Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Intentional Living? Kenali Konsep dan Cara Menjalaninya
ilustrasi tujuan hidup (pexels.com/Polina )
  • Intentional living adalah cara menjalani hidup dengan sadar dalam memilih penggunaan waktu, energi, dan perhatian, bukan sekadar mengikuti rutinitas atau kebiasaan otomatis.
  • Penerapannya dimulai dengan mengenali prioritas, lalu memberi fokus pada aktivitas yang penting; metode pomodoro dapat membantu membagi waktu kerja dan jeda.
  • Konsep ini juga memberi ruang untuk memperlambat ritme, seperti makan tanpa ponsel, berjalan, membaca, menulis jurnal, atau beristirahat sejenak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hidup sengaja berarti kita memilih kegiatan dengan sadar. Kita pikir dulu sebelum main ponsel, membeli barang, atau pergi bersama orang. Kita juga tahu mana yang penting, seperti keluarga, sekolah, kerja, atau istirahat. Kita bisa fokus sebentar lalu berhenti sebentar. Sekarang, kita bisa mulai dari pilihan kecil setiap hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rutinitas yang padat bisa membuat seseorang menjalani hari tanpa banyak memikirkan pilihan yang dibuat. Bangun tidur, bekerja atau kuliah, menyelesaikan tugas, bertemu dengan orang lain, hingga menghabiskan waktu dengan gadget menjadi rangkaian aktivitas yang seringkali dilakukan berulang.

Di tengah pola hidup yang serba cepat, intentional living menarik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Secara sederhana, intentional living merupakan cara menjalani hidup dengan lebih sadar terhadap pilihan yang dibuat. Tentang bagaimana seseorang menggunakan waktu, energi, dan perhatiannya.

Lalu, apa sebenarnya intentional living dan seperti apa penerapannya? Ini tiga hal untuk memahami intentional living.

1. Lebih sadar dengan pilihan yang dibuat

ilustrasi menentukan prioritas (unsplash.com/uns_studio)

Intentional living bukan berarti kamu harus merencanakan seriap menit dalam hidup. Justru, konsep ini lebih berkaitan dengan kesadaran terhadap pilihan yang kamu buat setiap hari.

Misalnya, kamu membuka sosial media karena memang ingin beristirahat sebentar, bukan karena refleks setiap kali merasa bosan. Begitu juga ketika memilih kegiatan, membeli sesuatu, atau menghabiskan waktu bersama orang lain. Kamu mulai bertanya kepada diri sendiri, apakah keputusan ini memang sesuai dengan keinginanmi? Dengan begitu, kamu bisa perlahan membedakan mana yang benar-benar kamu butuhkan dan mana yang hanya dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan.

2. Menentukan hal yang menjadi prioritas

ilustrasi prioritas (pexels.com/Tara Winstead)

Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda. Ada yang ingin memberikan lebih banyak waktu untuk keluarga, untuk pendidikan, pekerjaan, kesehatan, atau sekadar memiliki waktu untuk diri sendiri. Mengetahui hal yang dianggap sebagai prioritas dapat membantu seseorang menentukan aktvitas mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Menurut Psikiater Brook Choulet salah satu cara menerapkan pola hidup yang lebih sadar adalah dengan menyediakan waktu untuk fokus pada satu aktivitas, "Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan metode pomodoro, yakni bekerja selama 20 menit, kemudian beristirahat 10 menit untuk melakukan aktivitas yang disukai, seperti berjalan-jalan di luar," dikutip dari Bustle.

Dengan cara tersebut, menjalani hidup secara intentional bukan berarti harus mengisi hari dengan lebih banyak kegiatan. Justru, kamu bisa mulai menentukan kegiatan mana yang memang layak mendapatkan waktu dan perhatian.

3. Memberi ruang untuk "slow down"

ilustrasi santai (pexels.com/ArtHouse Studio)

Kesibukan membuat seseorang terbiasa berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya tanpa banyak jeda. Karena itu, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak juga bisa jadi bagian dari intentional living.

Menurut Lee Holden, Qi Gong Master dan penulis, "Semakin kamu memperlambat langkahmu, semakin banyak hal yang bisa kamu rasakan," dikutip dari Bustle.

"Slown down" gak harus dilakukan dengan meninggalkan pekerjaan atau mengubah rutinitas secara drastis. Kamu bisa memulainya dengan menikmati makanan tanpa melihat ponsel, berjalan kaki sambil memperhatikan lingkungan sekitar, membaca buku, menulis jurnal, atau sekadar mengambil beberapa menit untuk beristirahat.

Intentional living bukan tentang membuat hidup menjadi sempurna atau mengatur setiap aktivitas secara ketat. Konsep ini lebih berkaitan dengan kesadaran untuk memilih apa yang ingin dilakukan dan memberikan perhatian pada hal-hal yang memang penting.

Kamu bisa memulainya dari keputusan kecil dalam keseharian. Ketika mulai memahami apa yang dibutuhkan, menentukan prioritas, dan memberi ruang untuk menikmati aktivitas yang sedang dijalani, kehidupan sehari-hati pun bisa terasa lebih selaras dengan apa yang sebenarnya kamu inginkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article