Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Anak Bisa Bersikap Kasar ke Hewan? Ini Penjelasan Psikologisnya

Kenapa Anak Bisa Bersikap Kasar ke Hewan? Ini Penjelasan Psikologisnya
Ilustrasi anak memberi makan hewan peliharaan (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Perilaku kasar anak terhadap hewan sering muncul karena proses meniru kekerasan yang pernah disaksikan atau dialami, terutama dalam lingkungan keluarga yang tidak sehat.
  • Tindakan menyakiti hewan bisa menjadi ekspresi dari emosi negatif seperti marah atau kecewa, dan dapat menandakan adanya masalah psikologis yang perlu ditangani profesional.
  • Kurangnya pemahaman anak tentang empati terhadap makhluk hidup serta minimnya pengawasan orangtua berperan besar dalam munculnya perilaku kasar kepada hewan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perilaku anak terhadap lingkungan sekitarnya terkadang tidak terguna. Namun, apa yang mereka lakukan seringkali merupakan cerminan dari apa yang mereka lihat atau rasakan. Begitu pun dengan anak yang bersikap kasar kepada hewan.

Di balik tindakan tersebut, ada beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Secara psikologis, tindakan tersebut bisa muncul dari pengalamannya di masa lalu atau bentuk respons terhadap suatu hal. Ini dia penjelasan psikologis kenapa anak bisa bersikap kasar kepada hewan.

1. Anak pernah menyaksikan atau mengalami kekerasan

Ilustrasi anak bermain dengan hewan peliharaan
Ilustrasi anak bermain dengan hewan peliharaan (freepik.com/freepik)

Seorang psikolog forensik Joni E. Johnston, Psy.D dalam Psychology Today, mengatakan bahwa tindak kekerasan yang dilakukan anak-anak kepada hewan bisa dipicu karena proses modelling. Berdasarkan teori Albert Bandura, manusia secara alami cenderung melakukan pengamatan dan belajar dari orang lain. Hal ini biasanya mudah dilakukan oleh anak-anak, di mana mereka melakukan berbagai hal karena melihat dari apa yang dilakukan oleh orang dewasa.

Oleh karena itu, Joni E. Johnston mengatakan, bahwa anak-anak yang melakukan kekerasan terhadap hewan pernah mengalami atau menyaksikan hal serupa. Berdasarkan jurnal Intentional Harm to Animals: A Multidimensional Approach (2025), dikatakan juga bahwa iklim keluarga dengan tindak kekerasan memungkinkan seseorang untuk melakukan kekejaman kepada hewan.

2. Bisa jadi anak mengalami kekecewasaan atau anak merasa marah

Ilustrasi tempat penitipan hewan peliharaan
Ilustrasi tempat penitipan hewan peliharaan (pexels.com/Mia X)

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika anak menyakiti hewan. Orangtua perlu tahu alasannya, apakah itu perilaku disengaja atau tidak disengaja, dan apakah anak menyesali perbuatan tersebut. Psikolog Anindya Jati Andri dalam laman pribadinya, Tanya Psikolog, mengungkapkan bahwa masalah kekerasan pada hewan ini berhubungan dengan kondisi psikologis atau emosional anak-anak.

Bisa jadi, anak-anak sebenarnya sedang marah atau mengalami kekecewaan dalam riset The relationship between animal cruelty in children and adolescent and interpersonal violence: A systematic review (2019). Perasaan tidak nyaman dan aman seperti takut dan amarah diekspresikan dengan menyakiti hewan. Untuk itu, orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak sesuai dengan konteks usia mereka.

Anak usia 7-12 tahun seharusnya sudah bisa memahami bahwa menyakiti hewan adalah perbuatan yang tidak baik. Apabila tetap dilakukan, maka hal itu bisa menjadi gejala dari suatu permasalahan psikologis. Orangtua perlu mencari bantuan profesional karena tindakan tersebut bukan hal yang "normal" untuk dilakukan anak usia tersebut.

3. Anak belum paham bahwa hewan juga makhluk hidup yang gak boleh disakiti

Ilustrasi anak memeluk hewan peliharaan
Ilustrasi anak memeluk hewan peliharaan (freepik.com/freepic.diller)

Joni dalam Psychology Today menjelaskan, perilaku kekerasan anak terhadap hewan bisa didasarkan atas perbedaan usia. Jika anak usia 1-6 tahun atau mengalami keterlambatan perkembangan yang melakukan kekerasan kepada hewan, sebenarnya mereka belum punya kematangan kognitif untuk memahami hal tersebut. Dengan kata lain, mereka belum tahu bagaimana berempati kepada hewan. Mereka juga belum memahami bahwa hewan punya perasaan dan tidak boleh disakiti.

Maka dari itu, orangtua perlu mengajarkan kasih sayang kepada anak. Orangtua perlu memberikan arahan mana perilaku yang benar dan tidak benar. Anak-anak usia sekolah perlu diajarkan karakter-karakter positif untuk bersikap baik, peduli, dan menyayangi hewan.

4. Kurangnya pengawasan dari orangtua

ilustrasi hewan peliharaan
ilustrasi hewan peliharaan (pexels.com/Matheus Bertelli)

Gak hanya melihat dari sisi anak, orangtua juga punya andil dalam hal ini. Kurangnya pengawasan orangtua kepada anak juga bisa menyebabkan terjadinya hal tersebut.

Usia gak bisa jadi faktor penentu mengapa anak bersikap kasar kepada hewan. Lingkungan sekitarnya baik di keluarga maupun sekolah juga perlu diperhatikan. Bukan hanya orangtua, guru atau pengasuh harus melakukan pengawasan agar anak tidak bersikap buruk kepada siapa pun temasuk hewan.

5. Beberapa alasan lain mengapa anak bisa bersikap kasar kepada hewan

Ilustrasi membawa hewan peliharaan
Ilustrasi membawa hewan peliharaan (pexels.com/Ann Bugaichuk)

Jurnal Animal Abuse and Youth Violence (2001) menyebut beberapa motivasi lain yang melatarbelakangi perilaku tersebut. Riset yang dilakukan oleh Kellert dan Felthous tahun 1985 mengungkap beberapa alasan mengapa pelaku menyakiti hewan:

  • Mereka ingin mengendalikan hewan (misalnya menyiksa agar hewan disiplin)
  • Balas dendam terhadap hewan
  • Memuaskan prasangka terhadap suatu spesies atau ras (misalnya, kebencian terhadap kucing)
  • Mengekspresikan agresi melalui hewan
  • Menggorbankan hewan untuk agresivitas sendiri seperti latihan menembak
  • Membalas dendam terhadap orang lain dengan menyakiti hewan peliharaan orang tersebut
  • Penyiksaan paksa anak kepada hewan
  • Fobia
  • Meniru perilaku orang-orang di sekitarnya yang kasar terhadap hewan
  • Ada rasa ingin tahu dan ingin eksplorasi bagaimana kalau hewan itu terluka atau terbunuh

Selalu ada penjelasan psikologis di balik terjadinya suatu hal. Anak yang bersikap kasar kepada hewan bisa jadi dipicu oleh beberapa hal. Mulai dari proses meniru, masalah psikologis, hingga kurangnya pengawasan orangtua.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us