Menjadi relawan bisa membawamu ke situasi yang penuh cerita. Ada kegiatan membagikan makanan, mengajar anak-anak, membersihkan lingkungan, membantu korban bencana, sampai mendampingi masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit. Momen-momen tersebut memang layak didokumentasikan, apalagi dibutuhkan untuk laporan kegiatan atau informasi kepada publik.
Namun, ada satu hal yang sering terlupakan, bahwa tidak semua momen layak dijadikan konten. Masalahnya muncul ketika dokumentasi justru mengekspos kesulitan orang lain demi mendapatkan engagement. Dokumentasi kegiatan sosial dapat berubah menjadi poverty porn, yaitu penggambaran penderitaan secara sensasional untuk membangkitkan emosi penonton. Nah, berikut ini lima etika saat mengambil foto dan video sebagai relawan.
