Memprioritaskan diri sendiri terasa sulit ketika kamu terbiasa memastikan semua orang baik-baik saja lebih dulu. Saat tubuh sudah lelah, kamu masih bisa merasa bersalah hanya karena memilih istirahat daripada memenuhi permintaan orang lain. Masalahnya, kebutuhanmu terbiasa ditempatkan paling belakang.
Menjaga diri bukan berarti berubah menjadi orang egois yang hanya memikirkan diri sendiri. Kamu perlu tahu kapan berhenti memberi agar perhatianmu gak lahir dari rasa terpaksa. Berikut ini lima cara membangun prioritas diri tanpa terus dihantui rasa bersalah.
