Ada kalanya satu pekerjaan belum selesai, tetapi sudah ada permintaan lain yang menunggu untuk dikerjakan. Entah itu ajakan membantu teman, tugas tambahan dari atasan, atau kegiatan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Karena merasa sungkan, banyak orang akhirnya mengiyakan meski jadwalnya sendiri sudah cukup padat. Lama-kelamaan, kesibukan seperti ini dianggap sebagai sesuatu yang biasa.
Padahal, tidak semua permintaan harus dipenuhi, apalagi jika harus mengorbankan waktu istirahat dan kebutuhan pribadi. Menolak kesibukan tambahan bukan berarti seseorang malas atau tidak mau membantu orang lain. Justru keputusan tersebut bisa menjadi salah satu bentuk menghargai diri sendiri. Ada beberapa alasan mengapa kita perlu lebih berani mengatakan tidak pada kesibukan yang sebenarnya tidak harus diambil.
