ilustrasi gyaru style (unsplash.com/tyt_holodno)
Gyaru tidak langsung muncul dalam bentuk yang dikenal sekarang. Gaya ini berkembang mengikuti perubahan tren fashion, musik, media, dan kehidupan anak muda Jepang dari waktu ke waktu. Berikut sejarah perkembangannya.
Pada periode ini, istilah gal masih digunakan secara umum untuk menyebut perempuan muda yang energik dan belum merujuk pada subkultur fesyen tertentu. Memasuki masa gelembung ekonomi Jepang, gaya bodycon yang menonjolkan bentuk tubuh mulai populer di kalangan perempuan muda.
Setelah gelembung ekonomi Jepang pecah, muncul generasi baru yang mulai memodifikasi penampilan mereka, termasuk siswi SMA yang memendekkan rok seragam dan mengenakan loose socks. Pada periode yang sama, popularitas Namie Amuro ikut mendorong tren rambut cokelat dan sepatu platform yang kemudian lekat dengan gaya gyaru.
Gyaru memasuki masa kejayaannya dengan tampilan yang semakin berani. Berbagai substyle seperti Ganguro dan Yamanba mulai dikenal luas, sementara majalah egg membantu membawa tren dari jalanan Shibuya ke pembaca di berbagai wilayah Jepang. SHIBUYA 109 juga semakin dikenal sebagai salah satu pusat fesyen yang lekat dengan budaya gyaru.
Memasuki 2010-an, popularitas gyaru di media arus utama mulai menurun seiring berhentinya sejumlah majalah yang menjadi wadah subkultur ini. Namun, memasuki era Reiwa, gyaru kembali mendapat perhatian melalui TikTok, Instagram, dan komunitas internasional yang memperkenalkan gaya tersebut kepada generasi baru.
Itulah penjelasan apa itu gyaru style yang dikenal lewat makeup tegas dan outfit mencolok. Kamu tertarik mencoba tampilan gyaru yang kembali ramai diperbincangkan ini?