Cara kita berbicara dan bersikap dapat memengaruhi perasaan orang lain, bahkan ketika gak ada niat untuk menyakiti. Dalam kehidupan sehari-hari, ada ucapan atau perilaku yang tampak sepele, tetapi dapat membuat seseorang merasa diremehkan, dikucilkan, atau kurang dihargai. Karena sering terjadi dalam percakapan biasa, bentuk perilaku seperti ini kerap luput dari perhatian.
Microaggression merupakan ucapan, tindakan, atau sikap yang secara tidak langsung menyampaikan prasangka, stereotip, atau perlakuan yang merendahkan terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Perilaku ini sering dilakukan tanpa disadari sehingga pelakunya menganggapnya sebagai candaan, pujian, atau komentar biasa. Meski begitu, dampaknya tetap dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman atau kurang dihormati.
Menjadi lebih peka terhadap microaggression bukan berarti harus takut berbicara. Sebaliknya, kesadaran ini membantu kita membangun komunikasi yang lebih menghargai pengalaman dan perasaan orang lain. Berikut lima bentuk microaggression yang sering terjadi tanpa disadari.
