Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Film Gohan Bisa Bikin Kamu Nangis padahal Ceritanya Sederhana?

Kenapa Film Gohan Bisa Bikin Kamu Nangis padahal Ceritanya Sederhana?
still cut GOHAN (Dok.GDH559/GOHAN)
Intinya Sih
  • Film Gohan menyentuh emosi penonton lewat hubungan tulus antara manusia dan hewan peliharaan yang dianggap sebagai keluarga serta sumber kenyamanan di masa kesepian.
  • Penonton mudah berempati pada Gohan karena sifatnya polos dan penuh kasih, memicu rasa kasihan serta perlindungan saat ia mengalami penderitaan dari berbagai pemiliknya.
  • Cerita sederhana tentang kesepian, kehilangan, dan cinta tanpa syarat membuat film ini terasa nyata, terutama saat menggambarkan fase tua Gohan yang mengingatkan penonton pada perpisahan pribadi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

*Artikel ini mengandung spoiler

Apakah kamu sudah nonton film Gohan? Film Thailand tentang perjalanan hidup seekor anjing ini, sukses bikin banyak penonton emosional meski premisnya sederhana tanpa ada plot besar atau twist berlebihan.

Jika dilihat dari sisi psikologis, ada beberapa alasan kenapa film Gohan bisa membuat kita menangis meski sederhana. Kira-kira apa ya? Cari tahu dalam artikel berikut!

1. Ikatan manusia dan hewan peliharaan memang sangat kuat

GOHAN
still cut GOHAN (Dok.GDH559/GOHAN)

Salah satu alasan film Gohan terasa emosional adalah karena manusia memang cenderung punya ikatan kuat dengan hewan peliharaan. Psikolog Harold Herzog, peneliti hubungan manusia dan hewan dari Western Carolina University, menyebut banyak orang melihat hewan peliharaan sebagai bagian keluarga, bukan sekadar peliharaan biasa.

"Hewan peliharaan bisa menjadi sumber rasa aman, kenyamanan, dan companionship bagi pemiliknya," ungkap Harold dilansir psychologytoday.com.

Hal ini terlihat jelas dalam hubungan Gohan saat bersama Hiro, Namcha, dan Pele, yang saling menemani di masa kesepian. Ikatan sederhana seperti ini sering terasa lebih emosional karena dekat dengan kehidupan nyata banyak orang.

2. Manusia lebih mudah berempati pada makhluk yang dianggap polos

MV5BNTU2ZTVkODMtYmI1Ny00NjE2LWFhOWQtNjQ0MGMxNGQxZmNlXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. GDH (Gohan)

Penonton biasanya lebih mudah berempati pada karakter yang dianggap polos dan gak punya niat buruk, termasuk hewan. Gohan selalu hadir dengan kasih sayang yang tulus meski terus berpindah owner dan mengalami perlakuan menyakitkan.

"Otak kita memiliki "sistem pengasuhan" (caregiving system) yang berevolusi untuk merespons tanda-tanda penderitaan dari makhluk yang lemah. Ketika melihat makhluk tak berdaya menderita, sistem ini mendominasi dan mengesampingkan dorongan kompetisi atau agresi," ungkap Prof. Paul Gilbert, psikolog klinis penemu Compassion-Focused Therapy (CFT) dilansir YouTube The Weekend University.

Hal inilah yang membuat penonton merasa kasihan sekaligus protektif terhadap Gohan. Apalagi saat Gohan disiksa di shelter milik Kung, banyak penonton pasti merasa emosinya langsung terpancing.

3. Ceritanya dekat dengan pengalaman hidup banyak orang

HIM24HkbkAAKZbF.jpeg
GOHAN

Di balik kisah perjalanan hidup seekor anjing, film Gohan sebenarnya bicara tentang kesepian, kehilangan, dan perpisahan. Hiro kehilangan tujuan hidup setelah pensiun, Namcha hidup dalam pelarian, sementara Jadee belajar menghadapi perpisahan dan penuaan. Tema-tema seperti itu sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

Hal ini sejalan dengan pandangan psikolog kognitif Dr. Keith Oatley, dilansir psychologytoday.com yang menyatakan bahwa sebuah cerita pada dasarnya adalah simulasi kehidupan tempat penonton masuk dan diingatkan kembali pada episode emosional serta kehilangan dalam hidup mereka sendiri. Penonton gak hanya sedih untuk Gohan, tapi juga untuk manusia-manusia di sekitarnya.

Film ini terasa emosional karena banyak orang pernah ada di posisi merasa sendirian atau takut kehilangan seseorang. Kesederhanaan konfliknya justru membuat cerita terasa lebih nyata.

4. Gohan mewakili kebutuhan manusia untuk dicintai tanpa syarat

MV5BMDQwODlkNmYtNGZmMC00ODg3LWI5NWEtOWVkOWE1MWE3YmMzXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. GDH (Gohan)

Secara psikologis, manusia punya kebutuhan dasar untuk diterima dan dicintai tanpa syarat. Pendiri Psikoanalisis, Sigmund Freud pernah menyatakan bahwa tidak seperti manusia yang emosinya rumit, anjing memberikan bentuk kasih sayang murni tanpa syarat yang sangat manusia butuhkan (dilansir Veterinary Medicine & Biomedical Sciences, Texas A&M University).

Itulah kenapa hubungan Hiro, Namcha, Jadee, sampai Pale dengan Gohan terasa emosional. Mereka semua sedang kesepian atau kehilangan arah hidup, lalu menemukan “rumah emosional” lewat Gohan. Penonton jadi ikut tersentuh karena kebutuhan untuk ditemani sebenarnya sangat universal.

5. Ending tentang usia tua selalu jadi titik paling emosional

MV5BMDgxZTg2N2MtMjdjZi00NjUwLWFjNGUtMGM3Nzc3MDFmYThlXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
Dok. GDH (Gohan)

Fase terakhir hidup Gohan bersama Jadee dan Pele jadi bagian yang paling bikin hati penonton hancur. Setelah menjalani hidup panjang dan berkali-kali kehilangan, Gohan akhirnya menua dan jatuh sakit, bahkan memiliki 'batas hidup'. Filmnya gak membuat momen ini terlalu dramatis, tapi justru terasa tenang dan menyakitkan.

"Bagi seorang pemilik, melihat hewan peliharaannya menua dan sakit adalah proses menghadapi anticipatory grief (kedukaan sebelum kehilangan). Kita tidak hanya menangisi apa yang ada di layar, tetapi juga sedang memproyeksikan ketakutan terdalam kita akan hari perpisahan dengan makhluk yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup kita sendiri," papar Dr. Jessica Thomas, Psikolog Klinis dalam esai akademisnya berjudul "When Is It Time? Understanding Disenfranchised Grief Associated with Pet Loss and Euthanasia".

Banyak orang takut menghadapi perpisahan dengan hewan peliharaan mereka sendiri, sehingga bagian ini terasa sangat personal. Kehadiran Jadee dan Pele yang tetap merawat Gohan sampai akhir, juga membuat hubungan mereka terasa tulus. Gohan seperti mengingatkan bahwa umur hewan memang singkat, tapi kasih sayang mereka bisa tinggal lama di hati manusia.

Jadi sekarang sudah paham kenapa Gohan bisa bikin nangis? Kamu paling ngena yang mana?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari

Related Articles

See More