Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hidup di Desa Kadang Tidak Cocok untuk Introvert?
ilustrasi hidup di pedesaan (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Banyak orang mungkin mengira hidup di desa pasti akan sangat cocok untuk orang introvert karena suasananya yang tenang dan jauh dari keramaian. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu, lho. Hal ini dikarenakan kehidupan desa juga memiliki sisi lain yang cukup kuat atau dominan dan kondisi tersebut bisa membuat para introvert kewalahan.

Bukannya slow living, keadaan yang berbeda 180 derajat dengan kehidupan di perkotaan ini bisa membuat seorang introvert merasakan kelelahan mental dan stres yang berkepanjangan. Nah, bagi yang penasaran kenapa hidup di desa kadang tidak cocok untuk introvert, kamu bisa menyimak beberapa alasan yang dijabarkan dalam artikel ini. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar tak salah memilih tempat tinggal tetap atau rumah masa pensiun nanti, ya!

1. Privasi lebih sulit didapat karena semua orang saling mengenal satu sama lain

ilustrasi interaksi masyarakat desa (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

Di desa, hubungan antarwarga cenderung sangat dekat dan lekat. Hal ini membuat batasan privasi menjadi lebih sulit diperoleh karena hampir semua orang saling mengenal serta memperhatikan kehidupan di sekitarnya. Misalnya saat ada tetangga atau warga desa yang bertamu ke rumahmu, pasti akan ada saja pertanyaan yang keluar dari mulut tetangga atau warga desa seperti “mau ke mana?”, “Kapan menikah?” atau “Kok jarang keluar rumah?”. Bagi orang yang introvert, pertanyaan semacam itu dapat terasa melelahkan meskipun sebenarnya tidak selalu bermaksud buruk.

Berbeda dengan budaya kehidupan kota yang memungkinkan seseorang pergi ke kafe, toko, atau tempat umum tanpa harus dikenal banyak orang, kehidupan desa sering membuat interaksi sosial terasa lebih sulit dihindari. Penelitian yang dilakukan oleh Montes et al., (2018) menyatakan bahwa komunitas di desa cenderung memiliki hubungan internal yang kuat dan saling terhubung. Oleh karena itu, tak heran jika seorang introvert mungkin merasa lebih nyaman berada di lingkungan yang memberinya kendali lebih besar atas kapan harus bersosialisasi dan kapan dapat menikmati waktu sendiri.

2. Tingginya tuntutan norma sosial bisa mengurangi waktu me time

ilustrasi perempuan membersihkan lingkungan di desa (pexels.com/Arjun Adinata)

Ketika kamu tinggal di desa, warga asli desa tersebut biasanya sering mengikuti berbagai kegiatan bersama, seperti kerja bakti, rapat warga, hajatan, tahlilan, atau acara lainnya yang diadakan oleh masyarakat setempat. Bagi orang introvert yang sering kali membutuhkan waktu tenang, terlalu banyak kegiatan sosial dalam waktu berdekatan dapat menimbulkan kelelahan mental. Dan hal tersebut bukan berarti orang yang introvert tidak suka bergaul, tetapi mereka biasanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk menenangkan diri dan mengisi kembali energi setelah bertemu banyak orang.

Jika kamu menolak undangan atau sering absen dari kegiatan sosial yang ada di lingkungan desa, sering kali warga setempat akan menganggap respons tersebut sebagai sikap tidak mau bergaul atau kurang menghargai apa yang ada di sekitarnya. Hal tersebut bisa membuat introvert merasa lebih tertekan karena harus memilih antara memenuhi ekspektasi sosial masyarakat dan mempertahankan kebutuhan pribadinya agar memiliki waktu me time yang cukup. Tak heran jika lingkungan desa terkadang bukan tempat tinggal yang tepat bagi kamu yang memiliki jiwa introvert.

3. Interaksi sosial yang ada di desa sering bersifat spontan dan sulit dihindari

ilustrasi percakapan antara dua perempuan (pexels.com/Elizabeth Celestino)

Saat berada di kota, seseorang bisa pergi ke tempat umum tanpa harus banyak berinteraksi dengan orang yang dilewatinya atau ada di sekitarnya. Namun, ketika berada atau tinggal di desa, interaksi sosial sering terasa lebih personal dan spontan. Misalnya, saat kamu tidak sengaja bertemu tetangga di jalan atau sawah, hal tersebut bisa berujung pada percakapan, ajakan menghadiri kegiatan warga, atau permintaan untuk ikut dalam aktivitas penting yang ada di desa.

Bagi orang yang memiliki kepribadian introvert, interaksi yang datang tanpa persiapan seperti itu dapat menguras energi dan mental. Hal ini dikarenakan para introvert umumnya lebih nyaman dengan interaksi yang terjadwal, dalam kelompok kecil, dan memiliki tujuan yang jelas. Alasan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraini dan Abidin (2025) yang menunjukkan bahwa mereka tetap membutuhkan interaksi dan hubungan yang bermakna, tetapi cenderung lebih selektif serta berhati-hati dalam membuka diri. Oleh karena itu, lingkungan desa yang memiliki interaksi sosial yang dekat dan spontan terkadang dapat terasa melelahkan bagi para introvert.

Dengan mengetahui beberapa alasan mengapa hidup di desa kadang tidak cocok untuk introvert, kamu bisa lebih memahami bahwa di sana tidak selalu cocok untuk semua orang. Meski begitu, ketidakcocokan tersebut bukan berarti desa adalah tempat yang buruk untuk dijadikan tempat tinggal. Itu hanya persoalan perbedaan kebutuhan, budaya, kenyamanan, dan cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article