Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengatur Uang Jajan Anak Selama Ramadan agar Lebih Bermakna

5 Cara Mengatur Uang Jajan Anak Selama Ramadan agar Lebih Bermakna
ilustrasi sedekah (pexels.com/Mustafa Fatemi)
Intinya Sih
  • Ramadan jadi momen pas untuk mengajarkan anak cara mengatur uang jajan agar tidak cepat habis dan lebih bermakna.
  • Orangtua bisa memberi bonus kecil, membuat aturan belanja takjil, serta mengajak anak menabung untuk baju Lebaran.
  • Anak juga diajak menyisihkan uang untuk sedekah dan menggunakan celengan Ramadan agar belajar nilai berbagi serta disiplin finansial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan sering menjadi momen yang spesial bagi anak-anak. Suasana yang berbeda, banyaknya makanan takjil, hingga kegiatan buka puasa bersama membuat hari-hari terasa lebih seru. Tidak jarang juga anak-anak mendapatkan uang jajan tambahan selama bulan ini, baik dari orangtua maupun anggota keluarga lain.

Namun, tanpa pengaturan yang baik, uang jajan tersebut bisa habis hanya dalam beberapa hari. Apalagi selama Ramadan banyak sekali godaan, mulai dari jajanan pasar Ramadan, minuman manis, sampai mainan kecil yang dijual di sekitar tempat ngabuburit. Karena itu, Ramadan sebenarnya bisa menjadi waktu yang sangat baik untuk mengajarkan anak tentang cara mengelola uang. Dengan pendekatan yang santai dan menyenangkan, anak bisa belajar menabung, mengatur pengeluaran, bahkan memahami arti berbagi. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

1. Beri bonus kecil saat anak berhasil puasa penuh

ilustrasi anak kecil menerima uang
ilustrasi anak kecil menerima uang (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn)

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah memberikan tambahan uang jajan kecil ketika anak berhasil berpuasa satu hari penuh. Misalnya, jika biasanya anak mendapat uang jajan Rp5.000, orangtua bisa memberi tambahan Rp2.000 atau Rp3.000 sebagai bentuk apresiasi. Cara ini bisa menjadi motivasi sederhana bagi anak untuk menjalani puasa dengan lebih semangat.

Namun, penting juga untuk menjelaskan bahwa bonus tersebut bukan sekadar hadiah. Anak juga bisa diajak berdiskusi bagaimana menggunakan uang tambahan itu dengan bijak. Misalnya, ditabung sebagian atau dipakai untuk membeli takjil favorit.

2. Ajak anak menabung untuk membeli baju Lebaran

ilustrasi menabung (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi menabung (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Ramadan juga identik dengan persiapan menyambut Lebaran, termasuk membeli baju baru. Ini bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk mengajarkan anak tentang menabung. Orangtua bisa menjelaskan bahwa sebagian uang jajan selama Ramadan bisa disimpan untuk membantu membeli baju Lebaran yang mereka inginkan.

Misalnya, ajak anak untuk menyisihkan Rp2.000 atau Rp5.000 setiap harinya. Walaupun jumlahnya kecil, anak akan merasa bangga ketika melihat tabungannya terkumpul menjelang Lebaran. Mereka juga belajar bahwa sesuatu yang diinginkan tidak selalu harus dibeli secara instan.

3. Buat aturan saat berburu takjil

ilustrasi ibu dan anak membeli makanan
ilustrasi ibu dan anak membeli makanan (freepik.com/pvproductions)

Menjelang waktu berbuka biasanya banyak anak ikut orangtua berburu takjil di pasar Ramadan. Di sinilah pengeluaran sering kali tidak terasa. Agar lebih terkontrol, orangtua bisa membuat aturan sederhana. Misalnya, anak hanya boleh membeli satu makanan dan satu minuman setiap hari. Cara ini membantu anak belajar memilih dengan lebih bijak. Mereka jadi tidak asal membeli semua yang terlihat menarik di depan mata.

4. Ajari anak menyisihkan sebagian uang untuk sedekah

ilustrasi sedekah
ilustrasi sedekah (pexels.com/Mustafa Fatemi)

Ramadan adalah bulan yang identik dengan berbagi. Karena itu, orangtua bisa mengajak anak menyisihkan sebagian kecil uang jajannya untuk sedekah. Tidak perlu besar, bahkan Rp1.000 pun sudah cukup untuk mengenalkan kebiasaan ini. Anak bisa memasukkan uang tersebut ke dalam kotak khusus yang nantinya diberikan ke masjid atau orang yang membutuhkan. Dengan cara ini, anak belajar bahwa uang bukan hanya untuk kesenangan pribadi, tetapi juga bisa digunakan untuk membantu orang lain.

5. Gunakan celengan Ramadan

ilustrasi memecahkan celengan
ilustrasi memecahkan celengan (vecteezy.com/Songyuth Unkong)

Agar anak lebih semangat menabung, coba buat “celengan Ramadan”. Bisa berupa celengan biasa yang dihias atau wadah sederhana yang diberi label khusus. Setiap kali anak menerima uang jajan, mereka bisa langsung memasukkan sebagian ke celengan tersebut. Menjelang Lebaran, celengan bisa dibuka bersama untuk melihat berapa banyak uang yang berhasil ditabung. Momen ini biasanya sangat menyenangkan bagi anak karena mereka bisa melihat hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Melalui hal-hal sederhana ini, anak mulai memahami nilai uang secara perlahan. Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, anak tidak hanya menikmati Ramadan dengan lebih seru, tetapi juga membawa pelajaran berharga yang bisa mereka ingat sampai dewasa nanti. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us