ilustrasi Halloween (pexels.com/Roxy Svydovetska)
Kamu bisa melihat kegelapan menyelimuti lorong itu. Musik menyeramkan terdengar dari kejauhan, disusul derap langkah kaki yang perlahan mendekat. Kamu berusaha terlihat berani di depan teman-teman, sampai seseorang tiba-tiba muncul dari balik pintu. Seketika, kamu menjerit dan meraih lengan orang di sebelahmu. Beberapa detik kemudian, ketegangan itu pecah menjadi tawa. Ternyata, rasa takut bisa menjadi pengalaman yang ingin diulang ketika kamu tidak menghadapinya sendirian.
Ada sesuatu yang menarik dari cara manusia menikmati ketakutan dalam situasi yang terkendali. Rumah hantu, film horor, dan permainan Halloween memungkinkan seseorang merasakan ketegangan tanpa benar-benar menghadapi ancaman yang sama seperti dalam kehidupan nyata. Perasaan takut itu datang bersama kesadaran bahwa semuanya merupakan bagian dari permainan.
Michelle “Lani” Shiota, profesor psikologi di Arizona State University yang meneliti emosi manusia mengatakan, “Berada bersama orang lain jelas membuat pengalaman merasakan takut yang menyenangkan menjadi lebih seru karena bermain merupakan aktivitas yang sangat sosial! Secara alami, manusia cenderung mencari dukungan dan perlindungan dari orang lain ketika merasa terancam. Karena itu, melakukan aktivitas semacam ini bersama teman bisa membantu mempererat ikatan di antara mereka.” Demikian dilansir laman Arizona State University.
Pengalaman semacam ini memberi orang dewasa kesempatan untuk menciptakan kenangan bersama. Hal-hal seperti itulah yang membuat sebuah perayaan terasa lebih berarti daripada sekadar acara dengan dekorasi seram.
Ketika malam berakhir, kostum-kostum mulai dilepas, riasan perlahan dibersihkan, dan foto-foto Halloween memenuhi galeri ponsel. Besok pagi, kamu akan kembali mengenakan pakaian kerja, membuka laptop, dan menjalani rutinitas yang sama seperti kemarin. Namun, ada sesuatu yang tertinggal dari malam itu. Ada sebuah perasaan lega karena sempat tertawa tanpa memikirkan apa-apa, keberanian untuk mencoba hal baru, dan kenangan sederhana bersama orang-orang terdekat. Barangkali itu yang membuat Halloween tetap dirayakan meski kita telah beranjak dewasa.