Di era media sosial, sesuatu bisa berubah menjadi pembicaraan besar hanya dalam hitungan menit. Satu unggahan di Threads bisa memicu ribuan balasan, kemudian berpindah ke TikTok, Instagram, X, atau grup chat sebelum orang sempat memastikan apakah informasi awalnya benar. Akibatnya, kita sering merasa harus ikut berkomentar hanya karena semua orang sedang membicarakannya.
Masalahnya, ramai atau viral bukan berarti benar. Banyaknya orang yang mengulang sebuah klaim juga tidak otomatis membuat klaim tersebut menjadi fakta. Di tengah arus informasi yang cepat, critical thinking menjadi ‘rem’ agar kita tidak langsung percaya, marah, membagikan, atau menghakimi hanya karena timeline sedang heboh.
