Ilustrasi merasa tenang (pexels.com/damla selen demir)
Hidup nyaman bukan berarti seluruh uang harus digunakan untuk bersenang-senang. Sebagian dari rich life justru berasal dari rasa aman ketika menghadapi keadaan tidak terduga. Memiliki tabungan darurat, membayar kewajiban tepat waktu, mengurangi utang konsumtif, dan menyisihkan uang secara rutin mungkin tidak memberikan sensasi instan seperti berbelanja, tetapi bisa membuat pikiran lebih tenang.
Hubungan antara kondisi finansial dan kesejahteraan juga tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang dimiliki. Financial stress dapat memengaruhi kesehatan mental maupun fisik, sementara rasa memiliki kendali terhadap kondisi finansial dapat membantu mengurangi tekanan tersebut.
"Keputusan finansial tidak hanya dipengaruhi oleh realitas ekonomi seperti biaya perumahan dan ketidakpastian pekerjaan, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti kecemasan, latar belakang keluarga, dan yang mungkin paling penting, perasaan mereka sendiri," kata psikoterapis dan financial therapist Matt Lundquist kepada Reuters dalam laporannya mengenai hubungan anak muda dengan uang.
Jadi, jika budget terbatas, tidak perlu memaksakan gaya hidup yang terlihat kaya. Kamu bisa membagi uang ke dalam beberapa fungsi sederhana: kebutuhan utama, tabungan atau dana darurat, kesenangan kecil, dan hal-hal yang memang penting bagi kualitas hidupmu.
Rich life bukan kompetisi tentang siapa yang memiliki paling banyak uang atau barang. Hidup yang terasa kaya bisa dibangun dari hal-hal sederhana: punya waktu untuk diri sendiri, rumah yang nyaman, hubungan yang sehat, pengalaman yang berkesan, tubuh yang terawat, dan kondisi finansial yang cukup aman.