Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ciri Rasa Bencimu pada Seseorang Sudah Terlanjur Mendarah Daging

5 Ciri Rasa Bencimu pada Seseorang Sudah Terlanjur Mendarah Daging
ilustrasi orang bertengkar (pexels.com/RODNAE Productions)
Share Article

Sebagai manusia biasa, kamu pasti pernah merasa sakit hati pada seseorang. Entah itu disebabkan karena ucapan atau malah tingkah lakunya. Terkadang ada tindakan dan omongan teman yang sebenarnya menyakiti hati, tapi langsung bisa kamu abaikan begitu saja.

Sebaliknya, ada pula yang sampai terngiang-ngiang hingga kini. Sehingga membuatmu kesal banget sama orang ini. Nah, bisa jadi itu disebabkan karena rasa bencimu sudah terlanjur mendarah daging. Gak percaya? Cek kelima ciri yang menguatkan dugaan tersebut, yuk.

1. Kamu selalu mengingat kesalahan yang pernah dia perbuat padamu

ilustrasi terlihat kesal (pexels.com/Polina Zimmerman)
ilustrasi terlihat kesal (pexels.com/Polina Zimmerman)

Meskipun peristiwa tersebut sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu, tapi siapa sangka sampai detik ini kamu masih mengingatnya dengan detail. Bahkan, kalimat yang dia ucapkan juga kamu hafal betul di luar kepala. Seakan-akan kata maaf saja gak cukup untuk membuat hatimu lega. 

Ujung-ujungnya, tiap kali doi melakukan kesalahan otomatis kamu akan menyangkutpautkannya dengan peristiwa tersebut. Aneh, sih, karena belum tentu kesalahan yang dia lakukan itu serupa dengan yang lalu, lho. Tapi mau bagaimana lagi, namanya juga sudah terlanjur benci

2. Mulai berpikiran negatif tiap kali doi bersikap baik kepadamu

ilustrasi orang terlihat kesal (pexels.com/Tim Douglas)
ilustrasi orang terlihat kesal (pexels.com/Tim Douglas)

Kadang demi mengambil hatimu kembali, doi terlihat berusaha bersikap baik kepadamu. Mulai dari memberikan perhatian, pujian bahkan sering mengirimkan makanan atau hadiah. Harusnya itu semua bisa membuat perasaanmu sedikit melunak, dong. 

Namun kenyataannya tidaklah demikian, kamu justru mengira doi hanya sedang menjilat saja. Pasti ada udang di balik batu, nih. Begitu kira-kira pikirmu. Padahal, bisa jadi apa yang dia lakukan itu benar-benar tulus, lho. Gak ada niat terselubung kecuali ingin menebus kesalahannya di masa lalu.

3. Semakin membatasi interaksi dan pertemuan dengan yang bersangkutan

ilustrasi menyebar gosip (pexels.com/Keira Burton)
ilustrasi menyebar gosip (pexels.com/Keira Burton)

Sadar apa tidak selama ini kamu telah membatasi pertemuan dengan si dia. Meskipun kadang susah menghindarinya karena kebetulan kalian satu kampus, tapi kamu tetap berusaha untuk tidak bertatap muka dengannya.

Bukan apa-apa, tapi entah kenapa tiap kali melihat wajahnya kamu jadi ingat masa lalu yang menyakitkan itu. Apalagi saat berpapasan dan kamu melihat dia nampak bahagia. Sementara dirimu masih trauma sama kejadian waktu itu.

Rasanya ingin menyentil dirinya, tapi apa daya nyalimu gak sebesar rasa bencimu yang mendarah daging. Jadi mending menjaga jarak sejauh-jauhnya saja, deh.

4. Mood-mu seketika jadi anjlok setiap mendengar namanya disebutkan

ilustrasi orang marah (pexels.com/Liza Summer)
ilustrasi orang marah (pexels.com/Liza Summer)

Tidak hanya pertemuan kalian saja yang perlu dicegah dan hindari, tapi juga dalam hal mendengar namanya. Sebab sekalinya ada orang yang menyebutkan nama itu, seketika mood-mu bakal anjlok. Padahal orang yang menyebutkan gak tahu duduk permasalahan kalian sama sekali, tetap saja dia bakal kena semprot olehmu. 

Seakan-akan mendengar namanya itu sesuatu yang tabu bagimu. Belum juga bertemu orangnya, dengan satu nama saja kamu bisa langsung teringat rasa sakit yang dia torehkan di hatimu. Wah, ini parah, sih. Sementara mungkin saja yang dibahas itu bukan doi, hanya saja namanya sama.

5. Diam-diam berharap dia mendapatkan kemalangan supaya hatimu senang

ilustrasi mengumpat di hati (pexels.com/RODNAE Production)
ilustrasi mengumpat di hati (pexels.com/RODNAE Production)

Ciri yang terakhir ini boleh dibilang paling kejam. Bagaimana tidak, karena kamu mulai punya harapan yang aneh-aneh. Seperti berharap supaya dia kena sial atau mendapat musibah besar sekalian.

Karena dengan begitu hatimu bakal merasa bahagia melihat doi menderita. Duh, hati-hati, deh, jangan sampai doa yang buruk itu justru berbalik ke kamu, lho. 



Konon katanya, mudah bagi seseorang untuk memaafkan kesalahan orang lain kepadanya. Tapi untuk melupakan, apalagi menyembuhkam sakit hati gak segampang membalik telapak tangan.

Begitu pula dengan kondisimu sekarang. Benci itu sah-sah saja, tapi tetap harus dikontrol, ya. Supaya hidup bisa dijalani dengan tenang dan damai. Setuju? 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Albin Sayyid Agnar
EditorAlbin Sayyid Agnar

Related Articles

See More

Cuma Modal Dekorasi Simpel, Kamar Kos Bisa Terlihat Dua Kali Lebih Luas

20 Jun 2026, 09:00 WIBLife