Belakangan ini, media sosial ramai oleh video seseorang yang tampak memperagakan gerakan menyerupai penyandang disabilitas. Penggunaan slang yang ableist juga kerap terjadi di ruang obrolan. Tentu saja aksi ini memicu kritik dari warganet dan menuai berbagai kecaman di ruang publik. Fenomena ini merupakan bentuk dari ableism.
Dilansir laman Yayasan Bakti, ableisme (ableism) adalah perlakuan diskriminatif terhadap difabel atau disabilitas. Ableisme menganggap orang-orang dengan disabilitas punya status yang lebih rendah dibanding orang-orang dengan nondisabilitas. Ableist adalah sebutan untuk orang yang melakukan diskriminasi. Di era digital ini, abelism bisa tercermin lewat bahasa, konten media sosial, dan candaan sehari-hari yang dianggap wajar. Mengapa fenomena ini gak boleh berlarut-larut?
