Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Bayar Fidyah Puasa dengan Uang? Ini Penjelasan dan Cara Hitung

Berapa Bayar Fidyah Puasa dengan Uang? Ini Penjelasan dan Cara Hitung
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/adarmel)
Intinya Sih
  • Fidyah adalah kewajiban bagi muslim yang tidak mampu berpuasa Ramadan, dilakukan dengan memberi makan fakir miskin atau menggantinya dengan uang senilai makanan pokok.
  • Mayoritas ulama mewajibkan fidyah berupa makanan, namun Mazhab Hanafi dan lembaga seperti BAZNAS serta MUI memperbolehkan pembayaran dalam bentuk uang agar lebih praktis.
  • Besaran fidyah dihitung per hari puasa yang ditinggalkan, berkisar Rp25.000–Rp75.000 tergantung kemampuan ekonomi, dan dapat disalurkan langsung atau melalui lembaga zakat resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fidyah merupakan keringanan dalam Islam bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena kondisi tertentu. Ibadah ini dilakukan dengan memberi makan fakir miskin sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan. Namun, saat ini fidyah juga sering dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok.

Secara bahasa, fidyah berasal dari kata Arab fadaa yang berarti menebus atau mengganti. Dalam istilah syariat, fidyah adalah denda yang wajib dibayar karena meninggalkan puasa Ramadan akibat uzur syar’i dan tidak mampu mengqadhanya. Bagi kamu yang ingin membayar fidyah dengan uang, penting untuk memahami aturan dan cara menghitungnya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

1. Bolehkah fidyah dibayar dengan uang?

ilustrasi kartu ucapan dan makanan simpel berbuka puasa (pexels.com/anntarazevich)
ilustrasi kartu ucapan dan makanan simpel berbuka puasa (pexels.com/anntarazevich)

Pada dasarnya, fidyah ditunaikan dengan memberikan makanan pokok kepada fakir miskin. Hal ini mengikuti pendapat mayoritas ulama, termasuk dalam Mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia. Dalam pandangan ini, bentuk utama fidyah adalah makanan karena sesuai dengan makna ayat Al-Qur’an yang menyebutkan memberi makan orang miskin.

Namun, sebagian ulama memperbolehkan fidyah dibayarkan dalam bentuk uang dengan nilai yang setara makanan tersebut. Dilansir BAZNAS, pendapat ini berasal dari Mazhab Hanafi yang membolehkan pembayaran fidyah dengan uang (qimah) agar lebih praktis dan bermanfaat bagi penerima. Pendapat ini kemudian banyak diadopsi oleh lembaga zakat dan ulama kontemporer di Indonesia, termasuk MUI dan BAZNAS.

2. Berapa nominal fidyah puasa jika dibayar dengan uang?

ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/adarmel)
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/adarmel)

Besaran fidyah dihitung dari jumlah makanan pokok yang diberikan kepada satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan. Para ulama menetapkan takarannya sekitar 1 mud atau setara dengan kurang lebih 675 gram hingga 0,7 kilogram beras per hari. Dilansir BAZNAS, ukuran tersebut menjadi acuan dasar dalam menentukan kewajiban fidyah.

Jika dikonversikan ke bentuk uang, nominal fidyah biasanya menyesuaikan harga makanan atau biaya makan yang layak. BAZNAS dalam beberapa ketetapannya pernah menetapkan nilai fidyah sekitar Rp60.000 per hari per jiwa di wilayah tertentu. Sementara itu, berdasarkan Fatwa MUI DIY tahun 2026, kisaran fidyah berada antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per hari tergantung kemampuan ekonomi. Adapun ketentuannya sebagai berikut:

  • Klaster Sangat Mampu
    Minimal Rp75.000 / jiwa / hari
  • Klaster Mampu
    Minimal Rp50.000 / jiwa / hari
  • Klaster Sedang
    Minimal Rp30.000 / jiwa / hari
  • Klaster Ekonomi Cukup
    Minimal Rp25.000 / jiwa / hari

3. Cara menghitung fidyah puasa dengan uang

ilustrasi makanan simpel berbuka puasa (pexels.com/anntarazevich)
ilustrasi makanan simpel berbuka puasa (pexels.com/anntarazevich)

Perhitungan fidyah dengan uang sebenarnya cukup sederhana karena mengikuti jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Rumusnya adalah jumlah hari tidak berpuasa dikalikan dengan nominal fidyah per hari yang berlaku. Cara ini memudahkan umat Islam untuk memperkirakan kewajiban fidyah yang harus ditunaikan.

Sebagai contoh, jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari dan nilai fidyah yang digunakan adalah Rp50.000 per hari, maka total fidyah yang perlu dibayarkan sebesar Rp500.000. Uang tersebut kemudian disalurkan kepada fakir miskin sebagai pengganti makanan yang seharusnya diberikan. Penyaluran fidyah bisa dilakukan langsung kepada penerima atau melalui lembaga amil zakat resmi agar lebih tepat sasaran.

Membayar fidyah merupakan keringanan bagi umat Islam yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu. Dengan memahami besaran dan cara menghitungnya, kewajiban ini dapat ditunaikan dengan tepat sekaligus membantu fakir miskin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us