5 Alasan Orang Menjawab ‘Tidak Apa-Apa’ saat Ditanya Kondisinya

Setiap orang pasti pernah mengalami permasalahan, baik kecil maupun besar. Beberapa orang begitu mudah untuk menceritakan hal ini kepada siapa saja, tetapi sebagian cukup tertutup dan memilih untuk menjawab "Tidak apa-apa" saat ditanya perihal kondisi yang sedang dialaminya.
Jawaban ini sebenarnya sering kali tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya. Namun, mengapa masih banyak yang memilih mengatakannya? Ayo simak alasannya berikut!
1.Sulit menjelaskan kondisi yang sedang dialami

Ketika sedang dilanda situasi yang rumit, seseorang biasanya merasa bingung atau bahkan hampir frustrasi. Hal ini tentu berpengaruh pada tingkah laku, sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi sadar bahwa ada yang berubah dari orang tersebut.
Namun, keadaan yang terlalu kompleks menjadikan sesuatu cukup sulit untuk dijelaskan, terlebih jika belum siap untuk membagikan cerita tersebut. Hasilnya, menjawab "Tidak apa-apa" menjadi pilihan terbaik untuk menghindari situasi berubah semakin rumit.
2.Tidak ingin bercerita kepada sembarang orang

Ketika seseorang sedang terlihat menanggung sebuah masalah, biasanya orang-orang di sekitar akan mulai menanyakan apa yang terjadi. Meskipun tampaknya seperti sebuah bentuk kepedulian, tetapi sebenarnya perlu dipahami bahwa tidak semua yang bertanya memang benar ingin tahu dan membantu.
Banyak juga orang yang hanya sekadar ingin memuaskan ego keingintahuan mereka terhadap sesuatu yang terjadi pada orang lain, tanpa ada niat untuk memberikan solusi. Oleh sebab itu, orang yang bersangkutan memilih untuk menjawab bahwa semua baik-baik saja kepada orang-orang tertentu. Hal ini untuk menghindari buang-buang waktu dan tenaga bercerita kepada mereka yang tidak sungguh peduli.
3.Tidak mau memperkeruh suasana hati

Mengalami suatu masalah sering kali begitu mengganggu pikiran. Akibatnya, muncul rasa tidak nyaman yang dapat mempengaruhi suasana hati menjadi buruk.
Oleh sebab itu, terkadang seseorang memilih untuk menjawab ‘tidak apa-apa’ tatkala ditanya perihal masalah yang sedang menimpa. Hal ini dilakukan karena dia tidak ingin menambah ketidaknyamanan karena harus mengulang kepahitan dengan bercerita yang dapat memperkeruh suasana hati.
4.Takut dihakimi

Salah satu fenomena aneh yang sering terjadi di lingkungan sosial adalah mempersilakan seseorang untuk bercerita atau mengungkapkan keluh kesah yang dialaminya, tetapi setelah itu dihakimi dengan mudahnya. Orang-orang menganggap bahwa suatu permasalahan bisa muncul karena seseorang itu sendiri yang melakukan kesalahan.
Berdasarkan hal ini, maka tidak heran bahwa banyak yang lebih untuk memilih tidak mau mengaku dengan jujur ketika ditanya tentang kondisi yang dialami. Mereka berpikir bahwa lebih baik memendam semuanya seorang diri dari pada dihakimi.
5.Menghindari belas kasih orang lain

Sebagian orang memiliki hati yang begitu kuat, bahkan ketika sedang ditimpa masalah yang cukup besar. Meskipun begitu, terkadang mereka juga merasa lelah dan ingin berbagi cerita sekadar untuk melegakan perasaan.
Namun, terkadang orang yang mendengar kisah tersebut malah menaruh rasa iba atau belas kasihan, padahal bukan itu tujuan utama dari berbagi cerita. Karena hal inilah, seseorang mencari aman dengan menjawab ‘tidak apa-apa’ saat ditanya tentang keadaannya.
Apa pun alasan yang ada dibalik jawaban ‘tidak apa-apa’, kita wajib menghormatinya. Jangan memaksa bila orang tersebut memang tidak ingin bercerita yang sesungguhnya. Cukup berikan dukungan dan doakan agar dia segera menemukan titik terang untuk segala permasalahan yang dihadapi.



















