Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Butterfly Cut Masih Jadi Tren, Seberapa Sulit Perawatannya?

Butterfly Cut Masih Jadi Tren, Seberapa Sulit Perawatannya?
Butterfly cut ala Sabrina Carpenter (instagram.com/sabrinacarpenter)
  • Butterfly cut memadukan shag dan layer, dengan lapisan panjang di bawah bahu serta lapisan pendek pembingkai wajah untuk menciptakan volume dan ilusi rambut pendek tanpa menghilangkan panjang.
  • Potongan ini cocok untuk berbagai panjang dan bentuk wajah dengan penyesuaian, terutama wajah oval serta persegi; perawatannya minim dan dapat bertahan hingga 12 minggu tanpa dipangkas.
  • Penataan butterfly cut mengandalkan blow dry, produk penambah volume, mousse, dan sikat bulat; gaya bergelombang, half ponytail, claw clip, messy bun, atau kuncir kuda menonjolkan lapisannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap kali bosan dengan gaya rambut kita saat ini, kita pasti mencari inspirasi di media sosial. Belakangan ini, banyak sekali potongan dan gaya rambut yang sedang tren, salah satunya butterfly cut, yang memiliki tampilan menawan dan bervolume, memberikan kesan supermodel era '70-an dan '90-an.

Maka dari itu, butterfly cut masih jadi tren. Lalu, seberapa sulit perawatannya? Di sini, kamu akan tahu semua tentang butterfly cut yang sedang tren ini. Keep scrolling!

  1. 1. Apa itu butterfly cut?

    Ilustrasi butterfly cut
    Ilustrasi butterfly cut (generated image by chatGPT/Aliya F. Izetti)

    Butterfly cut memiliki esensi dari gaya shag dan panjang seperti potongan rambut berlapis (layer cut) ala superstar tahun 90-an, menjadikannya salah satu potongan rambut paling serbaguna saat ini. Yang membedakan tampilan ini dari semua potongan layer lainnya adalah butterfly cut memiliki dua bagian yang berbeda; lapisan panjang yang jatuh di bawah bahu untuk menambah panjang, dan lapisan pendek yang mencapai dua hingga tiga inci di bawah dagu untuk membingkai wajah dan menambah volume.

    "Butterfly cut memberikan ilusi rambut pendek sambil mempertahankan panjang, menawarkan ruang aman untuk perubahan," kata Sunnie Brook, seorang penata rambut, dikutip dari Allure.

    Dengan banyaknya selebriti yang menggunakan gaya rambut ini akhir-akhir ini, tidak heran jika gaya rambut ini semakin populer dalam beberapa bulan terakhir.

  2. 2. Butterfly cut paling cocok untuk siapa?

    Ilustrasi butterfly cut
    Ilustrasi butterfly cut (generated image by chatGPT/Aliya F. Izetti)

    Butterfly cut bisa diterapkan ke banyak orang karena ampilan ini tampak indah dan cocok untuk semua panjang rambut. Meskipun potongan rambut ini cocok untuk semua bentuk wajah dengan sedikit penyesuaian, beberapa orang mungkin lebih menyukai gaya ini.

    “Potongan rambut ini akan paling cocok untuk wajah berbentuk oval dan persegi karena bagaimana lapisan-lapisan tersebut membingkai dan membentuk wajah,” jelas Matt Swinney, Duta Artistik Redken dan pemilik bersama Evolution Salon, dikutip dari Byrdie.

    Selain itu, jika kamu bukan termasuk orang yang rajin memangkas rambut, kamu beruntung dengan potongan ini karena perawatannya relatif mudah. ​​Menurut Swinney, butterfly cut perawatannya minim dan bisa bertahan hingga 12 minggu tanpa dipangkas.

  3. 3. Cara menata dan merawat butterfly cut

    Butterfly cut ala Lana Condor
    Butterfly cut ala Lana Condor (instagram.com/lanacondor)

    Menata dan merawat butterfly cut mungkin tampak rumit pada awalnya, tetapi mendapatkan rambut yang layak seperti di salon sebenarnya sangat mudah. ​​Pertama-tama, kamu perlu melakukan blow dry sendiri di rumah untuk memaksimalkan volume dan menonjolkan lapisan rambut.

    Persiapkan rambut dengan semprotan penambah volume dan mousse sebelum menggunakan pengering rambut dan sikat bulat atau alat all-in-one favorit. Untuk menambah volume, kamu dapat menggunakan hot rollers untuk menata rambut.

    Untuk hasil blow dry yang mengembang dan tahan lama sepanjang hari, penata rambut selebriti di Los Angeles, Clariss Anya Rubenstein merekomendasikan produk penata rambut ringan untuk menghilangkan rambut kusut tanpa membuat rambut menjadi lepek. Intinya adalah membiarkan rambut mengembang dan berlapis-lapis itu terurai bebas.

  4. 4. Ide styling butterfly cut

    ilustrasi model rambut curtain bangs with shoulder-length layers (youtube.com/Styles By Summer)
    ilustrasi model rambut curtain bangs with shoulder-length layers (youtube.com/Styles By Summer)

    Soal penataan rambut, media sosial dipenuhi dengan butterfly cut yang ditata menjadi gaya blow-out bergelombang dan berkilau. Adapun gaya blow-out klasik dan kuncir kuda setengah tinggi melengkapi potongan rambut ini, berkat bagaimana gaya tersebut membuat lapisan rambut terlihat lebih hidup dan bersemangat.

    Sementara itu, jika kamu ingin merangkul estetika tahun '90-an, Rubenstein menyukai ide untuk menggunakan jepit rambut cakar (claw clip) pada hari-hari ketika kamu ingin rambut diikat ke belakang.

    “Potongan rambut ini juga sangat cute jika diikat setengah ke belakang dengan jepit rambut cakar. Ini menonjolkan panjang dan lapisan rambut serta membiarkan sedikit rambut terurai di sekitar wajah," jelasnya, dikutip dari Byrdie.

    Gaya sanggul acak-acakan (messy bun) juga bisa menjadi referensi yang bagus, apabila kamu suka mengikat rambut, selain menggunakan claw clip. Hal yang sama berlaku untuk gaya rambut kuncir kuda. Tarik ke belakang lapisan rambut yang panjang dan biarkan lapisan rambut yang lebih pendek jatuh membingkai wajah.

    Kamu bisa kunjungi salon setiap 8-12 minggu untuk merapikan ujung rambut yang bercabang dan menjaga bentuk rambut yang tertata rapi. Ternyata merawat dan menata butterfly cut tidak rumit, loh! Kamu tertarik mencoba potongan rambut ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More