Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Belajar Bahasa Inggris dari Hal-Hal Kecil di Rumah, Buktikan!

7 Cara Belajar Bahasa Inggris dari Hal-Hal Kecil di Rumah, Buktikan!
ilustrasi seseorang menonton (pexels.com/MART PRODUCTION)
Intinya Sih
  • Artikel menekankan bahwa belajar bahasa Inggris bisa dilakukan dari aktivitas sederhana di rumah tanpa perlu kursus atau waktu khusus yang panjang.
  • Disebutkan tujuh cara praktis seperti memberi label benda, mengubah bahasa perangkat, berbicara sendiri, hingga mendengarkan konten berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan secara alami.
  • Fokus utama artikel adalah membangun kebiasaan kecil dan konsisten agar proses belajar terasa ringan namun tetap efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang berpikir belajar bahasa Inggris harus dilakukan melalui kursus, kelas online, atau buku pelajaran yang tebal. Padahal, proses belajar gak selalu harus terlihat formal seperti itu. Jika diperhatikan, ada banyak hal sederhana di rumah yang bisa dimanfaatkan untuk melatih kemampuan bahasa Inggris setiap hari. Bahkan, aktivitas yang selama ini kamu lakukan tanpa berpikir panjang bisa berubah menjadi kesempatan belajar yang efektif.

Keuntungan belajar dari hal-hal kecil di rumah adalah prosesnya terasa lebih ringan dan mudah dipertahankan dalam jangka panjang. Kamu gak perlu menyediakan waktu khusus berjam-jam atau mengubah seluruh rutinitas. Cukup menambahkan sentuhan bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari, kemampuanmu bisa berkembang sedikit demi sedikit. Berikut tujuh cara yang bisa kamu coba.

1. Beri nama benda-benda di rumah dalam bahasa Inggris

Panci berwarna merah muda dengan tutup kaca transparan dan pegangan berwarna senada di atas permukaan hitam.
ilustrasi panci (pexels.com/Mohsen Naranjani)

Rumah penuh dengan benda yang kamu lihat setiap hari, mulai dari meja, kursi, pintu, cermin, hingga lemari. Semua benda tersebut bisa menjadi sumber belajar kosakata yang sangat praktis. Cobalah mengingat atau menempelkan nama bahasa Inggris pada beberapa barang yang ada di sekitarmu.

Ketika melihat benda tersebut berulang kali, otak akan lebih mudah mengingat kosakatanya. Kamu juga bisa membiasakan diri menyebut nama benda tersebut dalam bahasa Inggris saat menggunakannya. Cara sederhana ini membantu memperkaya vocabulary tanpa perlu menghafal daftar kata yang panjang dan membosankan.

2. Ubah bahasa perangkat elektronik menjadi bahasa Inggris

Seseorang memegang ponsel pintar yang menampilkan layar notifikasi dan pengaturan cepat seperti Wi-Fi serta Bluetooth aktif.
Ilustrasi notifikasi ponsel (pexels.com/Andrey Matveev)

Ponsel, laptop, televisi, atau tablet merupakan perangkat yang hampir digunakan setiap hari. Mengubah pengaturan bahasa menjadi bahasa Inggris dapat memberikan paparan tambahan tanpa perlu usaha yang besar. Kamu akan mulai terbiasa melihat berbagai istilah dan instruksi dalam bahasa tersebut.

Awalnya mungkin terasa sedikit membingungkan, terutama jika belum terbiasa. Namun, setelah beberapa waktu, banyak kosakata umum akan terasa familiar karena terus muncul dalam aktivitas sehari-hari. Metode ini membantu belajar secara pasif sekaligus memperluas pemahaman terhadap bahasa Inggris yang digunakan dalam konteks nyata.

3. Bicara sendiri saat melakukan pekerjaan rumah

Perempuan duduk di sofa ruang tamu dengan ekspresi berbicara kepada diri sendiri sambil mengangkat tangan seolah menjelaskan sesuatu.
ilustrasi seseorang berbicara kepada diri sendiri (freepik.com/DC Studio)

Mungkin terdengar unik, tetapi berbicara sendiri merupakan salah satu cara efektif untuk melatih kemampuan speaking. Saat mencuci piring, memasak, menyapu, atau merapikan kamar, cobalah mendeskripsikan apa yang sedang kamu lakukan dalam bahasa Inggris.

Kamu gak perlu menggunakan kalimat yang rumit. Kalimat sederhana seperti 'I am cleaning my room' atau 'I am making breakfast' sudah cukup sebagai latihan. Semakin sering dilakukan, semakin terbiasa pula otakmu berpikir dan berbicara dalam bahasa Inggris tanpa harus menunggu lawan bicara.

4. Tempel catatan kosakata di tempat yang mudah terlihat

Seseorang menulis catatan di kertas tempel warna-warni yang menempel di dinding menggunakan pena hitam.
ilustrasi seseorang mencatat (pexels.com/Bruno Bueno)

Salah satu alasan kosakata mudah lupa adalah karena jarang dilihat kembali setelah dipelajari. Untuk mengatasinya, kamu bisa menempelkan catatan kecil berisi kata atau frasa bahasa Inggris di berbagai sudut rumah. Misalnya di pintu kulkas, meja belajar, atau cermin kamar.

Setiap kali melewati atau melihat tempat tersebut, kamu akan kembali terpapar pada kosakata yang sama. Pengulangan seperti ini membantu memperkuat ingatan tanpa harus duduk khusus untuk belajar. Selain praktis, cara ini juga membuat proses belajar terasa lebih menyatu dengan kehidupan sehari-hari.

5. Dengarkan bahasa Inggris saat melakukan aktivitas rutin

Seseorang tanpa alas kaki sedang menyapu serpihan di lantai kayu menggunakan sapu di area dapur dengan lemari putih.
ilustrasi orang menyapu (pexels.com/RDNE Stock Project)

Banyak pekerjaan rumah yang sebenarnya bisa dilakukan sambil mendengarkan sesuatu. Manfaatkan momen tersebut untuk mendengarkan podcast, video, atau lagu berbahasa Inggris. Meski perhatianmu terbagi, telinga tetap mendapatkan paparan terhadap bunyi dan pola bahasa yang digunakan.

Semakin sering mendengar bahasa Inggris, semakin familiar pula telingamu terhadap pengucapan dan intonasinya. Kamu gak harus memahami semua yang didengar. Fokuslah membiasakan diri terlebih dahulu. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan kemampuan listening secara bertahap.

6. Buat daftar belanja dalam bahasa Inggris

Seorang wanita tersenyum sambil menulis di papan catatan, mengenakan kaus putih dan anting, berada di dalam ruangan bercahaya hangat.
ilustrasi membuat daftar belanjaan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Daftar belanja mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi latihan vocabulary yang cukup bermanfaat. Saat menuliskan kebutuhan rumah tangga, cobalah menggunakan bahasa Inggris untuk menyebutkan barang-barang yang ingin dibeli. Misalnya milk, bread, rice, eggs, atau soap.

Aktivitas ini membantu menghubungkan kosakata dengan benda yang benar-benar digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kata-kata tersebut memiliki fungsi yang nyata, biasanya lebih mudah diingat dibandingkan kosakata yang dipelajari secara acak. Belajar pun terasa lebih relevan dan praktis.

7. Luangkan beberapa menit untuk membaca atau menonton konten berbahasa Inggris

Seseorang sedang membaca buku di atas tempat tidur dengan selimut rajut berwarna krem, suasana tampak hangat dan nyaman.
ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Artem Podrez)

Kamu gak perlu langsung membaca novel tebal atau menonton film berdurasi dua jam. Bahkan lima hingga sepuluh menit setiap hari sudah cukup untuk membangun kebiasaan yang baik. Pilih artikel pendek, video singkat, atau konten yang sesuai dengan minatmu agar proses belajar terasa lebih menyenangkan.

Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi yang panjang. Paparan kecil yang dilakukan setiap hari membantu menjaga hubunganmu dengan bahasa Inggris secara terus-menerus. Sedikit demi sedikit, kosakata bertambah, pemahaman meningkat, dan rasa percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris pun ikut berkembang.

Belajar bahasa Inggris gak selalu membutuhkan metode yang rumit atau biaya yang besar. Rumah yang selama ini menjadi tempat beraktivitas ternyata juga bisa menjadi ruang belajar yang efektif jika dimanfaatkan dengan kreatif. Dari benda-benda di sekitar hingga rutinitas sehari-hari, ada banyak peluang untuk berlatih tanpa harus mengubah jadwal secara drastis.

Yang terpenting adalah membangun kebiasaan kecil yang bisa dilakukan secara konsisten. Jangan meremehkan langkah sederhana seperti menempel kosakata, mendengarkan podcast saat membereskan rumah, atau berbicara sendiri dalam bahasa Inggris. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap perkembangan kemampuan bahasa Inggrismu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More