Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gak Harus Kaya untuk Nyaman, 7 Cara Ciptakan Rich Life Budget Terbatas
Ilustrasi merasa tenang (pexels.com/damla selen demir)

Istilah rich life mungkin terdengar seperti kehidupan serba mewah: tinggal di rumah bagus, sering liburan, makan di restoran mahal, atau bisa membeli apa pun yang diinginkan. Padahal, hidup yang terasa ‘kaya” tidak selalu berkaitan dengan jumlah uang di rekening. Rich life lebih dekat dengan kemampuan menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan kehidupan yang terasa nyaman, bermakna, dan sesuai dengan prioritas pribadi.

Bagi seseorang dengan budget terbatas, konsep ini justru bisa menjadi cara untuk berhenti mengejar standar hidup orang lain. Yang penting adalah memilih dengan sadar hal-hal apa yang benar-benar membuat hidup terasa lebih baik.

1. Tentukan dulu seperti apa 'hidup kaya' versi kamu

Ilustrasi merasa tenang (unsplash.com/Photo by Polina Ziniukha)

Langkah pertama untuk menciptakan rich life bukan berbelanja, melainkan menentukan apa yang sebenarnya membuat kamu merasa hidup lebih nyaman. Coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah kamu lebih bahagia ketika punya waktu luang, kamar yang rapi, bisa berkumpul dengan teman, punya makanan favorit di rumah, atau bisa menjalankan hobi secara rutin? Jawaban tersebut bisa menjadi dasar untuk menentukan prioritas pengeluaran.

Kamu tidak harus mengejar semua hal yang terlihat mewah. Buat daftar tiga sampai lima hal yang paling membuat hidupmu terasa nyaman, kemudian arahkan sebagian kecil budget ke sana. Misalnya, jika kamu menyukai suasana kamar yang tenang, membeli lampu tidur atau sprei yang nyaman mungkin lebih bermakna daripada mengikuti tren membeli pakaian baru setiap bulan. Dengan begitu, uang yang terbatas tetap bisa menghasilkan kualitas hidup yang terasa lebih 'kaya'.

2. Jadikan pengalaman murah sebagai sumber kebahagiaan

Ilustrasi bersantai menikmati hari (pexels.com/Photo by Ivan Xolod)

Cara kedua adalah memperbanyak pengalaman sederhana yang tidak membutuhkan banyak uang. Jalan pagi, piknik di taman, memasak makanan favorit, membaca buku di kedai kopi sesekali, menonton film bersama teman di rumah, atau mengeksplorasi tempat baru di sekitar kota bisa menjadi bagian dari rich life. Intinya bukan berapa mahal aktivitas tersebut, tetapi seberapa berarti pengalaman itu bagi kamu.

"Mereka mengira pengalaman akan berlalu begitu cepat dan tidak meninggalkan banyak hal dibandingkan dengan memiliki suatu barang. Namun kenyataannya, kita justru mengingat pengalaman tersebut dalam waktu yang lama, sementara kita cenderung cepat merasa terbiasa dengan barang-barang yang kita miliki. Selain itu, kita juga lebih menikmati antisipasi atau penantian akan suatu pengalaman, dibandingkan antisipasi untuk memiliki suatu barang," jelas profesor psikologi di Cornell University, Thomas Gilovich kepada Big Think.

Namun, pengalaman tidak harus berarti liburan ke luar negeri atau konser dengan tiket mahal. Makan bersama orang yang disayangi, mencoba resep baru, mengikuti kelas gratis, menikmati matahari terbenam, atau melakukan perjalanan singkat dengan transportasi umum juga bisa menjadi pengalaman.

3. Beli waktu, bukan sekadar barang

Ilustrasi bersantai (pexels.com/Photo by Labskiii)

Salah satu bentuk kemewahan yang sering dilupakan adalah waktu. Kamu mungkin tidak bisa membeli mobil baru, tetapi bisa menciptakan sedikit lebih banyak waktu untuk tidur, beristirahat, bertemu keluarga, berolahraga, atau mengerjakan hobi.

Dalam konteks rich life, waktu yang terasa cukup bisa menjadi bentuk kekayaan yang jauh lebih relevan daripada memiliki barang mahal. Ashley V. Whillans, profesor di Harvard Business School yang banyak meneliti hubungan antara waktu dan kebahagiaan, menyebut konsep ini sebagai time affluence.

“Time affluence, yaitu perasaan memegang kendali dan merasa memiliki cukup waktu dalam keseharian, dapat meningkatkan kebahagiaan,” ujarnya dikutip dari The Harvard Crimson.

Kamu tidak selalu harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan time affluence. Mulailah dengan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting, membatasi scrolling media sosial, mengelompokkan pekerjaan rumah, atau membuat jadwal agar tidak terus-menerus merasa terburu-buru.

4. Ciptakan kenyamanan dari hal-hal kecil

Ilustrasi bersantai (pexels.com/Munis Asadov)

Rich life juga bisa dimulai dari lingkungan tempat tinggal. Rumah atau kamar tidak harus besar untuk terasa nyaman. Membersihkan meja kerja, menata ulang furnitur, menambahkan tanaman, menggunakan pencahayaan yang lebih hangat, atau menyediakan sudut khusus untuk membaca bisa mengubah pengalaman sehari-hari tanpa membutuhkan renovasi besar.

Konsep ini penting karena kenyamanan tidak selalu berasal dari konsumsi yang semakin banyak.  Oleh karena itu, sebelum membeli sesuatu, coba gunakan pertanyaan sederhana: “Apakah barang ini akan membuat kehidupan sehari-hariku lebih baik?” Jika jawabannya iya, barang tersebut bisa menjadi bagian dari rich life.

5. Investasikan uang pada hubungan dan kesehatan diri

Ilustrasi pasangan (pexels.com/Helena Lopes)

Ada dua hal yang sering memberikan nilai besar dalam hidup tetapi tidak selalu membutuhkan biaya besar: hubungan sosial dan kesehatan diri. Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga, menelepon teman, memasak bersama, atau membantu orang lain bisa menjadi bentuk kemewahan yang tidak terlihat di media sosial, tetapi terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu tidak perlu mentraktir semua orang atau mengeluarkan banyak uang untuk menunjukkan perhatian. Membawakan camilan untuk teman, memasak makanan untuk keluarga, memberikan hadiah kecil ketika ada yang membutuhkan dukungan, atau meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita seseorang juga bisa bermakna.

6. Kurangi belanja karena FOMO dan perbandingan sosial

Ilustrasi berbelanja (pexels.com/cottonbro studio)

Media sosial membuat seseorang mudah merasa kehidupannya kurang. Melihat teman berlibur, membeli gadget baru, mencoba restoran mahal, atau pindah ke apartemen yang lebih bagus dapat membuat standar 'hidup nyaman' terus meningkat.

Masalahnya, kamu akhirnya mengeluarkan uang bukan karena benar-benar membutuhkan sesuatu, tetapi karena ingin mengejar kehidupan yang terlihat menarik dari layar. Karena itu, salah satu cara paling murah untuk menciptakan rich life adalah berhenti menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar pengeluaranmu.

7. Sisihkan uang untuk rasa aman, bukan hanya kesenangan

Ilustrasi merasa tenang (pexels.com/damla selen demir)

Hidup nyaman bukan berarti seluruh uang harus digunakan untuk bersenang-senang. Sebagian dari rich life justru berasal dari rasa aman ketika menghadapi keadaan tidak terduga. Memiliki tabungan darurat, membayar kewajiban tepat waktu, mengurangi utang konsumtif, dan menyisihkan uang secara rutin mungkin tidak memberikan sensasi instan seperti berbelanja, tetapi bisa membuat pikiran lebih tenang.

Hubungan antara kondisi finansial dan kesejahteraan juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang dimiliki. Financial stress dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik, sementara rasa memiliki kendali terhadap kondisi finansial dapat membantu mengurangi tekanan tersebut.

"Keputusan finansial tidak hanya dipengaruhi oleh realitas ekonomi seperti biaya perumahan dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti kecemasan, latar belakang keluarga, dan yang mungkin paling penting, perasaan mereka sendiri," kata psikoterapis dan financial therapist Matt Lundquist kepada Reuters dalam laporannya mengenai hubungan anak muda dengan uang.

Jadi, jika budget terbatas, tidak perlu memaksakan gaya hidup yang terlihat kaya. Kamu bisa membagi uang ke dalam beberapa fungsi sederhana: kebutuhan utama, tabungan atau dana darurat, kesenangan kecil, dan hal-hal yang memang penting bagi kualitas hidupmu.

Rich life bukan kompetisi tentang siapa yang memiliki paling banyak uang atau barang. Hidup yang terasa kaya bisa dibangun dari hal-hal sederhana: punya waktu untuk diri sendiri, rumah yang nyaman, hubungan yang sehat, pengalaman yang berkesan, tubuh yang terawat, dan kondisi finansial yang cukup aman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article