ilustrasi networking (unsplash.com/TienDat Nguyen)
Ada perkenalan yang hasilnya baru terasa ketika kamu sudah lupa kapan pertama kali bertemu orang tersebut. Bisa jadi seseorang pernah merekomendasikan satu judul buku yang kemudian mengubah cara kamu bekerja, mengenalkan bidang yang sebelumnya gak kamu kenal, atau sekadar memberi cerita yang membuatmu berani mencoba hal baru. Manfaat seperti ini tentu sulit dimasukkan ke dalam perhitungan untung rugi.
Networking juga bukan berarti harus berteman dengan semua orang yang kamu temui. Kamu tetap boleh memilih hubungan mana yang ingin dilanjutkan dan menjaga jarak dari orang yang memang gak cocok denganmu. Bedanya, kamu gak menilai seseorang hanya dari seberapa cepat dia bisa membuka pintu karier untukmu. Kadang, hubungan yang awalnya terasa biasa saja justru menjadi bagian penting dari perjalananmu beberapa tahun kemudian.
Cara melihat networking seperti ini bukan berarti kamu harus mengabaikan kepentingan profesional. Kamu tetap boleh memperkenalkan pekerjaan, bertanya soal peluang, atau meminta bantuan ketika memang diperlukan. Hanya saja, jangan melihat networking berdasarkan untung rugi. Ini dikarenakan hubungan dengan orang lain akan terasa jauh lebih manusiawi ketika pada setiap perkenalan tidak langsung dihitung berdasarkan apa yang bisa didapatkan. Semoga setelah ini kamu bisa melihat networking bukan cuma sebagai cara mencari koneksi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk benar-benar mengenal orang.