“Meromantiskan hidup kita mengubah perspektif dan memberi kita kesempatan untuk menghargai keindahan dalam hal-hal yang cenderung kita abaikan sebagai hal biasa dalam rutinitas kita. Ini melibatkan secara aktif mencari, memperhatikan, dan menikmati keindahan di sekitar," kata Dr. Romanoff, dikutip dari Verywell Mind.
Mengapa Meromantisasi Hidup Dapat Membuat Kamu Lebih Bahagia?

- Meromantisasi hidup berarti sengaja menemukan dan menikmati keindahan dalam momen biasa, sehingga rutinitas terasa lebih istimewa serta memicu emosi positif.
- Mengapresiasi hal kecil melatih fokus pada saat ini, menumbuhkan rasa syukur, mengurangi stres, dan membangun asosiasi positif terhadap tugas harian yang kurang disukai.
- Praktiknya dapat berupa ritual sederhana, waktu di alam, perawatan diri, dan koneksi sosial; namun tetap perlu autentik agar tidak memicu ekspektasi tidak realistis atau pelarian dari emosi negatif.
Meromantiskan kehidupan sehari-hari telah menjadi semacam "mantra" belakangan ini. Kita dibanjiri banyak berita negatif setiap hari, oleh karenanya banyak dari kita mulai fokus pada apa yang dapat kita kendalikan, seperti bersantai, menikmati keseharian, hingga mencoba hobi baru yang membawa kegembiraan.
Itulah mengapa meromantisasi hidup sangat penting, di mana semuanya tentang hal-hal kecil yang menciptakan dampak besar, hingga kebahagiaan. Di artikel ini, kamu akan temukan mengapa meromantisasi hidup dapat membuat kamu lebih bahagia. So, let's check this out!
1. Apa artinya meromantisasi hidup?

Ilustrasi menikmati pemandangan (pexels.com/Suki Lee) Meromantiskan hidup berarti menemukan keindahan dalam momen-momen yang biasanya kita lalui dengan terburu-buru atau abaikan. Ini adalah perubahan pola pikir yang ampuh yang membuat setiap hari terasa istimewa, menanamkan keindahan, dan keajaiban dalam hal-hal biasa. Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog klinis, mengatakan bahwa praktik ini adalah tentang menumbuhkan pengalaman yang mendorong emosi positif.
2. Mengapa meromantisasi hidup dapat membuat kita lebih bahagia?

Ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/Vika Glitter) Meromantisasi hidup atau mengapresiasi hal-hal kecil membuat kita lebih bahagia karena mengubah rutinitas biasa menjadi sesuatu yang bermakna. Konsep ini melatih otak untuk fokus pada momen saat ini, menumbuhkan rasa syukur, dan mengurangi beban stres dari tuntutan hidup sehari-hari.
"Meromantiskan hidup dapat membantu kita mencapai tujuan jangka panjang dengan memperkuat pikiran dan perasaan secara positif tentang tugas-tugas sehari-hari. Baik itu membawa minuman favorit saat berjalan-jalan atau menyalakan lilin sebelum membersihkan rumah, memasangkan sesuatu yang menyenangkan dengan tugas yang tidak kamu sukai dapat menciptakan asosiasi positif," ungkap Angel Vardanyan, LMFT, seorang terapis di Mindpath Health, dikutip dari Real Simple.
Vardanyan menjelaskan bahwa meromantiskan tugas-tugas harian dapat membantu kita lebih condong ke emosi positif dengan menciptakan jalur saraf baru yang berpusat pada asosiasi positif ini. Seiring waktu, siklus ini memperkuat dirinya sendiri: kamu meromantiskan suatu tugas, merasa lebih baik tentangnya, dan terus kembali mengerjakannya.
3. Bagaimana seseorang dapat meromantiskan hidup?

Ilustrasi perempuan bahagia (pexels.com/Rebeca Medeiros) Meromantiskan hidup seseorang memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang. Paling sering, meromantisasi hidup berarti memiliki pola pikir bersyukur, melakukan aktivitas yang membuat kamu tersenyum atau menginspirasi, bersemangat, dan dikelilingi oleh orang-orang yang membawa kegembiraan dan mengeluarkan versi terbaik dari diri.
Ini bisa termasuk ritual sehari-hari seperti membuat gratitude journal, meluangkan waktu untuk diri sendiri, memanjakan diri dengan mandi mewah, melepaskan diri dari perangkat elektronik, dan banyak lagi. Ini termasuk manifestasi, yang juga memainkan peran penting dalam meromantiskan hidup seseorang.
"Manifestasi sangat membantu kita ketika kita memiliki dorongan untuk mencapai sesuatu dan tingkat pencarian kita begitu kuat sehingga alam semesta mewujudkannya. Meditasi dan manifestasi membantu dalam romantisme, tetapi pendekatan hidup seperti ini juga didorong oleh sikap harga diri intrinsik, kepercayaan diri, dan kemampuan untuk menanamkan makna ke dalam hal-hal biasa dan mengangkatnya," jelas Dr. Aparna Santhanam, seorang life coach dan dan penulis buku, dikutip dari laman Harpers Bazaar.
Meromantisasi hidup bukanlah tentang apa yang orang lain pikirkan atau bagaimana kamu membayangkan hidupmu. Ini mengacu pada rasa keseimbangan dan rasa 'keberadaan' murni dalam segala hal yang kamu kejar. Keaslian alias bersikap jujur pada diri sendiri sangat penting, karena hal tersebut memiliki kekuatan untuk membuat segalanya menjadi ajaib.
4. Ide romantisasi hidup sehari-hari

Ilustrasi membaca buku (pexels.com/Rohit Photography) Rutinitas pagi atau malam:
- Buka tirai di pagi hari, biarkan cahaya masuk, dan hirup udara segar.
- Rapikan tempat tidur seolah-olah kamu sedang mempersiapkannya untuk tamu, agar kamar terasa rapi dan bersih.
- Minumlah kopi atau teh di dekat jendela dan nikmati pemandangannya.
- Berpakaian sedikit rapi tanpa alasan.
- Pakai parfum favorit.
- Putar musik lembut saat bersiap-siap untuk beraktivitas di pagi hari.
- Matikan suara ponsel dan meditasi atau ibadah.
- Nikmati mandi mewah dengan busa, garam, atau kelopak bunga.
- Setelah mandi, selimutilah diri dengan jubah atau selimut yang lembut dan halus.
- Redupkan lampu dan dengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur .
Saat berada di alam:
- Nikmati sensasi sinar matahari di wajahmu.
- Siapkan bekal piknik untuk sendiri di taman.
- Bawalah buku, jurnal, atau bekal makan siang ke luar.
- Pergilah berjalan-jalan dan perhatikan hal indah di sekitarmu.
- Perhatikan langit dan hargai hari yang cerah, matahari terbenam yang menakjubkan, atau awan yang indah.
Romantisasi saat menikmati makanan:
- Tanam sendiri tanaman herbal.
- Sajikan makanan dengan indah agar terlihat menarik secara visual.
- Gunakan serbet kain atau peralatan makan yang bagus hanya untuk menambah kesenangan.
- Manjakan diri dengan sesuatu yang mewah, seperti cokelat mahal, air mineral bersoda spesial, atau keju gourmet.
- Nyalakan lilin atau redupkan lampu saat makan malam, meskipun sendiri.
5. Ide romantisasi hidup lainnya yang bisa kamu lakukan

Ilustrasi membeli bunga (pexels.com/Gustavo Fring) Memanjakan diri dengan perawatan dan kesenangan sendiri:
- Belilah bunga segar.
- Bicaralah dengan tanaman.
- Gantung lampu hias atau lampu kelap-kelip di ruanganmu.
- Ciptakan sudut baca yang nyaman.
- Tulis afirmasi positif di selembar kertas tempel dan tempelkan di cermin.
- Cantumkan tiga hal yang kamu syukuri dalam gratitude journal.
Meromantiskan tugas rumah tangga:
- Biarkan pikiranmu mengembara dan izinkan dirimu berkhayal selama perjalananmu.
- Hiasi ruang kerja dengan kutipan atau karya seni yang menginspirasi.
- Akhiri hari kerja dengan menuliskan satu hal yang membuat kamu bangga.
- Kenakan celemek yang lucu saat mencuci piring.
- Dengarkan podcast sambil melipat pakaian.
- Putar musik saat membersihkan rumah.
Ide untuk terhubung dengan orang lain:
- Pasang foto orang-orang terkasih yang membuat kamu tersenyum.
- Tulislah catatan atau surat tulisan tangan yang manis untuk teman-temanmu, atau untuk dirimu sendiri.
- Mengirimkan pujian kepada teman melalui pesan singkat.
- Tersenyumlah pada orang asing.
- Bayar kopi orang yang kamu temui di coffee shop!
Meromantiskan kehidupan dapat membuatnya terasa lebih istimewa dan indah. Namun, penting untuk tidak terlalu meromantiskan kehidupan, karena dapat menyebabkan ekspektasi yang tidak realistis dan penekanan semua emosi negatif dan autentik, sehingga pada akhirnya menjadi bentuk pelarian dari kenyataan.
Intinya, meromantisasi kehidupan adalah menjalani hidup dengan lebih penuh kesadaran dan rasa syukur. Ketika kita hidup dengan lebih sadar, kita mampu menghargai banyak hal yang patut disyukuri dan semua kesenangan sederhana yang cenderung kita anggap remeh. Dengan demikian, hidup kita jadi lebih bahagia. Yuk, mulai praktikkan sekarang!




















