Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Menerapkan Semangat Kartini dalam Kehidupan Sehari-hari

5 Cara Menerapkan Semangat Kartini dalam Kehidupan Sehari-hari
Ilustrasi perempuan berpendidikan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya Sih
  • Semangat Kartini dapat diterapkan dengan terus belajar dan mengembangkan diri melalui pendidikan formal maupun non-formal untuk meningkatkan kualitas hidup.
  • Nilai empati dan kepedulian sosial ala Kartini bisa diwujudkan lewat keterlibatan dalam kegiatan sosial serta dukungan terhadap sesama dan lingkungan sekitar.
  • Menghargai budaya lokal, berani berpendapat bijak, dan menerapkan self-love menjadi wujud nyata semangat Kartini dalam kehidupan modern yang berdampak positif bagi diri dan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap tahun di tanggal 21 April kita merayakan Hari Kartini untuk menghormati perjuangan Kartini dalam hal emansipasi perempuan. Hari yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno pada 1964 nyatanya sangat aplikatif hingga kini, bukan hanya sekedar peringatan saja.

Kamu mengaplikasikan nilai-nilai yang diwariskan oleh Kartini, tidak hanya pada hari peringatannya saja, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, cari tahu cara menerapkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari di sini, ya!

1. Terus mencari ilmu untuk meningkatkan kualitas hidup

Ilustrasi perempuan berpendidikan
Ilustrasi perempuan berpendidikan (pexels.com/Lombe K)

R.A Kartini hidup di zaman penjajahan Belanda. Ia menemukan solusi agar bisa keluar dari penjajahan tersebut, yaitu dengan kemajuan pendidikan. Tetapi, ia juga harus 'melawan' budaya adat yang membatasi akses perempuan ke pendidikan.

Dengan kegemarannya membaca dan menulis, ia tidak berhenti belajar untuk menambah wawasan untuk meningkatkan kualitas diri, sehingga dapat terbebas dari belenggu penjajahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menerapkan semangat Kartini di bidang pendidikan dengan terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun pengembangan diri seperti membaca buku, mengikuti kursus, atau belajar keterampilan baru, untuk meningkatkan kualitas hidup.

2. Mengasah empati untuk peduli sesama

Ilustrasi perempuan berempati
Ilustrasi perempuan berempati (pexels.com/Kimy Moto)

Seorang Kartini juga berjiwa sosial, tidak hanya memikirkan diri sendiri. Ia memperjuangkan hak-hak pendidikan perempuan dan anak-anak di desanya. Selain itu, di desa yang terjerat kemiskinan, Kartini aktif mempromosikan kerajinan ukiran kayu Jepara, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga ke pasar internasional.

Semangat Kartini yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah empati. Empati adalah karakter yang membuat Kartini peduli sesama, bahkan hingga bisa memajukan lingkungannya.

Mulai sekarang, asah empati dengan peduli terhadap orang lain, terlibat dalam kegiatan sosial, atau memberikan dukungan kepada orang-orang di sekitar yang membutuhkan.

3. Berlatih berpendapat dengan bijak di media sosial atau di lingkungan sehari-hari

Ilustrasi perempuan berlatih berpendapat
Ilustrasi perempuan berlatih berpendapat (pexels.com/Alexander Suhorucov)

Surat-surat Kartini yang terkenal dan dibukukan dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang" menginspirasi perempuan untuk berani bersuara atas ketidakadilan. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa berlatih untuk mengemukakan pendapat dengan bijak, misalnya melalui tulisan. Kamu bisa membuat buku, journaling, atau bersuara melalui platform media sosial yang dimiliki.

Jangat takut untuk menyampaikan ide, pendapat, atau aspirasi secara bijak, baik di lingkungan kerja, sekolah, maupun sosial. Kamu juga bisa berpendapat di muka umum, seperti dalam forum diskusi atau seminar. Sampaikanlah ide-ide kreatif dan inovatif untuk kemajuan diri, keluarga, maupun masyarakat.

4. Melestarikan dan menghargai kerajinan budaya lokal

Ilustrasi perempuan mendukung produk lokal
Ilustrasi perempuan mendukung produk lokal (pexels.com/Ruyat Supriazi)

Semangat Kartini memajukan desanya yang terjerat kemiskinan adalah dengan melihat potensi usaha lokal, alias ukiran kayu Jepara. Ia menggunakan koneksinya untuk menjual karya tersebut dengan harga tinggi, karena pada saat itu, perajin lokal hanya menjual dengan harga murah.

Ini bisa menjadi contoh kita untuk melestarikan budaya hingga kerajinan dari pengrajin lokal. Misalnya, dengan membeli dan mengonsumsi produk-produk lokal dan UMKM yang hasilnya dapat memutar ekonomi nasional. Mulai dari konsumsi fashion seperti batik, jajanan pasar dalam negeri, mendukung UMKM lokal atau usaha rumahan teman, keluarga, hingga tetangga, serta membeli hasil karya pengrajin lokal seperti furniture, lukisan, maupun bentuk hiasan lainnya.

5. Self-love untuk bisa jadi pribadi yang percaya diri dan berdampak

Ilustrasi perempuan merawat diri
Ilustrasi perempuan merawat diri (pexels.com/Mikhail Nilov)

Berjuang untuk mempunyai pendidikan yang baik hingga meningkatkan kualitas hidup dan kesetaraan seperti nilai-nilai yang diajarkan Kartini, memang tidak mudah. Dalam perjuangan tersebut, tetap prioritaskan diri sendiri.

Hargai diri dengan menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak merasa bersalah saat meluangkan waktu untuk istirahat ketika lelah. Artinya, mengurus dan memanjakan diri sendiri juga penting untuk tetap bisa menjaga energi sehingga bisa tumbuh menjadi manusia yang punya self-awareness tinggi.

Dengan demikian, self-love dapat membuat kita menjadi diri sendiri, percaya diri, sampai bisa mendorong semangat positif. Hal ini tidak hanya kita lakukan untuk memberdayakan diri sendiri, tetapi juga berdampak bagi lingkungan sekitar.

Nah, itulah beberapa cara menerapkan semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Teruslah berusaha dan jangan cepat putus asa demi mewujudkan cita-cita baik yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Tetap semangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us