Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan yang Bikin Kamu Gampang Gerah tanpa Disadari
Ilustrasi gerah (magnific.com/magnific)
  • Kurang minum dapat mengganggu pengaturan suhu tubuh, sehingga rasa haus, lelah, dan gerah lebih mudah muncul, terutama saat berkeringat atau banyak beraktivitas.
  • Kafein, pakaian yang kurang sesuai, serta ruangan dengan sirkulasi udara buruk dapat membuat sebagian orang lebih mudah merasa hangat, berkeringat, dan pengap.
  • Aktivitas berat setelah lama diam bisa cepat meningkatkan panas tubuh; lakukan gerakan bertahap, jaga cairan, dan konsultasikan tenaga medis bila gerah berlebihan terus mengganggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cuaca panas memang bisa membuat tubuh terasa gerah. Namun, rasa gak nyaman ini terkadang juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Mulai dari kurang minum, terlalu lama berada di ruangan pengap, sampai memilih pakaian yang kurang sesuai, hal-hal sederhana dapat membuat tubuh terasa lebih panas dan sulit merasa nyaman.

Kalau kamu sering merasa gerah meski suhu di sekitar gak terlalu tinggi, coba perhatikan rutinitas yang dilakukan setiap hari. Bisa jadi, ada kebiasaan tertentu yang membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas atau beradaptasi dengan perubahan suhu. Mengenali pemicunya dapat membantu kamu menemukan cara yang lebih nyaman untuk menjalani aktivitas.

Kamu gak harus langsung mengubah seluruh rutinitas. Mulailah dengan memperhatikan kebiasaan yang paling sering dilakukan dan lihat bagaimana tubuh meresponsnya. Berikut lima kebiasaan yang bikin kamu gampang gerah tanpa disadari.

1. Kurang minum air putih

Ilustrasi minum air (freepik.com/ pvproductions)

Tubuh membutuhkan cairan untuk membantu mengatur suhu. Ketika asupan cairan kurang, kamu bisa lebih mudah merasa lelah, haus, dan gak nyaman saat menghadapi kondisi panas. Kehilangan cairan melalui keringat juga dapat membuat kebutuhan minum meningkat, terutama ketika kamu banyak bergerak atau berada di luar ruangan.

Biasakan membawa botol air dan minum secara berkala sepanjang hari. Gak perlu menunggu sampai rasa haus terasa berlebihan untuk mulai minum. Kebutuhan cairan setiap orang bisa berbeda, terutama berdasarkan aktivitas, cuaca, dan kondisi tubuh, sehingga penting untuk memperhatikan respons tubuh selama beraktivitas.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat membantu kamu merasa lebih nyaman saat menghadapi cuaca panas maupun aktivitas fisik. Kebiasaan sederhana seperti menyediakan air minum di dekatmu juga membuatmu lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.

2. Sering memakai pakaian yang terlalu tebal

Ilustrasi pakaian (magnific.com/katemangostar)

Kopi, teh, dan minuman berkafein dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda pada setiap orang. Pada sebagian orang, kafein dapat meningkatkan aktivitas tubuh sehingga muncul sensasi lebih hangat atau tubuh menjadi lebih mudah berkeringat. Respons ini juga dapat dipengaruhi oleh jumlah kafein yang dikonsumsi dan kondisi lingkungan saat itu.

Jika kamu merasa lebih mudah gerah setelah minum kopi atau minuman berkafein, coba perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya. Kamu bisa mengurangi porsinya atau memilih air putih dan minuman tanpa kafein ketika cuaca sedang panas. Perhatikan pula apakah rasa gerah selalu muncul setelah konsumsi kafein atau hanya terjadi pada kondisi tertentu.

Mengenali respons tubuh dapat membantu menentukan pilihan yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Kamu gak harus langsung menghindari semua minuman berkafein. Cukup perhatikan pola yang muncul dan sesuaikan konsumsinya dengan kondisi tubuh serta aktivitas yang sedang dijalani.

3. Terlalu sering mengonsumsi minuman berkafein

Ilustrasi minum kopi (pexels.com/MART PRODUCTION)

Kopi, teh, dan minuman berkafein dapat memengaruhi tubuh dengan cara yang berbeda pada setiap orang. Pada sebagian orang, kafein dapat meningkatkan aktivitas tubuh sehingga muncul sensasi lebih hangat atau tubuh menjadi lebih mudah berkeringat. Respons ini juga dapat dipengaruhi oleh jumlah kafein yang dikonsumsi dan kondisi lingkungan saat itu.

Jika kamu merasa lebih mudah gerah setelah minum kopi atau minuman berkafein, coba perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya. Kamu bisa mengurangi porsinya atau memilih air putih dan minuman tanpa kafein ketika cuaca sedang panas. Perhatikan pula apakah rasa gerah selalu muncul setelah konsumsi kafein atau hanya terjadi pada kondisi tertentu.

Mengenali respons tubuh dapat membantu menentukan pilihan yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Kamu gak harus langsung menghindari semua minuman berkafein. Cukup perhatikan pola yang muncul dan sesuaikan konsumsinya dengan kondisi tubuh serta aktivitas yang sedang dijalani.

4. Jarang bergerak dari tempat yang pengap

Ilustrasi buka ventilasi (pexels.com/Thirdman)

Berada terlalu lama di ruangan dengan sirkulasi udara yang kurang baik dapat membuat udara terasa lebih panas dan pengap. Kondisi ini bisa membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas, terutama ketika cuaca sedang terik atau ruangan dipenuhi banyak orang. Akibatnya, kamu mungkin lebih cepat merasa gerah dan berkeringat meski gak sedang melakukan aktivitas berat.

Jika memungkinkan, buka jendela atau pintu untuk membantu pertukaran udara. Kamu juga bisa menggunakan kipas untuk membuat udara terus bergerak dan terasa lebih sejuk. Sesekali berpindah ke area yang memiliki ventilasi lebih baik juga dapat membantu tubuh beradaptasi ketika ruangan terasa terlalu panas.

Lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. Selain membantu mengurangi rasa pengap, udara yang terus bergerak juga membuat ruangan terasa lebih segar sehingga kamu gak mudah merasa gerah selama beraktivitas.

5. Langsung melakukan aktivitas berat setelah lama diam

Ilustrasi rileks (freepik.com/ benzoix)

Tubuh yang baru saja beristirahat membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika tiba-tiba melakukan aktivitas fisik yang berat. Gerakan intens dapat meningkatkan produksi panas tubuh sehingga kamu lebih cepat merasa gerah dan berkeringat. Kondisi ini cukup wajar, terutama jika tubuh sebelumnya berada dalam kondisi santai atau kurang banyak bergerak.

Cobalah melakukan pemanasan atau mulai bergerak secara bertahap sebelum meningkatkan intensitas aktivitas. Cara ini memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beradaptasi dengan perubahan aktivitas dan membantu kamu merasa lebih nyaman saat mulai banyak bergerak. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi, terutama jika aktivitas dilakukan dalam waktu lama atau di tempat yang panas.

Rasa gerah bisa dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari suhu lingkungan, aktivitas fisik, pakaian, hingga kondisi tubuh. Karena itu, perhatikan pola yang muncul dan kebiasaan yang mungkin menjadi pemicunya. Kamu gak harus mengubah semua rutinitas sekaligus. Mulailah dengan hal sederhana seperti memilih pakaian yang nyaman dan memastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika rasa gerah atau keringat berlebihan muncul terus-menerus tanpa alasan yang jelas dan mengganggu aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article