Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Memulai Journaling untuk Pemula, Kelola Stres Lebih Baik!

ilustrasi perempuan journaling
ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Memulai journaling dengan tujuan sederhana dan realistis, seperti menulis tiga sampai lima menit sehari untuk membuat kebiasaan baru tumbuh alami.
  • Tentukan waktu dan tempat yang nyaman untuk menulis jurnal agar otak mengenali journaling sebagai momen refleksi dan lingkungan yang tenang membuatmu lebih jujur pada diri sendiri.
  • Tulis bebas tanpa takut salah karena journaling bukan untuk dinilai siapa pun, sehingga membantu pikiran melepaskan beban yang terpendam dan efektif sebagai cara sederhana mengelola stres di awal tahun.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menulis jurnal sering terdengar sederhana, tapi dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan mental. Aktivitas ini memberi ruang aman untuk menumpahkan pikiran tanpa takut dihakimi siapa pun. Saat isi kepala terasa penuh, journaling membantu merapikan emosi yang berantakan. Dari kebiasaan kecil ini, kamu bisa belajar lebih jujur pada diri sendiri.

Di tengah ritme hidup yang makin cepat, banyak orang mencari cara praktis untuk menjaga keseimbangan batin. Journaling jadi salah satu metode yang mudah diakses dan fleksibel untuk siapa saja. Manfaat menulis jurnal tidak hanya soal curhat, tapi juga membangun kesadaran diri secara perlahan. Yuk simak lima cara journaling untuk pemula agar kesehatan mental di tahun 2026 lebih terkelola.

1. Mulai dari tujuan yang sederhana dan realistis

ilustrasi menulis jurnal (freepik.com/freepik)
ilustrasi menulis jurnal (freepik.com/freepik)

Banyak pemula gagal journaling karena memasang target terlalu tinggi. Ada yang ingin menulis panjang setiap hari, padahal waktunya terbatas. Mulailah dengan tujuan kecil, seperti menulis tiga sampai lima menit sehari. Cara ini membuat journaling terasa ringan dan tidak membebani.

Dengan tujuan sederhana, kamu memberi kesempatan pada kebiasaan baru untuk tumbuh alami. Konsistensi jauh lebih penting daripada isi yang sempurna. Lama-kelamaan, menulis jurnal menjadi rutinitas yang menyenangkan. Dari sinilah manfaat menulis jurnal untuk kesehatan mental mulai terasa.

2. Tentukan waktu dan tempat yang nyaman

ilustrasi perempuan journaling
ilustrasi perempuan journaling (pexels.com/cottonbro studio)

Menentukan waktu khusus membantu otak mengenali journaling sebagai momen refleksi. Bisa di pagi hari sebelum aktivitas atau malam saat pikiran mulai tenang. Pilih waktu yang realistis agar tidak mudah terlewat. Tempat yang nyaman juga berpengaruh pada kualitas tulisan.

Lingkungan yang tenang membuatmu lebih jujur pada diri sendiri. Kamu bisa menulis tanpa distraksi dan tekanan. Kebiasaan ini membantu menurunkan stres setelah hari yang melelahkan. Perlahan, journaling menjadi ruang aman untuk menjaga keseimbangan emosi.

3. Tulis bebas tanpa takut salah

ilustrasi perempuan journaling
ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/freepik)

Salah satu hambatan utama pemula adalah takut tulisannya jelek atau tidak bermakna. Padahal journaling bukan untuk dinilai siapa pun. Kamu bebas menulis apa saja, dari keluhan, rasa syukur, hingga pikiran acak. Tidak ada aturan baku dalam cara journaling.

Menulis bebas membantu pikiran melepaskan beban yang terpendam. Emosi negatif yang dituangkan ke kertas terasa lebih ringan. Ini efektif sebagai cara sederhana mengelola stres di awal tahun. Dengan kebiasaan ini, kesehatan mental jadi lebih terjaga.

4. Gunakan panduan sederhana jika bingung

ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/pikisuperstar)
ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/pikisuperstar)

Jika sering kehabisan ide, panduan atau prompt bisa sangat membantu. Misalnya, tulis tiga hal yang kamu syukuri hari ini atau satu hal yang membuatmu cemas. Pertanyaan sederhana ini memancing refleksi yang jujur. Cara ini cocok untuk pemula yang baru belajar journaling.

Panduan membuat proses menulis lebih terarah tanpa terasa kaku. Kamu tetap bebas mengekspresikan diri, tapi punya titik awal. Dari sini, kamu belajar mengenali pola emosi dan pikiran. Manfaat menulis jurnal pun terasa lebih konkret dan mendalam.

5. Jadikan journaling sebagai teman, bukan kewajiban

ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/freepik)
ilustrasi perempuan journaling (freepik.com/freepik)

Journaling akan bertahan lama jika kamu menikmatinya. Jangan memaksa diri menulis setiap hari jika sedang lelah. Tidak apa-apa melewatkan satu atau dua hari tanpa rasa bersalah. Yang penting, kamu kembali dengan niat yang sama.

Saat journaling dipandang sebagai teman, bukan tugas, prosesnya terasa lebih hangat. Kamu menulis karena ingin, bukan karena harus. Kebiasaan ini membantu menjaga kesehatan mental 2026 dengan cara yang berkelanjutan. Dari sini, journaling menjadi bagian dari self-care harian.

Memulai journaling memang terlihat sederhana, tapi dampaknya bisa besar bagi kesehatan mental. Di awal tahun, kebiasaan kecil ini bisa menjadi pondasi untuk mengelola stres dengan lebih sehat. Kamu belajar mengenal diri, menerima emosi, dan menata pikiran secara perlahan. Yuk, mulai journaling hari ini dan jadikan menulis sebagai ruang aman untuk bertumbuh sepanjang tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

9 Inspirasi Gaya Rambut Glamor ala Dewi Perssik, Memesona!

02 Jan 2026, 22:03 WIBLife