Media sosial membuat siapa saja lebih mudah menyampaikan pendapat. Unggahan seseorang bisa langsung mendapat pujian, kritik, saran, bahkan komentar yang bernada kasar hanya dalam hitungan menit. Sayangnya, tidak semua orang bisa membedakan kritik yang bertujuan memperbaiki dengan komentar yang sebenarnya sudah mengarah pada cyber bullying. Akibatnya, kalimat yang menyakitkan sering dianggap sebagai sesuatu yang wajar karena dibungkus dengan alasan "cuma memberi pendapat."
Padahal, kritik dan cyber bullying memiliki tujuan yang berbeda. Kritik berfokus pada tindakan, pendapat, atau hasil karya, sedangkan cyber bullying lebih sering menyerang pribadi seseorang secara terus-menerus hingga menimbulkan rasa takut, malu, atau tertekan. Memahami perbedaannya penting agar kita tidak ikut menjadi pelaku, sekaligus mampu melindungi diri ketika menjadi sasaran.
