5 Cara Mengurangi Produk Kelapa Sawit dalam Keseharian

- Segera beralih ke minyak masak non sawit
- Mengurangi konsumsi makanan gorengan dan jajanan kemasan
- Ganti sabun cair di rumah dengan sabun batangan natural
Di masa sekarang, minyak kelapa sawit menjadi bahan yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari makanan, sabun, sampai dengan kosmetik, semuanya memakai turunan produk kelapa sawit. Tanpa disadari, hampir setiap aktivitas kecil di rumah kita akan ikut menambah konsumsi produk sawit yang mana hal ini lama kelamaan bisa berdampak buruk bagi lingkungan.
Tapi kabar baiknya, ada banyak cara mengurangi produk kelapa sawit dalam keseharian. Dalam artikel ini akan dibagikan lima cara simpel untuk mengurangi pemakaian produk sawit dalam kegiatan sehari-hari dengan cara yang mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, ya!
1. Segera beralih ke minyak masak non sawit

Kegiatan memasak yang dilakukan sehari-hari memang tidak lepas dari penggunaan minyak, sehingga memilih jenis minyak yang tepat menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk sawit. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menekan penggunaan produk berbasis sawit adalah dengan beralih ke minyak masak non sawit. Beberapa jenis minyak yang bisa kamu gunakan untuk mengganti minyak sawit adalah minyak zaitun, minyak kelapa, minyak jagung, dan minyak bunga matahari.
Minyak kelapa dan minyak zaitun sangat cocok dipakai untuk proses penumisan karena aromanya stabil dan tidak mudah teroksidasi. Sementara itu, jika kamu ingin memasak pada suhu yang tinggi seperti menggoreng ikan, kamu bisa memakai minyak jagung dan minyak bunga matahi. Ini dikarenakan kedua minyak tersebut memiliki titik asap yang relatif lebih stabil dan tidak mudah rusak saat dipanaskan.
2. Mengurangi konsumsi makanan gorengan dan jajanan kemasan

Meski kedua kegiatan ini terlihat sederhana, meminimalisir konsumsi gorengan dan jajanan kemasan sebenarnya memiliki dampak yang besar dalam upaya menekan penggunaan minyak sawit. Banyak produk seperti biskuit, wafer, mi instan, cokelat, es krim, hingga roti tawar kemasan memakai turnan sawit sebagai pengemulsi dan penstabil tekstur.
Dengan membatasi konsumsi jenis makanan tersebut, kamu tidak hanya mengurangi permintaan terhadap produk berbasis sawit, tapi juga bisa secara langsung menjaga kesehatan tubuh. Cukup fokus konsumsi makanan segar yang diolah sendiri di rumah. Dengan cara ini, kamu bisa mengontrol sepenuhnya minyak jenis apa yang dipakai dan seberapa banyak minyak itu digunakan.
3. Ganti sabun cair di rumah dengan sabun batangan natural

Banyak orang di zaman sekarang menggunakan sabun cair hanya untuk kepraktisan dan kenyamanan. Padahal, banyak sabun cair yang masih memakai bahan SLS atau glycol stearate yang berasal dari minyak kelapa sawit. Bahan ini digunakan untuk menghasilkan banyak busa dan tekstur lembut pada sabun cair.
Dengan mengalihkan pemakaian ke sabun batangan natural, kamu bisa menghindari bahan-bahan tersebut sambil berkontribusi mengurangi limbah plastik kemasan. Selain itu, sabun handmade juga dibuat oleh produsen lokal rumahan dengan komposisi sederhana, ini tentunya akan lebih aman bagi kulit. Meski langkah ini terlihat sepele dan kecil, namun sikap ini bisa berdampak besar dalam mengurangi pemakaian turunan sawit di rumah.
4. Gunakan produk skincare yang terbuat dari bahan alami

Memakai produk skincare atau kosmetik berbahan alami dapat membantu mengurangi paparan turunan sawit yang umum ditemukan dalam krim, lotion, lip balm, hingga sunscreen. Dari semua barang itu, masih banyak formulasi yang memakai bahan seperti cetyl alcohol, glyceryl stearate, atau palmitate yang berasal dari minyak sawit. Bahan tersebut dipakai untuk memberikan tekstur lembut dan mudah menyerap pada kulit.
Dengan memilih skincare atau kosmetik yang berbahan natural, kamu dapat menghindari bahan-bahan tersebut sekaligus memberikan nutrisi yang lebih murni bagi kulit. Kamu bisa mencoba untuk mencari brand yang transparan mencantumkan penggunaan minyak kelapa, minyak zaitun, atau bahan nabati lain yang tidak bergantung pada sawit. Jika ingin yang lebih terjangkau, kamu bisa membuat produk sederhana sendiri, seperti scrub gula dengan minyak kelapa untuk area kulit yang kasar dan menghitam.
5. Pakai lemak nabati sebagai alternatif pengganti saat baking

Dalam dunia baking, banyak orang memakai bahan berlemak seperti margarin untuk menambahkan cita rasa pada kue. Namun, penggunaan bahan ini umumnya mengandung turunan sawit yang memiliki dampak kurang baik pada lingkungan. Padahal, banyak sekali bahan alternatif pengganti yang tetap bisa meningkatkan cita rasa pada kue buatanmu tanpa bergantung pada produk turunan sawit.
Salah satu alternatif yang bisa kamu coba adalah mentega. Bahan ini bisa memberikan rasa yang lebih kaya dan aroma yang lebih wangi pada roti atau kue yang sedang kamu buat. Selain itu, kamu juga bisa memakai minyak kelapa untuk memberikan aroma khas untuk beberapa kue rumahan seperti brownies atau kue pisang. Memilih jenis lemak yang tepat tidak hanya membuat kue lebih sehat dan lezat, tetapi juga menjadikan aktivitas baking lebih ramah lingkungan.
Melalui beberapa cara mengurangi produk kelapa sawit dalam keseharian, kamu bisa mendapatkan alternatif bahan tanpa harus mengubah gaya hidup secara drastis. Lima langkah kecil yang dibagikan dalam artikel ini, bisa memberikan dampak yang besar bagi lingkungan dan kesehatan jika dilakukan secara konsisten di setiap harinya.



















