Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Area Rumah yang Sering Luput dari Perawatan, Rentan Kotor!
ilustrasi ventilasi rumah (pexels.com/Max Vakhtbovycn)
  • Talang air dan saluran pembuangan yang tersumbat daun, debu, atau ranting dapat memicu luapan air, rembesan dinding-plafon, kelembapan, jamur, hingga kerusakan struktur.
  • Bagian belakang atau bawah perabot besar sering menumpuk debu, sarang laba-laba, dan sisa makanan, sehingga berisiko memicu serangga, hewan kecil, jamur, serta bau tidak sedap.
  • Ventilasi dan stop kontak perlu diperiksa rutin; debu dapat menghambat sirkulasi serta menumpuk alergen, sementara sambungan longgar atau panas berlebih meningkatkan risiko korsleting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Merawat rumah bukan hanya sebatas menyapu lantai, membersihkan kamar, hingga merapikan perabotan sehari-hari. Ternyata ada beberapa area yang mungkin jarang terlihat dan kerap dilupakan, padahal kondisi ini jelas dapat mempengaruhi kebersihan, kenyamanan, hingga keamanan penghuni rumah.

Dikarenakan letaknya tidak selalu berada dalam pandangan sehari-hari, maka area-area tersebut kerap kali justru terlewat dan diabaikan dari proses pembersihan. Padahal, perawatan rutin pada bagian-bagian rumah yang tersembunyi bisa membantu dalam mencegah biaya perbaikan yang semakin besar di kemudian hari.

1. Talang air dan saluran pembuangan

ilustrasi talang air (unsplash.com/Jon Sailer)

Talang air menjadi salah satu bagian rumah yang kerap diabaikan karena memang letaknya di bagian atap atau area yang sulit untuk dijangkau setiap harinya. Akibat dari hal ini akan membuat ranting, daun kering, debu, hingga berbagai kotoran lain jadi menumpuk dan pada akhirnya menghambat aliran air pada saat hujan mulai turun.

Pada saat saluran di bagian talang air tersumbat, maka airnya akan berpotensi meluap dan justru merembes ke bagian dinding hingga plafon rumah. Kondisi ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, sehingga kelembapan berlebihnya akan memicu pertumbuhan jamur dan juga mempercepat risiko kerusakan pada struktur bangunan.

2. Area belakang dan bawah perabot besar

ilustrasi interior rumah (pexels.com/Gustavo Galeano Maz)

Area belakang lemari, kulkas, sofa, atau rak besar bisa menjadi area yang jarang dibersihkan karena memang sulit untuk dijangkau. Tidak heran apabila keberadaan sarang laba-laba, debu, hingga sisa makanan bisa saja menumpuk di area-area tersebut selama berbulan-bulan lamanya.

Bukan hanya mengurangi kebersihan area rumah, namun ada yang kotor juga dapat menjadi tempat berkembangnya serangga atau hewan kecil. Pada banyak kasus, kelembapan yang terperangkap di area tertutup sangat rentan menyebabkan munculnya jamur atau bau yang tidak sedap.

3. Ventilasi dan kisi-kisi udara

ilustrasi ventilasi rumah (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Ventilasi memiliki peran yang sangat penting untuk memastikan sirkulasi udara dalam rumah tetap terjaga dan nyaman. Namun, dikarenakan posisinya berada di bagian atas ruangan atau sudut-sudut tertentu, maka ventilasi justru kerap luput dari perhatian pada saat proses pembersihan dilakukan.

Debu yang menumpuk pada kisi-kisi ventilasi bisa menghambat aliran udara dan pada akhirnya menurunkan kualitas sirkulasi di dalam rumah. Jika hal ini terus dibiarkan terlalu lama, maka kondisi ini akan membuat ruangan terasa lebih pengap dan pada akhirnya meningkatkan risiko penumpukan alergen di bagian dalam rumah.

4. Sambungan listrik dan stop kontak

ilustrasi listrik (unsplash.com/intrapixel)

Banyak orang mungkin hanya memperhatikan soal instalasi listrik pada saat terjadi gangguan, seperti lampu mati atau perangkat elektronik yang tidak berfungsi secara maksimal. Nyatanya, sambungan listrik dan stop kontak memerlukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan bahwa semuanya masih dalam kondisi yang benar-benar aman.

Debu yang menumpuk, sambungan yang mulai longgar, hingga tanda-tanda panas berlebih pada bagian stop kontak justru bisa menjadi indikasi adanya masalah yang harus segera diatasi. Jika sampai terus diabaikan, maka kondisi ini sangat berpotensi meningkatkan risiko terjadinya korsleting dan kerusakan pada perangkat elektronik.

Beberapa bagian rumah memang kerap terabaikan karena tidak terlihat secara langsung dalam aktivitas sehari-hari. Meski begitu, dengan proses pembersihan secara berkala, justru area tersebut bisa kembali bersih seperti sedia kala. Lakukan perawatan rutin pada bagian-bagian tersebut agar bisa menghindari masalah yang mungkin berpotensi muncul di kemudian hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article