Pencapaian sering kali menjadi salah satu tolok ukur yang digunakan seseorang untuk menilai keberhasilan dirinya. Ketika berhasil meraih sesuatu, kita merasa lebih percaya diri, sedangkan kegagalan atau ketertinggalan dari orang lain bisa membuat kita mempertanyakan kemampuan sendiri. Tanpa disadari, cara pandang ini dapat membuat kita menilai diri berdasarkan apa yang berhasil dicapai, bukan berdasarkan siapa diri kita sebenarnya.
Keinginan untuk berkembang memang wajar, tetapi menjadikan pencapaian sebagai satu-satunya sumber harga diri bisa membuat hidup terasa melelahkan. Kita mungkin terus mengejar target baru karena merasa belum cukup baik, meskipun sudah berusaha keras dan mencapai banyak hal. Lalu, apa yang membuat kita sering mengaitkan harga diri dengan pencapaian? Berikut adalah lima alasannya.
