ilustrasi kontraktor (unsplash.com/sol)
Jaringan seperti ini tidak bisa jalan hanya dengan bisnis gelap. Mereka butuh struktur legal untuk menampung uang, menandatangani kontrak, dan berinteraksi dengan sistem formal tanpa memicu kecurigaan. Makanya, perusahaan-perusahaan yang menjadi bagian dari jaringan ini biasanya terlihat sangat normal dari luar. Mereka punya kantor, punya karyawan, bayar pajak, dan bahkan memenangkan penghargaan bisnis. Fungsi utamanya bukan mencari untung dari bisnis itu sendiri, tapi sebagai infrastruktur yang memungkinkan seluruh jaringan beroperasi secara sah.
Pola ini sangat umum di sektor kontraktor pemerintah. Sebuah perusahaan konstruksi kecil dengan modal minim bisa memenangkan proyek ratusan miliar bukan karena kapasitasnya, tapi karena ia adalah kendaraan resmi dari jaringan yang sudah mengendalikan proses pengadaannya sejak awal. Proyek dikerjakan seadanya atau disubkontrakan habis ke pihak lain, sementara selisih anggaran mengalir ke atas lewat mekanisme yang rapi dan sulit dilacak. Perusahaan itu sendiri bisa tutup dan diganti nama kapan saja, karena yang penting bukan entitas hukumnya tapi jaringan di baliknya.
Mafia dalam bisnis modern tidak datang dengan pistol dan kekerasan. Mereka datang dengan perusahaan yang terdaftar resmi, koneksi di tempat yang tepat, dan kemampuan mengendalikan satu titik kritis yang membuat semua orang lain tergantung pada mereka. Selama sistem hukum masih bisa disiasati dan akses pasar masih bisa dimonopoli, pola ini akan terus hidup dalam bentuk yang semakin rapi.
Di semua ekosistem yang dikendalikan jaringan semacam ini, ada satu produk yang paling berharga dan paling mahal yaitu kepastian. Pelaku usaha yang masuk ke dalam jaringan membayar bukan untuk mendapat keuntungan ekstra, tapi untuk memastikan mereka tidak diganggu, kontrak mereka tidak dibatalkan sepihak, dan bisnis mereka bisa jalan tanpa hambatan yang tiba-tiba muncul dari arah tidak terduga. Kepastian itu nilainya sangat tinggi di lingkungan bisnis yang tidak bisa mengandalkan hukum formal sebagai perlindungan.
Inilah yang membuat jaringan seperti ini sulit diberantas hanya dengan menangkap satu atau dua orangnya. Selama ada permintaan akan kepastian yang tidak bisa dipenuhi oleh sistem hukum formal, akan selalu ada pihak yang menawarkan alternatifnya dengan harga yang harus dibayar. Pelaku usaha yang sudah masuk ke dalam ekosistem ini juga tidak serta-merta mau keluar karena keluar artinya kehilangan akses ke kepastian yang selama ini mereka bayar mahal. Jaringan itu bertahan bukan karena semua orang takut, tapi karena banyak pihak merasa berkepentingan untuk menjaganya tetap ada.