Belanja menjadi aktivitas yang wajar selama dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Namun, ada kalanya seseorang terus mengeluarkan uang sebagai cara untuk meredakan rasa cemas, stres, atau tekanan yang sedang dirasakan. Pola seperti ini dikenal sebagai doom spending, yaitu kebiasaan berbelanja yang lebih didorong oleh kondisi emosional daripada kebutuhan sebenarnya.
Sekilas, perilaku tersebut memang terasa menyenangkan karena mampu memberikan kepuasan dalam waktu singkat. Sayangnya, rasa lega itu biasanya tidak bertahan lama sehingga dorongan untuk kembali berbelanja muncul lagi. Agar kebiasaan ini tidak berkembang menjadi masalah keuangan, kenali beberapa tanda bahwa kebiasaan belanja tergolong dalam doom spending.
