Sebagai aktris, model, sekaligus musisi, Zoë Kravitz dikenal memiliki selera seni unik dan penuh karakter. Tak hanya dalam film atau musik, pilihan bacaannya juga mencerminkan ketertarikannya pada kisah-kisah mendalam. Dari memoar seniman legendaris hingga novel klasik yang membahas pencarian jati diri, buku-buku favoritnya menawarkan pengalaman membaca yang berkesan.
5 Buku Favorit Zoë Kravitz yang Penuh Makna dan Inspirasi

- Zoë Kravitz dikenal memiliki selera baca yang mencerminkan kepribadiannya—penuh makna, seni, dan refleksi tentang kehidupan serta pencarian jati diri.
- Lima buku favoritnya meliputi karya Patti Smith, Roxane Gay, J.D. Salinger, dan Clarissa Pinkola Estés yang menyoroti tema kebebasan, feminisme, hingga perjalanan emosional.
- Pilihan bacaan Zoë menunjukkan ketertarikannya pada kisah introspektif yang menginspirasi pembaca untuk memahami identitas dan makna hidup secara lebih mendalam.
Menariknya, sebagian besar buku yang disukai Zoë Kravitz bukan sekadar hiburan. Buku-buku ini mengangkat tema kebebasan hingga perjalanan emosional yang relevan bagi banyak orang. Jika sedang mencari bacaan yang mampu menginspirasi sekaligus membuatmu merenung, daftar buku favorit Zoë Kravitz berikut bisa menjadi pilihan yang tepat.
1. Just Kids — Patti Smith

Memoar karya Patti Smith ini mengisahkan hubungan persahabatannya dengan fotografer legendaris Robert Mapplethorpe saat mereka berjuang meraih mimpi di New York pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Buku ini menggambarkan dunia seni yang penuh gairah, ketidakpastian, dan pengorbanan.
Zoë Kravitz mengaku sangat menyukai cara Patti Smith menggambarkan New York pada masa itu. Melalui buku ini, pembaca bisa merasakan atmosfer kota yang romantis, liar, sekaligus penuh kemungkinan. Just Kids bukan hanya kisah tentang seni dan persahabatan, tetapi juga tentang bagaimana dua orang muda saling mendukung ketika dunia belum mengenal nama mereka.
2. Bad Feminist — Roxane Gay

Dalam kumpulan esai ini, Roxane Gay membahas berbagai isu mulai dari budaya populer, identitas, ras, hingga feminisme modern. Ia melakukannya dengan cara yang jujur, cerdas, dan sering kali lucu. Buku ini menunjukkan bahwa seseorang tidak harus sempurna untuk memperjuangkan kesetaraan dan memahami berbagai kompleksitas kehidupan.
Bad Feminist menarik karena pendekatannya yang sangat manusiawi. Roxane Gay tidak berbicara dari menara gading, melainkan dari pengalaman pribadinya sebagai perempuan kulit berwarna yang terus belajar memahami dunia. Tak heran Zoë Kravitz pernah menyebut buku ini sangat berarti baginya hingga ingin membacanya kembali.
3. The Catcher in the Rye — J.D. Salinger

Novel klasik karya J. D. Salinger ini mengikuti perjalanan Holden Caulfield, remaja berusia 16 tahun yang merasa terasing dari dunia di sekitarnya. Setelah dikeluarkan dari sekolah, ia menghabiskan beberapa hari berkeliling New York sambil mempertanyakan banyak hal tentang kehidupan, kepalsuan orang dewasa, dan pencarian makna diri.
Meski sudah terbit lebih dari tujuh dekade lalu, tema yang diangkat tetap terasa relevan hingga sekarang. Banyak pembaca muda maupun dewasa merasa terhubung dengan kegelisahan Holden. Zoë Kravitz termasuk penggemar berat karya ini karena kemampuannya menangkap perasaan kesepian, kebingungan, dan pencarian identitas yang sering dialami banyak orang.
4. Franny and Zooey — J.D. Salinger

Selain The Catcher in the Rye, Zoë Kravitz juga sangat menyukai Franny and Zooey. Novel ini sebenarnya terdiri dari dua cerita yang berfokus pada anggota keluarga Glass, terutama Franny dan Zooey. Keduanya sedang menghadapi krisis emosional dan spiritual ketika memasuki masa dewasa, yang membuat cerita terasa sangat personal dan introspektif.
Salinger menghadirkan dialog yang tajam sekaligus penuh makna. Buku ini tidak banyak mengandalkan aksi besar, tetapi justru mengajak pembaca masuk ke dalam pikiran dan pergulatan batin para tokohnya. Karena itulah Franny and Zooey sering dianggap sebagai salah satu karya terbaik tentang pencarian jati diri, kedewasaan, dan arti kehidupan.
5. Women Who Run With the Wolves — Clarissa Pinkola Estés

Buku karya Clarissa Pinkola Estés ini telah menginspirasi jutaan pembaca di seluruh dunia. Menggabungkan psikologi Jungian, mitologi, dongeng, dan cerita rakyat, buku ini mengajak perempuan untuk kembali terhubung dengan sisi liar, kreatif, intuitif, dan autentik dalam diri mereka.
Alih-alih memberikan nasihat praktis seperti buku pengembangan diri pada umumnya, karya ini menggunakan kisah-kisah simbolis yang mengandung banyak makna. Zoë Kravitz mengaku mendapatkan inspirasi besar setelah menerima buku ini dari seorang teman.
Buku-buku favorit Zoë Kravitz menunjukkan ketertarikannya pada karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak pembaca berpikir lebih dalam tentang identitas sampai perjalanan hidup. Dari kelima buku tersebut, mana yang paling ingin kamu masukkan ke daftar bacaan berikutnya?


![[QUIZ] Kami Tahu Kamu Termasuk Orang yang Pandai Bersyukur atau Gak!](https://image.idntimes.com/post/20250419/34470-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-ac5da9f8a4bebf2b76f2d32c8c2bc7e2.jpg)



![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Tipe Pacar yang Cocok Buatmu](https://image.idntimes.com/post/20240731/img-upin-ipin-fa88ff6009d5a2bdb27f7aff58490d0b.jpg)

![[QUIZ] Guys, Kami Tahu Apakah Kamu Kurang Kasih Sayang saat Kecil atau Gak](https://image.idntimes.com/post/20250604/pexels-kampus-6948092-535a16e7fb7bdc23245ff21afd8e8c4f-81b1531cfd5aedef80cd0fb69bfe8db0.jpg)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251017/whatsapp-image-2025-10-17-at-07_98e182a3-4f53-4962-97b2-381de1b8c8b7.jpeg)





