Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Melepaskan Kebiasaan yang Gak Sehat di Hidup kamu
Ilustrasi membuat daftar perubahan (magnific.com/magnific)
  • Perubahan kebiasaan tidak sehat sebaiknya dimulai dengan mengenali pola dan pemicunya, seperti bosan, stres, lelah, atau waktu luang, lalu menyiapkan aktivitas alternatif.
  • Fokus mengubah satu kebiasaan secara bertahap dengan target realistis. Kebiasaan lama perlu diganti pilihan lebih sehat yang mudah dilakukan agar konsistensi terjaga.
  • Lingkungan dapat diatur untuk menjauhkan pemicu, misalnya mematikan notifikasi atau menjauhkan ponsel. Jika kembali mengulang kebiasaan lama, evaluasi pemicu dan strategi tanpa menyalahkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap orang bisa punya kebiasaan yang sebenarnya ingin ditinggalkan. Mulai dari terlalu sering begadang, menunda pekerjaan, makan tanpa memperhatikan rasa lapar, sampai terlalu lama bermain media sosial. Kebiasaan tersebut bisa muncul berulang kali hingga terasa seperti bagian otomatis dari rutinitas sehari-hari.

Mengubah kebiasaan gak selalu mudah karena sesuatu yang sudah dilakukan berulang kali bisa terasa sulit dihentikan. Kamu mungkin sudah berniat untuk berubah, tetapi tetap kembali melakukan pola yang sama. Kondisi ini wajar terjadi ketika kebiasaan sudah menjadi bagian dari keseharian.

Karena itu, kamu gak perlu memaksakan perubahan besar dalam waktu singkat. Mulailah dengan mengenali pola, memahami pemicunya, lalu membuat perubahan kecil yang realistis. Kebiasaan baru akan lebih mudah dipertahankan ketika kamu menjalaninya secara bertahap dan konsisten.

1. Kenali pemicu kebiasaan tersebut

Ilustrasi kenali pemicu stres (magnific.com/freepik)

Coba perhatikan kapan kamu biasanya melakukan kebiasaan yang ingin diubah. Apakah saat sedang bosan, stres, lelah, kesepian, atau justru ketika punya terlalu banyak waktu luang? Memperhatikan situasi sebelum kebiasaan muncul bisa membantu kamu menemukan pola yang selama ini mungkin gak disadari.

Mengenali pemicunya bisa membantu kamu memahami alasan di balik kebiasaan tersebut. Kamu jadi tahu situasi atau kondisi seperti apa yang biasanya membuatmu kembali melakukannya. Dari sini, kamu bisa lebih siap ketika menghadapi situasi yang sama.

Setelah menemukan polanya, coba siapkan aktivitas alternatif yang mudah dilakukan. Misalnya, ketika ingin membuka media sosial karena bosan, kamu bisa berjalan sebentar, mendengarkan musik, atau melakukan aktivitas lain yang membuat perhatianmu beralih. Dengan begitu, kamu punya pilihan sebelum kembali mengikuti kebiasaan lama.

2. Ubah satu kebiasaan secara bertahap

Ilustrasi membuat daftar perubahan (freepik.com/ benzoix)

Ketika ingin memperbaiki banyak hal sekaligus, kamu mungkin membuat daftar perubahan yang terlalu panjang. Akibatnya, rutinitas baru terasa berat dan sulit dipertahankan. Kamu pun bisa kehilangan motivasi ketika merasa harus mengubah terlalu banyak hal dalam waktu yang bersamaan.

Pilih satu kebiasaan yang paling ingin kamu ubah terlebih dahulu. Tentukan target yang realistis dan sesuaikan dengan kondisi sehari-hari. Fokus pada satu perubahan membuatmu lebih mudah melihat perkembangan tanpa merasa terbebani oleh terlalu banyak target.

Misalnya, kalau biasanya tidur sangat larut, kamu bisa mencoba memajukan waktu tidur secara perlahan. Gak perlu langsung mengubahnya secara drastis. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas baru.

3. Ganti dengan kebiasaan yang lebih sehat

Ilustrasi membaca (magnific.com/freepik)

Menghilangkan sebuah kebiasaan tanpa menyediakan penggantinya bisa membuatmu kembali ke pola lama. Karena itu, coba cari aktivitas lain yang bisa memenuhi kebutuhan yang sama. Dengan begitu, kamu tetap punya pilihan ketika dorongan untuk melakukan kebiasaan tersebut muncul.

Misalnya, kalau kamu sering scrolling ketika merasa bosan, siapkan beberapa aktivitas singkat seperti membaca, mendengarkan musik, merapikan kamar, atau berjalan kaki. Pilih kegiatan yang mudah dilakukan dan bisa langsung menjadi alternatif ketika tangan mulai ingin mengambil ponsel.

Tujuannya bukan membuat diri terus sibuk sepanjang waktu. Kamu sedang menyediakan pilihan yang lebih sesuai ketika dorongan untuk melakukan kebiasaan lama muncul. Semakin mudah alternatif tersebut dilakukan, semakin besar kemungkinan kamu menggunakannya secara konsisten.

4. Jauhkan pemicu dari sekitar

Ilustrasi matikan notifikasi (magnific.com/BalashMirzabey)

Lingkungan bisa memengaruhi kebiasaan yang kamu lakukan setiap hari. Kalau pemicu suatu kebiasaan selalu berada di dekatmu, keinginan untuk mengulanginya bisa semakin mudah muncul. Karena itu, mengubah beberapa hal di sekitar bisa membantu kamu mengurangi dorongan tersebut.

Coba sesuaikan lingkungan dengan kebiasaan yang ingin kamu tinggalkan. Kamu bisa mematikan notifikasi aplikasi, menyimpan camilan di tempat yang gak mudah terlihat, atau meletakkan ponsel jauh dari tempat tidur. Buat pemicu tersebut lebih sulit dijangkau agar kamu punya waktu untuk berpikir sebelum mengikutinya.

Semakin sedikit pemicu yang kamu temui, semakin besar kesempatan untuk memberi jeda sebelum mengikuti dorongan tersebut. Lingkungan yang mendukung juga bisa membuat proses mengubah kebiasaan terasa lebih ringan. Mulailah dari perubahan kecil yang paling mudah kamu terapkan dalam keseharian.

5. Jangan menyerah setelah kembali melakukan kebiasaan lama

Ilustrasi menenangkan diri (pexels.com/MART PRODUCTION)

Ada kemungkinan kamu kembali melakukan kebiasaan yang ingin ditinggalkan. Kondisi tersebut gak berarti semua usaha sebelumnya sia-sia. Daripada menyalahkan diri sendiri, coba lihat apa yang membuatmu kembali melakukannya. Mungkin ada pemicu tertentu yang belum kamu sadari atau target yang perlu dibuat lebih realistis.

Gunakan pengalaman tersebut untuk memperbaiki strategi. Kamu selalu bisa kembali mencoba tanpa harus menunggu hari atau minggu berikutnya. Melepaskan kebiasaan yang gak sehat membutuhkan proses. Kamu gak harus langsung sempurna atau berubah dalam semalam. Mulai dengan mengenali pemicu, mengurangi kebiasaan secara bertahap, dan menyiapkan alternatif yang lebih baik. Yang penting, tetap memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk belajar membangun pola baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article