principal Clinical Psychologist di Focus on the Family Singapore, dikutip dari Focus on the Family Singapore,  menjelaskan bahwa risikonya muncul ketika kebutuhan akan keintiman emosional lebih banyak dipenuhi dari seseorang di luar hubungan utama. Kondisi ini dapat membuka peluang terjadinya perselingkuhan emosional.

    “Bahaya muncul ketika seseorang yang sudah menikah tidak berhati-hati dan memenuhi kebutuhan akan keintiman emosional terutama dari luar pernikahan, sehingga membuka hubungan mereka terhadap risiko perselingkuhan emosional,” ujar Dr. Jared Tan.

  3. 3. Kedekatan dengan teman mulai menyerupai hubungan romantis

    ilustrasi pasangan
    ilustrasi pasangan sedang membaca (pexels.com/rdne)

    Batas pertemanan dapat menjadi kabur ketika interaksi mulai menyerupai perilaku pasangan romantis. Misalnya, terdapat sentuhan bernuansa flirtasi, candaan seksual, atau perhatian yang terasa lebih dari sekadar pertemanan.

    Jennice Vilhauer menjelaskan bahwa perilaku flirtasi dengan teman lawan jenis di depan pasangan dapat menciptakan situasi yang mempermalukan pasangan. Karena itu, cara seseorang berinteraksi dengan teman juga perlu mempertimbangkan rasa aman dan penghargaan dalam hubungan.

  4. 4. Pertemanan mulai melewati batas yang dianggap wajar

    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama
    ilustrasi pasangan sedang menikmati momen bersama (pexels.com/samson-katt)

    Gak semua pertemanan lawan jenis memiliki tingkat kedekatan yang sama. Namun, batas bisa mulai bergeser ketika intensitas komunikasi, pertemuan, atau aktivitas bersama terasa seperti hubungan yang lebih dari sekadar teman.

    Jennice Vilhauer menyarankan untuk melihat hubungan tersebut dari sudut pandang orang lain. Jika hubungan itu tampak janggal atau berpotensi dipertanyakan oleh orang yang melihatnya dari luar, pasangan pun bisa memiliki kekhawatiran yang sama.

  5. 5. Teman lawan jenis mulai diprioritaskan di atas pasangan

    ilustrasi pasangan sedang berkonsultasi
    ilustrasi pasangan sedang berkonsultasi (pexels.com/ai25studioai)

    Memiliki teman dekat tetap bisa berjalan berdampingan dengan hubungan romantis. Masalahnya muncul ketika teman lawan jenis mulai mendapatkan waktu dan perhatian yang secara konsisten mengorbankan kebutuhan pasangan.

    Jennice Vilhauer memasukkan tindakan memprioritaskan teman lawan jenis di atas hubungan intim sebagai salah satu perilaku yang dapat merusak ikatan pasangan. Dalam hubungan yang berkomitmen, keseimbangan antara pertemanan dan tanggung jawab terhadap pasangan tetap perlu dijaga.

  6. 6. Keberatan pasangan selalu dianggap sebagai kecemburuan

    ilustrasi pasangan berdebat (pexels.com/budgeronbach)
    ilustrasi pasangan berdebat (pexels.com/budgeronbach)

    Rasa gak nyaman terhadap pertemanan lawan jenis gak selalu berarti pasangan sedang cemburu atau merasa gak aman. Perasaan tersebut bisa menjadi tanda bahwa ada perilaku tertentu yang perlu dibicarakan dan batas hubungan yang perlu diperjelas.

    Jennice Vilhauer juga mengingatkan bahwa menyebut pasangan cemburu atau gila ketika mereka menyampaikan kekhawatiran justru dapat mengabaikan persoalan dalam hubungan. Sebaliknya, kekhawatiran tersebut bisa menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk membicarakan batas yang membuat hubungan tetap terasa aman dan saling menghargai.

    Pertemanan dengan lawan jenis tidak otomatis menjadi ancaman bagi hubungan romantis. Namun, ketika mulai muncul rahasia, kedekatan emosional yang berlebihan, perilaku romantis, atau perhatian yang menggeser pasangan, batas hubungan perlu kembali dibicarakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More