Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Berdamai dengan Diri Sendiri Sebelum Ramadan Tiba

rileks
ilustrasi berdamai (freepik.com/freepik)

Sebelum Ramadan datang, sering kali yang terasa bukan cuma semangat, tapi juga rasa lelah dan penyesalan. Ada target yang belum tercapai, kebiasaan yang belum berubah, atau kesalahan yang masih membekas di pikiran. Kalau kamu membawa semua itu tanpa diselesaikan, hati bisa terasa berat saat memasuki bulan puasa.

Berdamai dengan diri sendiri adalah langkah awal supaya Ramadan terasa lebih tenang. Kamu gak harus jadi sempurna dulu untuk memulai. Kamu hanya perlu jujur, menerima, dan siap melangkah pelan-pelan. Berikut lima tips yang bisa kamu coba.

1. Akui rasa lelah dan kecewa yang kamu simpan

lelah
ilustrasi lelah (freepik.com/freepik)

Kadang kamu terlalu keras pada diri sendiri. Saat gagal mencapai sesuatu, kamu langsung menyalahkan diri tanpa memberi ruang untuk memahami prosesnya.

Coba duduk sebentar dan akui apa yang kamu rasakan. Lelah, kecewa, marah, atau sedih adalah emosi yang wajar. Mengakuinya bukan berarti kamu lemah, justru itu tanda kamu sadar. Dengan menerima emosi tersebut, beban di hati perlahan berkurang. Kamu gak lagi melawan diri sendiri.

2. Maafkan kesalahan yang sudah terjadi

menenangkan diri
ilustrasi menenangkan diri (freepik.com/ diana.grytsku)

Semua orang pernah membuat keputusan yang kurang tepat. Kamu mungkin masih mengingat hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan dengan lebih baik.

Ramadan adalah momen perbaikan, tapi perbaikan dimulai dari penerimaan. Maafkan dirimu atas kesalahan di masa lalu dan jadikan itu pelajaran, bukan hukuman. Saat kamu berhenti terus-menerus menyalahkan diri, langkah ke depan terasa lebih ringan.

3. Lepaskan perbandingan dengan orang lain

ilustrasi membandingkan diri dengan orang lain (freepik.com/lookstudio)
ilustrasi membandingkan diri dengan orang lain (freepik.com/lookstudio)

Menjelang Ramadan, media sosial sering dipenuhi target ibadah dan resolusi yang terlihat sempurna. Tanpa sadar, kamu mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Padahal perjalanan setiap orang berbeda. Kamu punya ritme, tanggung jawab, dan tantangan yang unik. Fokus pada progres pribadimu. Saat kamu berhenti membandingkan, hati terasa lebih tenang dan cukup.

4. Rapikan niat tanpa tekanan

bekerja
ilustrasi menulis (freepik.com/freepik)

Kamu gak perlu membuat daftar perubahan yang terlalu panjang. Cukup tanyakan pada diri sendiri, apa satu hal yang ingin kamu perbaiki di Ramadan nanti?

Niat yang sederhana dan tulus jauh lebih bermakna daripada target besar yang bikin tertekan. Kamu menjalani Ramadan untuk memperbaiki diri, bukan untuk terlihat baik di mata orang lain. Dengan niat yang jernih, kamu merasa lebih siap menyambut bulan puasa.

5. Bangun kebiasaan kecil dari sekarang

ilustrasi tidur
ilustrasi tidur (freepik.com/diana.grytsku)

Berdamai dengan diri sendiri juga berarti memberi kesempatan untuk bertumbuh. Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti tidur lebih teratur, mengurangi keluhan, atau meluangkan waktu refleksi.

Perubahan kecil yang konsisten membangun rasa percaya diri. Kamu melihat bahwa dirimu mampu bergerak ke arah yang lebih baik. Saat Ramadan tiba, kamu sudah berada di jalur yang lebih stabil secara emosional dan mental.

Berdamai dengan diri sendiri sebelum Ramadan membantu kamu memasuki bulan suci dengan hati yang lebih lapang. Kamu gak datang dengan beban, tapi dengan kesiapan untuk belajar dan bertumbuh. Semoga Ramadan nanti jadi ruang yang hangat untuk memperbaiki diri dan menemukan kembali ketenangan dalam hidupmu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

Jangan Ucapkan Ini kepada Teman yang Di-PHK, Empati Itu Penting!

17 Feb 2026, 18:00 WIBLife