Comscore Tracker

Niat, Doa dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadan

#RamadanMasaKini Setelah tarawih atau tahajud, ya?

Setiap malam hari di bulan Ramadan, umat muslim dianjurkan mengerjakan salat sunah tarawih secara berjamaah. Jumlah rakaat salat tarawih adalah genap, biasanya ditutup dengan 1-3 rakaat witir di akhir salat.

Di luar bulan Ramadan, witir adalah salat sunah yang dijadikan sebagai penutup salat malam, biasanya dikerjakan setelah salat tahajud.

Beberapa pertanyaan kemudian muncul, jika witir sudah dikerjakan sebagai penutup salat tarawih, apakah setelah itu masih boleh mengerjakan salat sunah lain seperti tahajud? Yuk, simak niat, doa dan tata cara melaksanakan salat witir di bulan Ramadan.

1. Termasuk ibadah sunah yang diutamakan oleh Rasulullah SAW

Niat, Doa dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadanmathabah.org

Dalam beberapa hadis riwayat yang sahih, Rasulullah SAW mewasiatkan pada para sahabatnya untuk rutin mengerjakan salat witir setiap hari.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ زَادَكُمْ صَلاَةً صَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ الْوَتْرُ الْوَتْرُ

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu salat kepada kalian, maka lakukanlah salat tersebut di antara isya dan subuh, yaitu salat witir.” (HR. Ahmad)

Salat witir termasuk dalam tiga ibadah sunah yang diutamakan Rasulullah SAW bersama salat duha dan puasa sunah tiga hari setiap bulannya.

2. Salat sunah yang paling unik dan istimewa

Niat, Doa dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadanhumanresourcesonline.net

Salat witir bisa disebut sebagai salat sunah yang paling unik dan istimewa. Rakaatnya berjumlah ganjil, mulai dari satu rakaat hingga jumlah yang kamu kehendaki. Tapi pada umumnya salat witir dikerjakan sebanyak satu atau tiga rakaat dengan sekali salam.

Dalam Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda tentang kecintaan Allah SWT pada hal-hal yang bersifat witir atau ganjil.

وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

“Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai yang witir atau ganjil.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Niat, Doa dan Tata Cara Salat Tahajud di Bulan Ramadan

3. Bacaan niat dan doa setelah salat witir

Niat, Doa dan Tata Cara Salat Witir di Bulan Ramadantheatlantic.com
  • Bacaaan niat salat witir satu rakaat adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta’ala”

  • Bacaan niat salat witir tiga rakaat adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri tsalatsa roka’aatin lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah ta’ala”

  • Dzikir salat witir

Setelah salat witir dianjurkan membaca dzikir berikut sebanyak tiga kali:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhaanal malikil quddus

Artinya: "Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan".

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلآئِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbuuhun qudduusur robbunaa wa robbul-malaa-‘ikati warruuh

Artinya: “Maha Suci lagi Maha qudus Tuhan kami, Tuhan seluruh Malaikat dan Ruh”

سُبْحَانَ اللهْ وَالْحَمْدُ لِلهْ وَلآ اِلَهَ اِلَّا اللهْ وَاللهُ اَكْبَرُ
Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar

Artinya: “Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan allah Mahabesar”

وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘aziim.

Artinya: “Dan tiada daya (untuk menghindar dari kemkasiatan), dan tiada kekuatan (untuk mengejakan ibadah) kecualai dengan pertolongan Allah Yang Maha tinggi lagi Maha besar.”

  • Doa setelah salat witir

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ
اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daaimaan, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafi’an, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluka ‘amalan shaalihan, wanas’aluka diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas’aluka tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnaasi.

Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa waqiyaamanaa watakhusy-syu’anaa watadhorru’anaa wata’abbudanaa watammim taqshiiranaa yaa allaahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. washallallaahu ‘alaa khairi khalqihi muhammadin wa’alaa aalihi washahbihi ajma’iina, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiina.

Artinya: 

“Wahai Allah. Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.”

“Wahai Allah, Tuhan kami. Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami. Sempurnakanlah kelalaian atau kekurangan kami, Wahai Allah Wahai Allah Wahai Allah Wahai Dzat yang Paling Penyayang diantara para penyayang. Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baiknya makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

 

4. Aturan pelaksanaan salat witir di bulan Ramadan

Niat, Doa dan Tata Cara Salat Witir di Bulan RamadanPixabay/rudolf_langer

Salat witir dijadikan sebagai penutup salat sunah malam. Di bulan Ramadan, witir biasanya langsung dikerjakan setelah tarawih. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah setelah tarawih dan witir masih diperbolehkan mengerjakan salat sunah yang lain?

Beberapa hadis sahih menyebutkan bahwa hukum menutup salat malam dengan witir adalah sunah. Namun jika dilakukan, hendaknya hanya ada satu witir saja dalam setiap malam. Jadi, gak perlu mengerjakan witir lagi jika sudah melakukannya seusai tarawih.

Ada pula pendapat lain yang menyebutkan, jika ingin mengerjakan witir setelah tahajud nanti maka cukup mengikuti salat tarawih sampai rakaat terakhir, lalu meninggalkan barisan jamaah saat pelaksanaan witir.

Anggapan ini kemudian diluruskan oleh sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Tirmidzi:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya siapa saja yang salat bersama imam hingga imam itu selesai, maka ia dicatat telah mengerjakan salat semalam suntuk (semalam penuh).” (HR. Tirmidzi)

Jadi, dianjurkan untuk tetap mengikuti salat tarawih hingga selesai witir bersama imam. Sebab setelahnya masih diperbolehkan mengerjakan ibadah sunah lainnya semampumu.

Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Baca Juga: [LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019

Topic:

  • Pinka Wima
  • Septi Riyani
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya