Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Membuat Target Ramadan yang Realistis dan Gak Muluk

menyusun target
ilustrasi menyusun target (freepik.com/freepik)

Setiap Ramadan datang, semangat biasanya langsung naik. Kamu ingin lebih rajin ibadah, lebih sabar, lebih disiplin, dan jadi versi diri yang lebih baik. Niat itu bagus banget, tapi kalau targetnya terlalu tinggi, kamu justru bisa cepat lelah di tengah jalan.

Supaya Ramadan terasa konsisten sampai akhir, kamu perlu menyusun target yang realistis. Bukan asal banyak, tapi benar-benar bisa dijalani. Berikut lima tips membuat target Ramadan yang masuk akal dan tetap bermakna.

1. Kenali kapasitas diri dengan jujur

diri
ilustrasi menenangkan diri (freepik.com/pvproductions)

Sebelum menulis daftar target, coba evaluasi rutinitas harian kamu. Apakah kamu bekerja full time? Punya tanggung jawab keluarga? Atau sedang fokus studi?

Jangan membuat target seolah-olah kamu punya waktu luang sepanjang hari. Kenali ritme hidupmu, termasuk energi yang biasanya turun di siang atau sore hari. Saat target disesuaikan dengan kondisi nyata, kamu lebih mudah konsisten tanpa merasa tertekan.

2. Fokus pada beberapa prioritas utama

membaca Al-Qur’an
ilustrasi membaca Al-Qur’an (freepik.com/freepik)

Kamu gak perlu menargetkan semua hal sekaligus. Pilih dua atau tiga fokus utama yang benar-benar ingin kamu tingkatkan, misalnya memperbaiki salat tepat waktu, rutin membaca Al-Qur’an, atau memperbanyak sedekah.

Terlalu banyak target bikin perhatian terpecah. Akhirnya kamu merasa gagal hanya karena gak bisa memenuhi semuanya. Dengan fokus yang jelas, progres terasa lebih nyata dan kamu tetap termotivasi sampai akhir Ramadan.

3. Buat target yang terukur dan sederhana

ilustrasi seseorang sedang sholat (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi seseorang sedang sholat (pexels.com/Thirdman)

Daripada menulis “ingin lebih rajin ibadah,” coba ubah jadi lebih spesifik. Misalnya membaca Al-Qur’an minimal satu halaman setiap hari atau salat tahajud dua kali dalam seminggu.

Target yang terukur memudahkan kamu melihat perkembangan. Kamu tahu kapan berhasil dan kapan perlu memperbaiki. Sederhana bukan berarti kecil. Justru target kecil yang konsisten memberi dampak besar dalam jangka panjang.

4. Sisakan ruang untuk istirahat

rileks
ilustrasi rileks (freepik.com/freepik)

Ramadan bukan lomba yang harus dijalani tanpa henti. Kamu tetap butuh istirahat dan waktu untuk mengisi ulang energi.

Jangan memaksakan jadwal padat dari sahur sampai malam tanpa jeda. Tubuh yang kelelahan bisa membuat ibadah terasa berat dan emosi jadi mudah naik. Dengan ritme yang seimbang, kamu bisa menjaga kualitas ibadah tanpa merasa kewalahan.

5. Evaluasi secara berkala tanpa menyalahkan diri

Evaluasi diri (pexels.com/Ron Lach)
Evaluasi diri (pexels.com/Ron Lach)

Di tengah Ramadan, sempatkan waktu untuk mengecek kembali targetmu. Apakah masih relevan? Apakah perlu disesuaikan?

Kalau ada hari yang terasa kurang maksimal, jangan langsung menghakimi diri sendiri. Jadikan itu bahan refleksi, lalu lanjutkan dengan semangat baru. Ramadan adalah proses. Setiap langkah kecil tetap berarti selama kamu menjalaninya dengan niat yang tulus.

Membuat target Ramadan yang realistis membantu kamu menjalani bulan puasa dengan lebih stabil dan konsisten. Kamu gak perlu muluk-muluk untuk meraih perubahan. Yang penting, target itu benar-benar kamu jalani dengan kesadaran dan kesungguhan. Semoga Ramadan kamu penuh progres dan kebaikan, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Inspirasi Dress dan Makeup Pernikahan Ayushita, Classy Vintage!

17 Feb 2026, 18:33 WIBLife