Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Alasan Mencari Bantuan Kesehatan Mental Bukan Tanda Kelemahan

5 Alasan Mencari Bantuan Kesehatan Mental Bukan Tanda Kelemahan
ilustrasi konsultasi kesehatan jiwa (pexels.com/Timur Weber)
  • Mencari bantuan psikolog atau psikiater diposisikan sebagai langkah wajar untuk gangguan mental, seperti berobat ke dokter saat mengalami masalah fisik.
  • Mengakui kondisi psikologis yang terganggu, terutama ketika produktivitas dan kualitas hidup terdampak, menjadi langkah awal penting menuju pemulihan melalui intervensi profesional.
  • Datang konsultasi, konsisten menjalani terapi, dan mematuhi pengobatan meski menghadapi stigma, ketakutan, atau efek samping menunjukkan perjuangan untuk pulih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Masalah kesehatan mental sebenarnya dapat dialami oleh siapa pun. Ini tidak ubahnya sakit fisik. Orang yang hari ini terlihat sehat jasmani dan rohaninya dapat suatu ketika mengalami baik gangguan kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, seharusnya upaya untuk mencari kesembuhan melalui bantuan profesional dianggap wajar.

Orang dengan keluhan kesehatan badan pergi ke dokter umum atau spesialis yang sesuai. Sementara itu, orang dengan gangguan kecemasan, suasana hati, dan sebagainya dapat menemui psikolog atau psikiater. Akan tetapi, masih banyak orang yang merasa takut bahkan malu buat mencari bantuan profesional untuk persoalan kesehatan jiwanya.

Kamu harus paham bahwa langkah ini bukan tanda dirimu lemah. Justru upayamu untuk pulih dengan datang ke rumah sakit atau tempat konsultasi merupakan keberanian besar. Simak alasannya di bawah ini dan jangan ragu untuk sesegera mungkin pergi berkonsultasi.

  1. 1. Kamu berani mengakui kondisi psikismu sedang tidak baik-baik saja

    sesi konsultasi
    ilustrasi sesi konsultasi (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Pengakuanmu akan keadaan mental yang sedang gak baik-baik saja menjadi langkah pertama yang sangat menentukan untuk ke depannya. Bagaimana dirimu bakal bisa pulih secara kejiwaan jika terus menyangkal masalah yang telah dialami sekian lama? Persoalannya adalah pengingkaran seperti apa pun pada akhirnya tidak akan membuat kondisimu membaik dengan sendirinya.

    Intervensi oleh profesional di bidang kesehatan jiwa mutlak diperlukan jika masalahmu bukan sekadar stres sebentar oleh beban kerja, misalnya. Produktivitas serta kualitas hidupmu sudah mulai tergsnggu. Beberapa tandanya ialah kamu mengalami insomnia parah atau sangat sulit memfokuskan pikiran pada tugas-tugas penting. Pengakuan atas keadaan mentalmu yang tidak baik-baik saja merupakan separuh perjalanan menuju pemulihan.

  2. 2. Dirimu bahkan sedang berjuang untuk lebih sehat

    konseling
    ilustrasi konseling (pexels.com/Gustavo Fring)

    Semua perjuangan pasti tidak mudah. Apalagi saat kamu berjuang untuk pulih dari masalah mental yang selama ini membelenggu. Semangat terbesar untuk pulih harus datang dari diri sendiri.

    Orang terdekatmu sekalipun tidak akan bisa memaksamu untuk menemui profesional di bidang kesehatan jiwa kalau dirimu menolak. Kecuali, kondisimu sudah benar-benar hilang ingatan dan tak terkendali. Mereka akan memaksamu agar mau dibawa ke rumah sakit.

    Namun, kamu dengan kesadaran sendiri datang ke rumah sakit atau tempat konsultasi psikologi. Ini tentu tidak semudah kelihatannya. Dirimu mengalahkan begitu banyak ketakutan untuk dapat sampai di sana.

  3. 3. Stigma di masyarakat tak membuatmu gentar

    konseling
    ilustrasi konseling (pexels.com/cottonbro studio)

    Ada dua pertarungan sekaligus yang dihadapi olehmu saat mencari bantuan ahli kejiwaan. Pertama, pertarungan dengan masalah psikis yang cenderung menghambatmu buat ke sana. Misalnya, dirimu mengalami kecemasan setiap bertemu orang baru atau orang banyak.

    Kecemasan itu tentu akan terbangkitkan kalau kamu pergi ke rumah sakit. Semua orang yang ada di sana asing bagimu. Sesi konseling berdua dengan psikolog pun terasa menakutkan buatmu.

    Sementara itu, pertarungan kedua ialah kamu melawan stigma di masyarakat. Masih banyak anggapan bahwa pergi ke psikiater atau psikolog berarti gila. Saat kamu sudah berani ke sana artinya telah berhasil mengalahkan ketakutanmu akan pandangan orang. Buatmu, paling penting ialah menyelamatkan mentalmu.

  4. 4. Konsisten mengikuti terapi saat mental gak stabil bukan hal mudah

    konseling
    ilustrasi konseling (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Terapi kejiwaan biasanya cukup panjang. Kamu tidak bisa hanya datang 1 atau 2 kali lalu dinyatakan sembuh total. Bahkan dalam banyak kasus, kesembuhan yang dicapai ialah sembuh secara sosial. Artinya, gangguan mentalnya tidak benar-benar hilang.

    Masalah kejiwaan yang dialami hanya menjadi terkendali berkat berbagai terapi yang berkelanjutan. Kamu dapat berinteraksi dengan orang lain seperti orang-orang pada umumnya. Dirimu juga bisa bekerja. Kualitas hidupmu kembali.

    Namun, konsistensi dalam menjalani terapi berkelanjutan begini juga tidak mudah. Suasana hatimu barangkali gampang berubah. Kemarin kamu sangat bersemangat untuk pergi terapi hari ini. Setelah tiba waktunya berangkat malah semangatmu sedang di titik terendah. Hanya orang hebat yang mampu mendorong dirinya buat tetap mengikuti terapi sesuai jadwal.

  5. 5. Keinginanmu untuk pulih lebih besar daripada efek samping obat

    konseling
    ilustrasi konseling (pexels.com/Antoni Shkraba)

    Tidak semua masalah psikologis perlu diatasi dengan pemberian obat-obatan atau farmakoterapi. Banyak orang hanya perlu mengikuti sesi konseling bersama psikolog untuk mengurai kecemasan-kecemasan yang dirasakan. Kemudian cara berpikir bersama-sama dibentuk ulang ke arah yang lebih baik.

    Namun, kalau kamu sampai perlu minum obat secara teratur dalam waktu panjang tentu akan ada efek sampingnya. Misalnya, kantuk yang sangat kuat, mual, dan sebagainya. Berbagai rasa tidak nyaman ini tak jarang mendorong pasien melakukan putus obat tanpa izin psikiater.

    Tindakan seperti ini malah akan membuat gangguan mentalmu kembali seperti sebelum mendapatkan pengobatan sama sekali. Semangatmu untuk tetap mengonsumsi obat yang diresepkan adalah keberanian yang luar biasa. Tekadmu buat pulih mampu mengalahkan segala ketidaknyamanan akibat efek samping obat.

    Mumpung kondisimu belum terlalu buruk, kamu harus berani mencari bantuan profesional guna mengatasi persoalan psikis yang sudah dialami sekian lama. Kamu gak kudu pergi sendiri bila merasa takut. Mintalah orang yang sangat dipercaya olehmu untuk menemani. Semoga kondisimu lekas membaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More