Berurusan dengan customer service seharusnya jadi jalan keluar ketika kamu mengalami masalah dengan sebuah produk atau layanan. Sayangnya, kenyataannya gak selalu semulus itu. Ada kalanya kamu justru mendapatkan respons yang ketus, terkesan menyalahkan pelanggan, memotong pembicaraan, atau memberikan jawaban yang sama sekali tak menyelesaikan masalah.
Dalam situasi seperti ini, emosi memang gampang naik, apalagi kalau sebelumnya kamu sudah dibuat kesal oleh masalah yang terjadi. Sayangnya, membalas dengan emosi yang sama biasanya tak membuat persoalan cepat selesai. Percakapan malah bisa berubah menjadi adu argumen tanpa solusi. Berikut lima cara yang bisa kamu terapkan!
