Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Gen Z Lebih Relate dengan SpongeBob atau Squidward saat Bekerja?
Cuplikan kartun SpongeBob Squarepants (youtube.com/SpongeBob SquarePants Official)

Kamu sadar gak cara pandang kita terhadap SpongeBob berubah seiring bertambahnya usia? Saat kita kecil, energi SpongeBob yang ceria dan penuh semangat saat bekerja terasa sangat menginspirasi, sementara sosok Squidward yang sinis tampak seperti sosok yang membosankan dan menyebalkan.

Namun, begitu memasuki dunia kerja, banyak gen Z yang justru mengalami krisis identitas; di satu sisi ingin tetap idealis dan bersemangat seperti SpongeBob, tetapi di sisi lain merasa sangat relate dengan Squidward yang lelah dan butuh ruang pribadi.

Fenomena ini bukan sekadar candaan di internet biasa, melainkan gambaran dari cara gen Z memandang realitas dunia kerja modern saat ini. Artikel ini akan mengulas berbagai alasan kenapa gen Z lebih bisa relate dengan SpongeBob atau Squidward saat bekerja.

1. Pergeseran pemahaman karakter SpongeBob dan Squidward

Cuplikan kartun SpongeBob Squarepants (youtube.com/SpongeBob SquarePants Official)

Saat kita kecil, karakter SpongeBob jadi favorit karena dianggap sebagai simbol keceriaan, sedangkan Squidward dipandang sebagai sosok pemarah yang menyebalkan. Tetapi sekarang, kita mulai sadar bahwa reaksi Squidward terhadap lingkungan sekitarnya sangat masuk akal bagi seorang dewasa yang lelah.

Karakter SpongeBob yang menyenangkan, ceria, penuh energi, suka bermain, mudah berteman, dan antusias terhadap hampir semua hal, mewakili dunia anak-anak. Squidward, sebaliknya, terlihat seperti orang yang galak, pemarah, dan selalu merusak kesenangan SpongeBob.

Anak-anak cenderung melihat konflik berdasarkan siapa yang terlihat menyenangkan dan siapa yang terlihat mengganggu. Karena SpongeBob adalah pusat cerita dan selalu membawa energi positif, kita secara alami lebih mudah berpihak kepada karakter ini.

Setelah dewasa, di sinilah kita mulai memahami karakter Squidward. Kita mulai memahami hal-hal yang dulu tidak terlalu kita pikirkan, misalnya alasan Squidward bekerja karena harus hidup layak, meskipun tidak terlalu menyukai pekerjaannya. Kedua karakter relate dengan realita kehidupan para gen Z yang memasuki dunia kerja, di mana ada yang semangat bekerja seperti Spongebob dan ada yang merasa burnout seperti Squidward.

2. Kenapa gen Z lebih bisa relate dengan SpongeBob saat bekerja?

Cuplikan kartun SpongeBob Squarepants (youtube.com/SpongeBob SquarePants Official)

Bukan hanya sekadar kartun, pekerjaan SpongeBob sebagai chef di Krusty Krab menggambarkan karakter orang saat bekerja, terutama gen Z. Diulas berdasarkan karakter SpongeBob di tempat kerja, berikut alasan kenapa gen Z lebih bisa relate dengan SpongeBob saat bekerja.

Gen Z semangat bekerja dan membutuhkan gaji untuk bertahan hidup

Seperti yang kita tahu, SpongeBob menunjukkan sifat semangat yang tulus dan mencintai apa yang dikerjakan, serta merasa selaras dengan hidupnya, meskipun ia bekerja di tempat dengan gaji kecil dan bos yang eksploitatif, alias Mr. Krabs.

Begitu juga dengan gen Z yang membutuhkan aktualisasi diri dan punya income sendiri. Di sisi lain, gen Z sering menghadapi kenyataan terjebak dalam job orientation di mana bekerja hanya demi bertahan hidup.

Gen Z rajin tapi kariernya stagnan

Banyak yang memandang SpongeBob adalah karakter pekerja muda yang rajin, terampil, dan berdedikasi tinggi, tetapi nyatanya ia tidak pernah mengalami perubahan posisi atau kenaikan jabatan yang signifikan di Krusty Krab. Hal ini sangat relate dengan fenomena yang dirasakan gen Z.

Sebenarnya, banyak faktor yang membuat generasi ini stagnan dalam karier, mulai dari menolak jabatan leader di kantor, job hopping, masalah soft skill dan hambatan komunikasi, hingga mendambakan work-life balance.

Gen Z suka mencari kebahagiaan sederhana

Di tengah dunia kerja yang penuh tekanan, kecemasan, dan sistem ekonomi yang berat, kesukaan SpongeBob pada hal-hal kecil namun membuatnya bahagia, seperti membuat Krabby Patty hingga memburu ubur-ubur, mencerminkan bentuk coping mechanism. Jika mengikuti tren saat ini, gen Z menemukan kebahagiaan sederhana saat bekerja mulai dari minum kopi, self reward, micro break, dan lainnya.

3. Kenapa gen Z lebih bisa relate dengan Squidward saat bekerja?

Cuplikan kartun SpongeBob Squarepants (youtube.com/SpongeBob SquarePants Official)

Tidak hanya SpongeBob yang bekerja, Tuan Tentakel alias Squidward juga mewakili karakter pekerja gen Z, dengan pekerjaannya sebagai kasir di Krusty Krab. Berikut alasan kenapa gen Z lebih bisa relate dengan Squidward saat bekerja, dilihat dari karakter tokoh ini.

Squidward dan gen Z terjebak gaji kecil dan membosankan

Berbeda dengan SpongeBob yang mencintai pekerjaannya dengan tulus, Squidward bekerja di Krusty Krab bukan karena cinta pada pekerjaannya, melainkan demi bertahan hidup. Kondisi ini mirip dengan kondisi banyak gen Z saat ini yang membutuhkan pekerjaan demi mendapatkan kehidupan yang layak.

Mereka menjunjung tinggi boundaries

Gen Z tidak segan menolak lembur tidak dibayar atau pesan pekerjaan di luar jam kerja, sama seperti Squidward yang sangat menghargai waktu liburnya agar tidak diganggu. Dengan demikian, Squidward juga mengadaptasi work life balance, di mana harus ada waktu bersantai dalam hidupnya agar tetap waras menjalani hidup.

Anti basa-basi

Berbeda dengan SpongeBob yang sangat hiperaktif, terlalu ceria, selalu penasaran, dan pandai basa-basi, Squidward cenderung bersikap apa adanya, lelah, dan tidak suka kepalsuan di lingkungan kerja. Sikap Squidward ini relate dengan gaya komunikasi gen Z yang to the point dan transparan.

Gen Z realistis dan jujur pada perasaan

Berbeda dengan generasi lama yang mengagungkan hustle culture atau kerja keras tanpa batas, gen Z lebih berani mengakui ketika mereka sedang stres, bad mood, atau tidak suka basa-basi korporat. Seperti Squidward yang mudah untuk meluapkan perasaannya di depan co-worker, bahkan bosnya.

Burnout ala gen Z dan Squidward

Kita pasti tahu ekspresi Squidward di balik meja kasir, wajahnya selalu tampak bosan dan marah, yang dikarenakan kelelahan dan gak happy karena pekerjaannya. Sama seperti yang dirasakan Squidward, tuntutan ekonomi, beban kerja yang tidak sebanding dengan upah, dan lingkungan kerja yang toksik membuat gen Z sering merasa burnout, sehingga mereka tidak lagi memalsukan senyuman.

Suka pulang kerja tepat waktu

Pulang tempat waktu alias tenggo jadi ciri khas gen Z saat bekerja, bahkan, tak jarang yang mengidamkan waktu pulang ini. Layaknya Squidward yang ekspresinya berubah seketika menjadi sumringah saat waktunya pulang, lalu, langsung memanjakan diri dengan perawatan di rumah.

Nah, itulah berbagai alasan yang diurai tentang kenapa gen Z lebih bisa relate dengan SpongeBob atau Squidward saat bekerja, tokoh kartun berbeda karakter. So, kamu lebih relate dengan karakter yang mana, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article