Istirahat seharusnya menjadi waktu untuk memulihkan energi setelah menjalani berbagai aktivitas dan tuntutan sehari-hari. Namun, bagi banyak Gen Z, beristirahat sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Meski tubuh sudah merasa lelah, pikiran tetap aktif memikirkan pekerjaan, tugas, target pribadi, hingga berbagai hal yang belum selesai.
Di tengah budaya yang mengagungkan kesibukan dan produktivitas, banyak orang merasa harus terus bergerak agar tidak tertinggal. Ditambah dengan paparan media sosial dan arus informasi yang tidak pernah berhenti, waktu luang pun sering dipenuhi rasa bersalah, tekanan, atau kekhawatiran karena tidak melakukan sesuatu yang dianggap produktif.
Akibatnya, istirahat tidak lagi terasa sepenuhnya menenangkan. Tubuh mungkin berhenti bekerja, tetapi mental tetap sibuk dan sulit benar-benar rileks. Karena itu, penting untuk memahami berbagai faktor yang membuat istirahat terasa sulit agar kamu bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan waktu luang dan kebutuhan untuk memulihkan energi. Berikut beberapa alasan yang sering dialami banyak Gen Z.
