"Mandi terlalu sering dapat menghilangkan minyak pelindung kulit dan mengganggu keseimbangan mikrobioma kulit. Akibatnya, ujung-ujung saraf menjadi lebih sensitif sehingga kulit terasa gatal, iritasi, dan tidak nyaman meskipun secara kasat mata tampak normal," ujar Mona Gohara, MD, dokter spesialis kulit bersertifikat dan Associate Clinical Professor of Dermatology di Yale School of Medicine, dikutip dari Real Simple.
5 Tanda Kulitmu Mengalami Overwashing, Jangan Diabaikan!

Mandi dan membersihkan tubuh penting untuk menjaga kesehatan kulit. Namun, terlalu sering melakukannya dapat merusak skin barrier dan menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit.
Tidak ada patokan pasti mengenai frekuensi mandi yang ideal bagi setiap orang. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda overwashing agar kesehatan kulit tetap terjaga. Berikut beberapa tanda kulitmu mungkin mengalami overwashing.
1. Kulit terasa tertarik dan kencang setelah mandi

Kulit yang sehat seharusnya tetap terasa nyaman setelah mandi. Jika kulit terasa tertarik dan tidak nyaman setiap kali bergerak, bisa jadi kelembapan alaminya telah banyak berkurang akibat terlalu sering mandi, penggunaan air panas, atau sabun yang terlalu keras.
Sensasi kulit yang terasa kencang juga dapat menjadi tanda bahwa skin barrier sedang mengalami gangguan. Ketika lapisan pelindung kulit ini rusak, kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering, sensitif, dan tidak nyaman.
2. Kulitmu selalu terasa gatal meskipun tidak ada ruam

Kulit yang terasa gatal tidak selalu disebabkan oleh alergi atau cuaca yang dingin. Dalam beberapa kasus, rasa gatal justru menjadi salah satu tanda bahwa kulit terlalu sering dibersihkan. Kondisi ini dapat terjadi meskipun kulit terlihat baik-baik saja secara kasat mata.
Terlalu sering mandi menggunakan air panas dapat menghilangkan minyak alami yang membantu menjaga kesehatan kulit. Akibatnya, ujung-ujung saraf pada kulit menjadi lebih sensitif sehingga kulit terasa gatal dan tidak nyaman. Jika dibiarkan, kebiasaan ini juga berpotensi memperparah iritasi yang sudah ada sebelumnya.
3. Kulit terlihat kusam dan lebih mudah mengalami iritasi

Overwashing tidak hanya memengaruhi kenyamanan kulit, tetapi juga penampilannya. Kulit yang terlalu sering kehilangan kelembapan biasanya tampak lebih kusam dan kehilangan kilau sehat alaminya. Bahkan, produk skincare yang sebelumnya cocok digunakan pun dapat tiba-tiba terasa perih di kulit.
Hal ini terjadi karena skin barrier yang rusak membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap bahan aktif maupun faktor lingkungan. Akibatnya, zat yang sebelumnya tidak menimbulkan masalah menjadi lebih mudah mengiritasi kulit. Jika mengalaminya, cobalah menyederhanakan rutinitas skincare untuk membantu memulihkan lapisan pelindung kulit.
"Ketika skin barrier mengalami kerusakan, bahan-bahan yang sehari-hari terasa lembut di kulit, termasuk pelembap tanpa pewangi dan skincare yang gentle, dapat menimbulkan sensasi perih atau terbakar karena zat-zat iritan lebih mudah menembus kulit," ujar Mona Gohara.
4. Kulitmu menjadi kering dan mudah mengelupas

Kulit yang kering dan mengelupas memang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun, salah satu penyebab yang kerap tidak disadari adalah kebiasaan mandi yang terlalu lama dan terlalu sering. Penggunaan air panas juga dapat memperparah kondisi tersebut karena membantu melarutkan lipid alami yang menjaga kelembapan kulit.
Kulit manusia memiliki lapisan pelindung terluar yang disebut stratum corneum. Ketika terlalu sering digosok menggunakan waslap atau spons mandi, lapisan ini dapat mengalami kerusakan secara perlahan. Akibatnya, kulit lebih rentan kehilangan kelembapan dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki dirinya sendiri.
"Berendam atau mandi terlalu lama akan menghilangkan minyak alami dari kulitmu," ujar Carolyn Goh, MD, Assistant Clinical Professor of Dermatology di UCLA, dikutip dari Business Insider.
5. Pelembap yang digunakan terasa tidak lagi bekerja dengan baik

Jika kamu rutin menggunakan pelembap setelah mandi tetapi kulit tetap terasa kering, bisa jadi skin barrier-mu sedang mengalami gangguan. Kondisi ini membuat kulit lebih sulit mempertahankan kelembapan sehingga pelembap tidak dapat bekerja secara optimal. Karena itu, penting untuk menyeimbangkan penggunaan skincare dengan kebiasaan mandi yang sehat.
Selain memilih pelembap yang sesuai, penting untuk memperhatikan cara mandi setiap hari. Menggunakan air hangat suam-suam kuku, mempersingkat durasi mandi, dan segera mengaplikasikan pelembap setelah mandi dapat membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus memulihkan fungsi skin barrier secara bertahap.
"Jika kamu sudah mengoleskan lotion dalam jumlah banyak, tetapi kulit masih terasa kering satu jam kemudian, masalahnya mungkin bukan pada pelembapmu. Bisa jadi kebiasaan mandi berulang kali membuat skin barrier menjadi 'bocor' sehingga tidak mampu mempertahankan kelembapan kulit," ujar Mona Gohara.
Kulit yang sehat tidak harus terasa kesat setelah mandi, tetapi tetap nyaman dan lembap. Jadi, jangan abaikan sinyal yang diberikan kulitmu karena bisa jadi itu merupakan tanda bahwa tubuhmu membutuhkan rutinitas perawatan yang lebih tepat.




![[QUIZ] Dari Murid Tadika Mesra, Apakah Kamu Mahasiswa Kupu-Kupu atau Bukan?](https://image.idntimes.com/post/20250525/img-20250524-171040-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-18c86825124943ca3aa285fede1cb3b7.jpg)















