Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App

Pernah gak sih dalam hidupmu, kamu menemui orang yang bakatnya itu banyak banget? Public speaking, menyanyi, menggambar, akting, menulis dan lain sebagainya? Atau bahkan malah kamu yang ngerasa kalo kamu salah satu orang yang memiliki banyak bakat tersebut? 

 

Sebagai orang yang memiliki banyak talenta, harusnya kita mensyukuri apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Namun, ternyata orang-orang yang memiliki banyak bakat gak selalu seceria penampilannya lho guys. Berikut enam hal yang jadi pertimbangan bagi orang yang merasa banyak keahlian.

1. Banyak talenta, tapi tetap harus memilih mana yang mau dipilih

pixabay.com/chiplanay

 

Orang yang multi talenta itu sebenarnya dihadapkan pada banyak pilihan karier yang semuanya kamu suka dan juga merasa memiliki prestasi di bidangnya. Kadang kala saking banyaknya pilihan dan kesempatan, tak jarang mereka sampai tak mengambil kesempatan-kesempatan itu, karena terlalu lama berpikir.

 

Mau tidak mau, seseorang tentunya harus memilih pekerjaan mana yang akan kita jadikan sebagai investasimu di masa depan. Hal inilah yang kadang membuat seorang multi talenta kebingungan dan galau sendiri tentang masa depannya.

2. Siap dengan perasaan di mana merasa bakatnya banyak tapi gak berkembang maksimal

Ilustrasi laki-laki sendirian (pixabay.com/Free-Photos)

Gimana mau berkembang jika kamu tidak fokus pada satu hal dan masih menjajal peruntungan di bakat kita yang lain? Hal ini pun juga sering dirasakan seorang yang multi-talenta.

 

Oke, mungkin kamu memiliki prestasi di masing-masing bidang bakatnya. Namun, pastinya cepat atau lambat prestasi itu akan terkalahkan oleh orang yang juga memiliki bakat yang sama, namun fokus hanya pada mengembangkan pada bidang tersebut.

 

Jika sudah begini, mereka yang multi-talent akan menjajal lagi bakatnya yang lain, dan begitu seterusnya.

3. Rasa percaya diri yang kadang up and down

pixabay.com/snbboy

Lho kok bisa? Bukannya dia punya banyak bakat harusnya bisa lebih PD dong? Balik lagi ke poin nomor 2. Karena mereka yang multi talenta itu merasa dirinya setengah-setengah dalam mengasah bakatnya karena terus menjajal bakat lain yang ia miliki. Sehingga, saat harus berkompetisi dengan yang lain justru mereka, akan kurang percaya diri.

 

Kabar buruknya dari rasa kurang percaya diri yang terus dirasakan akan membuat seseorang itu jatuhnya merasa rendah diri, sehingga tak jarang malah akhirnya melupakan bakat yang kamu miliki.

4. Stres harus biasa dihadapi

pixabay.com/Free-Photos

Jika sudah melalui proses bingung, merasa kecil, dan kurang percaya diri, stres pasti melingkupi orang yang multi talenta. Mungkin, mereka jarang atau bahkan tidak terlihat murung, ketika berinteraksi dengan sosialnya. Namun, sebagai orang yang memiliki talenta banyak, menyembunyikan perasaan adalah satu di antaranya.

 

Faktanya, orang yang multi talenta pastilah diliputi rasa beban karena harus memikirkan hubungan antara bakatnya, dunia kerja, hingga hasil yang dapat diperoleh ke depannya. Kalau sudah begini, pasti susah tidur dan sakit kepala jadi teman sejatinya ya.

5. Orang mungkin akan beranggapan kamu gak konsisten

pixabay.com/DanaTentis

Ini adalah yang menyakitkan ketika orang melihatmu sebagai orang yang tidak konsisten. Penilaian ini bisa benar atau tidak, karena jika orang yang menilai adalah orang yang mengenal baik seorang multi talenta ini, maka mereka tidak akan menilai orang ini tidak konsisten.

 

Apesnya, kamu hidup dengan penilaian orang yang notabenenya kita tidak mengenal mereka secara dalam. Orang awam tentunya bingung melihat kegiatan seorang yang multi talenta yang bergonta-ganti setiap waktunya, dan pasti dengan mudah menilainya dengan cap sebagai orang yang tidak konsisten dalam hidupnya.

6. Sedikit lebih lama dalam menggapai apa yang kamu punya

ilustrasi pasangan (pixabay.com/StockSnap)

Kamu yang multi talenta tentunya akan membutuhkan waktu yang cukup panjang dibandingkan dengan orang yang sudah fokus sejak lama, untuk dapat menemukan bidang yang benar-benar kamu yakini sebagai hal yang ia kuasai dan sebagai modal untuk mencari nafkah.

 

Mungkin kamu akan tetap berprestasi di dalam pertualangan mencari bakat yang pas. Namun hingga akhirnya kamu merasa bahwa ia akan sukses, mungkin akan lebih memakan waktu yang lama. 

 

Yang perlu kamu ingat adalah jangan memusingkan seberapa banyak talenta yang kamu miliki. Karena, setiap orang yang terlahir di dunia ini memiliki bakat bawaannya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article