Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Contoh Khotbah Jumat 9 Januari 2026, Ajak Jemaah Tingkatkan Takwa

ilustrasi ceramah di masjid
ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Masjid Pogung Rayal)
Intinya sih...
  • Ketenangan jiwa dapat dicapai melalui zikir kepada Allah SWT, sesuai dengan firman-Nya dalam surah Ar-Ra'du ayat 28.
  • Konsistensi dalam beribadah menjadi kunci untuk menjadi hamba yang dicintai oleh Allah, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
  • Setiap kebaikan, sekecil apapun, pasti akan mendapat balasan dari Allah sesuai dengan firman-Nya dalam surah Az-Zalzalah ayat 7 dan 8.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Khotbah Jumat menjadi waktu tepat untuk menyampaikan pandangan, ilmu, dan nasihat kepada jemaah. Tak hanya menjadi sekadar rutinitas, ibadah di hari Jumat juga dapat menjadi momen untuk meningkatkan keimanan, memperkuat akhlak, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Melalui khotbah Jumat, 9 Januari 2026, harapannya para jemaah dapat meningkatkan iman serta takwa. Berikut adalah beberapa teks khotbah Jumat yang dapat menjadi referensi untuk ceramah minggu ini.

1. Merawat hati, menjaga ketentraman jiwa

ilustrasi ceramah
ilustrasi ceramah (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan ihsan. Syukur tidak lepas diucapkan atas kesempatan untuk dapat berkumpul dalam rangka menimba ilmu pada hari ini. Selawat serta salam semoga terus tercurah kepada junjungan nabi besar, Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Jemaah Jumat rahimakumullah.

Mendapatkan ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan menjadi harapan dan keinginan banyak orang. Ketenangan jiwa, seolah menjadi hal yang esensial dalam kehidupan manusia di dunia. Sebab tanpanya, hidup menjadi penuh perasaan negatif dan mengambil keputusan tanpa sikap yang bijaksana.

Untuk menciptakan ketentraman dalam jiwa, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak zikir kepada Allah SWT. Dengan banyak berzikir, hidup jadi lebih terkontrol dan selalu mengingatkan diri pada Allah. Akibatnya, terhindar dari maksiat yang dapat merugikan diri sendiri.

Allah SWT berfirman bahwa zikir dapat memberi ketenangan hati bagi seseorang. Dalam surah Ar-Ra'du ayat 28, yang artinya:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram." (Q.S Ar-Ra'du: 28)

Marilah kita bersama-sama meningkatkan zikir kepada Allah sebagai bentuk cinta dan penghambaan kepada-Nya. Hamba yang taat dan dicintai oleh Allah akan terhindar dari berbagai keburukan.

2. Konsisten beribadah jadi kunci untuk menjadi hamba yang dicintai Allah

ilustrasi ceramah di masjid
ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Alena Darmel)

Segala puji milik Allah SWT yang telah memberi berbagai karunia dan kenikmatan sehingga kita dapat memenuhi panggilan-Nya untuk menunaikan ibadah. Selawat serta salam, mari kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada keluarga, sahabat dan para pengikutinya. Semoga kita semua juga akan mendapat syafaatnya.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah.

Beriman dan bertakwa artinya melakukan syariat Allah secara berkelanjutan. Mematuhi perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah menjadi bentuk penghambaan yang taat. Sebagai manusia, hendaknya kita memperbanyak kebaikan dan melakukan amalan secara konsisten atau istiqomah.

Apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan iman dan takwa? Kita bisa memperbanyak ibadah, menjauhkan diri dari perilaku maksiat. Dalam hal ini, konsistensi menjadi kunci utama bagi seorang Muslim. Sebab, melakukan ibadah tanpa konsistensi dapat membuat tindakan tersebut menjadi tidak memiliki nilai.

Hal ini juga diajarkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah bersabda bahwa Allah mencintai hamba yang melakukan ibadah secara konsisten.

“Sungguh, ibadah yang paling dicintai oleh Allah adalah ibadah yang paling konsisten sekalipun sedikit.” (HR Muslim).

Untuk itu, penting bagi kita semua untuk melakukan suatu ibadah secara konsisten. Jangan lepas dari ibadah wajib, terutama salat 5 waktu, perbanyak berzikir, dan tingkatkan ibadah sunnah lainnya.

3. Sekecil apa pun kebaikan, Allah pasti membalasnya

ilustrasi ceramah di masjid
ilustrasi ceramah di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)

Pada kesempatan ini mari kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Bertakwa dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Jemaah Jumat rahimakumullah

Allah SWT berfiman dalam surah Az-Zalzalah ayat 7 dan 8:

"Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. (8) Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya, (Az-Zalzalah: 7 dan 8)

Dalam surah Az-Zalzalah ditegaskan sekecil apapun kebaikan tidak adalah yang sia-sia dan lepas dari perhatian serta pengawasan Allah SWT. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan manusia, pasti akan mendapat balasannya. Demikian pula perbuatan yang buruk, pasti akan mendapat balasan yang setimpal.

Ayat tersebut memberikan motivasi kepada manusia untuk lebih banyak melakukan perbuatan baik. Sebab, apapun niat baik yang hendak dilakukan manusia, tak akan luput dari catatan Allah SWT.

Mari kita perbanyak membantu sesama, menolong saudara sesama muslim di mananapun berada. Sejalan dengan itu, hendaknya kita juga menghindari perbuatan tercela, misalnya menghina dan menyakiti orang lain. Dengan niat yang baik tersebut, semoga Allah limpahkan keberkahan pada kita semua.

Demikian beberapa referensi teks khotbah Jumat yang sekiranya dapat memberi nasihat dan kebijaksanaan pada jamaah. Semoga bermanfaat. Wallahualam bissawab.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tanaman Hias Feng Shui untuk Hunian yang Lebih Sejuk dan Harmonis

09 Jan 2026, 23:32 WIBLife