“Kabar baiknya, sebagian besar tanah lama sebenarnya tidak ‘buruk’, hanya sudah lelah,” ujar Donna Letier.
7 Cara Cerdas Memanfaatkan Tanah Pot Bekas, Jangan Langsung Dibuang

- Tanah pot bekas dapat disegarkan dengan kompos, nutrisi, atau potting mix baru, lalu dipakai kembali selama tidak berasal dari tanaman yang sakit atau terserang hama.
- Media lama bisa dimanfaatkan untuk campuran kompos, mengisi cekungan halaman, menanam sukulen atau kaktus, serta menjadi lapisan atas bedeng kebun.
- Tanah yang tidak lagi dibutuhkan dapat didonasikan untuk kegiatan seni atau kebun komunitas, maupun digunakan membuat area bunga liar yang menarik penyerbuk.
Punya tanah pot bekas setelah memindahkan tanaman ke wadah baru? Jangan buru-buru membuangnya karena tanah lama masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan berkebun. Selain lebih ramah lingkungan, menggunakan kembali tanah juga bisa membantu mengurangi pengeluaran untuk membeli media tanam baru.
Namun, tanah bekas tidak selalu bisa langsung digunakan begitu saja. Jika sebelumnya digunakan untuk tanaman yang sakit atau terserang hama, tanah perlu mendapat penanganan khusus agar tidak membawa penyakit dan hama ke tanaman lain. Berikut ini cara cerdas memanfaatkan tanah pot bekas. Yuk, cek!
1. Segarkan kembali dengan kompos dan nutrisi

ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes) Tanah pot yang sudah lama digunakan masih bisa dimanfaatkan kembali dengan mencampurkannya bersama kompos, nutrisi, atau sedikit potting mix baru. Cara ini membantu menyegarkan tanah yang kualitasnya mulai menurun setelah digunakan untuk tanaman sebelumnya. Kamu juga bisa mengumpulkan tanah dari beberapa pot dalam satu wadah untuk disegarkan secara bersamaan.
Donna Letier, CEO dan salah satu pendiri Gardenuity, dikutip dari Martha Stewart, membagikan cara sederhana bernama “banana soup” untuk memperkaya kembali tanah. Campuran ini menggunakan kulit pisang, kulit telur, air, dan kayu manis yang dapat menambahkan kalium, fosfor, serta kalsium ke tanah.
Cara membuatnya cukup mudah, yaitu rebus dua kulit pisang dalam 3–4 cangkir air selama 10 menit, lalu campurkan airnya dengan 2–3 kulit telur yang sudah dihancurkan dan dua sendok makan kayu manis. Setelah dingin, tuangkan campuran tersebut ke tanah dan aduk sesekali selama 24 jam.
2. Jadikan salah satu bahan untuk membuat kompos

ilustrasi proses menanam tanaman (pexels.com/cottonbro) Tanah pot bekas bisa dimanfaatkan sebagai dasar kompos, baik untuk kamu yang sudah memiliki tumpukan kompos maupun yang baru ingin membuatnya. Menurut Letier, tanah lama mengandung bahan alami dan mikroba yang bermanfaat, sehingga dapat dicampurkan dengan sisa makanan dari dapur serta bahan kaya karbon untuk membantu proses penguraian.
Selain mendukung proses penguraian, tanah juga membantu menyerap kelebihan kelembapan dari sisa makanan. Dengan begitu, tanah bekas tidak terbuang sia-sia dan bisa kembali dimanfaatkan dalam kegiatan berkebun.
3. Isi bagian halaman yang berlubang

ilustrasi menyekop tanah (pexels.com/gretahoffman) Tanah pot lama juga bisa digunakan untuk memperbaiki bagian halaman yang memiliki cekungan atau permukaan yang lebih rendah. Caranya cukup dengan menaburkan tanah bekas secara berlapis pada area tersebut. Setelah itu, biarkan rumput tumbuh dan mengisi bagian yang sebelumnya rendah sehingga tampilan halaman menjadi lebih rata.
Cara ini cocok untuk kamu yang ingin memperbaiki tampilan halaman tanpa harus membeli banyak tanah baru. Selain sederhana, penggunaan tanah bekas untuk mengisi bagian yang berlubang juga bisa menjadi solusi yang lebih hemat. Dengan begitu, tanah yang sebelumnya hanya tersisa di dalam pot masih bisa bermanfaat untuk area lain di rumah.
“Punya bagian halaman rumput yang berlubang atau lebih rendah? Taburkan tanah lama secara berlapis dan biarkan rumput tumbuh mengisi bagian tersebut,” ujar Kim Zimmerman, master gardener dan pemilik studio bunga Rowdy Poppy, dikutip dari Martha Stewart.
4. Gunakan untuk menanam tanaman yang tahan banting

ilustrasi tanaman kaktus (pexels.com/rubyandlion) Tanah pot bekas masih bisa digunakan untuk tanaman yang tidak membutuhkan banyak nutrisi. Sukulen dan kaktus misalnya, dapat tumbuh di tanah bekas yang dicampur pasir atau perlit untuk memperbaiki drainase.
Tanaman-tanaman tersebut umumnya lebih tahan terhadap kondisi yang kurang ideal sehingga tidak membutuhkan tanah dengan kualitas sempurna. Jadi, tanah bekas yang nutrisinya mulai berkurang masih bisa dimanfaatkan asalkan kondisinya sesuai dengan kebutuhan tanaman.
5. Donasikan kepada orang lain

ilustrasi pupuk tanaman (pexels.com/karolina-grabowska) Kalau sudah tidak membutuhkan tanah pot bekas, kamu bisa memberikannya kepada orang lain yang masih dapat memanfaatkannya. Letier menyarankan untuk mendonasikannya ke sekolah atau camp lokal karena tanah kering juga bisa digunakan anak-anak untuk membuat lukisan atau karya seni alam bertekstur.
Selain itu, kamu bisa membagikannya kepada tetangga, kebun komunitas, atau kelompok “buy nothing” di media sosial. Pastikan tanah yang diberikan masih layak digunakan dan tidak berasal dari tanaman yang terkena penyakit atau hama.
6. Manfaatkan untuk membuat area yang menarik penyerbuk

Ilustrasi berkebun (pixabay.com/rawpixel) Tanah lama yang sudah tidak terlalu subur masih bisa dimanfaatkan untuk membuat area bunga liar di kebun. Banyak bunga liar dapat tumbuh dengan baik di tanah yang kurang subur dan membantu menarik hewan penyerbuk. Cara ini juga memberi fungsi baru pada tanah yang sudah tidak cocok untuk tanaman dengan kebutuhan nutrisi tinggi.
Kamu bisa memanfaatkan tanah tersebut untuk membuat area khusus bagi tanaman yang dapat mendukung keberadaan penyerbuk. Selain menjadi pilihan yang ramah lingkungan, cara ini juga dapat membantu mendukung ekosistem lokal. Jadi, tanah yang terlihat sudah “lelah” masih bisa punya peran menarik jika digunakan pada tempat yang tepat.
“Banyak bunga liar tumbuh subur di tanah yang kurang subur, dan kondisi ini mengundang hewan penyerbuk,” ujar Letier.
7. Jadikan lapisan atas bedeng kebun

ilustrasi menyekop tanah (pexels.com/fotiosphotos) Tanah pot bekas juga dapat dimanfaatkan sebagai lapisan atas atau top dressing untuk bedeng kebun. Kim Zimmerman merekomendasikan cara ini dilakukan sebelum kamu menambahkan mulsa pada bedeng tanaman. Cukup sebarkan lapisan tipis tanah di permukaan untuk membantu meningkatkan kemampuan tanah mempertahankan air sekaligus memperbaiki struktur tanah atau tilth.
Selain itu, tanah pot bekas yang masih layak dapat dicampurkan ke tanah kebun menggunakan sekop. Laura Irish-Hanson, edukator hortikultura di University of Minnesota Extension, dikutip dari Martha Stewart, menjelaskan bahwa potting mix cukup disebarkan di permukaan lalu dicampurkan dengan tanah. Namun, cara ini berisiko membawa biji gulma dari lapisan bawah ke permukaan.
“Campurkan potting mix ke dalam bedeng kebun dengan cara menggali dan membenamkannya. Cukup sebarkan potting mix di permukaan tanah, kemudian balik tanah menggunakan sekop hingga semuanya tercampur,” ujarnya.
Tanah pot bekas ternyata punya banyak kemungkinan sebelum akhirnya berakhir di tempat sampah. Selama kondisinya masih layak dan bebas dari masalah penyakit atau hama, kamu bisa memberinya fungsi baru untuk tanaman, kompos, hingga kebun di rumah.





















